TERNATE,— Kisah Ahmad Zakaria, warga Dufa-Dufa, Kota Ternate, membuka kembali pertanyaan tentang sejauh mana program perlindungan sosial pemerintah telah menjangkau penyandang disabilitas di tingkat masyarakat.
Ahmad, yang kini berusia 52 tahun, mengaku sejak kecil hingga dewasa belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah, termasuk bantuan yang diperuntukkan bagi penyandang disabilitas.
“Sampai sekarang belum. Mulai dari kecil sampai besar belum pernah,” ungkap Ahmad.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena Pemerintah Kota Ternate saat ini tengah memperkuat sistem pendataan dan penyaluran bantuan sosial melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) serta SIKS-NG.
Dinas Sosial Kota Ternate pada Agustus 2026 bahkan melakukan pendampingan kepada operator kelurahan untuk memperkuat pengelolaan DTSEN. Dinsos menyebut pemutakhiran data dan verifikasi lapangan diperlukan agar bantuan sosial dapat diberikan secara tepat sasaran dan tidak ada warga kurang mampu yang luput dari pendataan.
Ahmad Berharap Bisa Diberi Modal Usaha
Di tengah keterbatasan yang dialaminya, Ahmad tidak meminta bantuan untuk terus bergantung kepada pemerintah.
Ia justru berharap mendapatkan dukungan modal usaha agar dapat memiliki sumber penghasilan sendiri.
Menurutnya, usaha jual-beli ikan menjadi pilihan yang ingin dijalankannya apabila mendapat bantuan modal.
“Kalau pemerintah memberikan modal usaha, supaya bisa buat kehidupan selanjutnya. Saya ingin usaha jual-beli ikan,” ujarnya.
Harapan tersebut dinilai penting untuk mendapat perhatian karena bantuan kepada penyandang disabilitas tidak hanya berkaitan dengan bantuan sosial, tetapi juga bagaimana mereka dapat memperoleh kesempatan untuk mandiri secara ekonomi.
Dari Nelayan hingga Buruh Pelabuhan
Sebelum kondisi kesehatannya menurun, Ahmad telah lama menggantungkan kehidupan dari aktivitas melaut.
Ia mengaku sejak kecil hingga dewasa terbiasa mencari ikan, khususnya ikan cakalang.
Namun, karena kondisi kesehatan, aktivitas tersebut kini tidak lagi dapat dilakukan seperti sebelumnya. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Ahmad kemudian bekerja sebagai buruh di kawasan pelabuhan.
“Kalau penyakitnya sudah sembuh, saya masih mau kembali melaut. Tapi kalau belum sembuh, belum bisa,” katanya.
Pernah Berkarya Lewat Musik
Di balik kehidupannya yang penuh keterbatasan, Ahmad ternyata memiliki kemampuan lain yang selama ini jarang diketahui.
Ia pernah aktif dalam kelompok musik dan terlibat dalam berbagai kegiatan masyarakat, termasuk mengisi kegiatan jendang sahur pada bulan Ramadan.
Ahmad bahkan mengaku pernah menciptakan sekitar 20 lagu. Kini, sebagian lagu tersebut sudah tidak lagi diingatnya karena dirinya mulai jarang bermain musik.
“Kalau lagu yang saya bikin mungkin sekitar 20. Sekarang mungkin yang masih saya ingat sekitar 10 lagu,” tuturnya.
Ia juga masih mampu memainkan gitar. Sayangnya, alat musik yang dahulu dimilikinya kini sudah rusak dan tidak tersisa.
Karena itu, Ahmad memiliki satu harapan lain: memiliki gitar sendiri agar dapat kembali menciptakan dan memainkan lagu.
“Kalau bisa punya gitar sendiri, saya ingin melanjutkan menciptakan lagu,” katanya.
Dinsos Ternate Diminta Cek Nama Ahmad
Kondisi Ahmad patut menjadi perhatian Dinas Sosial Kota Ternate, terutama di tengah agenda pemerintah daerah melakukan pembenahan data penerima manfaat.
Pemerintah Kota Ternate sebelumnya menegaskan pentingnya pembenahan DTSEN agar bantuan sosial benar-benar tepat sasaran. Kota Ternate sendiri merupakan salah satu daerah yang menjadi lokasi percontohan digitalisasi bantuan sosial.
Dinsos Ternate juga pada Agustus 2026 melakukan pengelolaan DTSEN di Kecamatan Pulau Hiri serta menekankan pentingnya pemutakhiran data secara berkala agar program perlindungan sosial dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Karena itu, kasus Ahmad Zakaria layak menjadi salah satu bahan pengecekan di lapangan.
Apakah Ahmad sudah masuk dalam data sosial pemerintah? Apakah status disabilitasnya telah tercatat? Apakah ia pernah diverifikasi oleh petugas kelurahan atau Dinas Sosial? Dan jika memang memenuhi persyaratan, mengapa selama puluhan tahun belum memperoleh program bantuan atau pemberdayaan?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting dijawab secara terbuka oleh pihak terkait.
Terlebih, Dinsos Kota Ternate juga telah menyatakan komitmennya menyediakan data penyandang disabilitas yang akurat serta melakukan pendampingan sesuai tugas dan kewenangannya.
Fadulinews akan berupaya meminta penjelasan resmi dari Dinas Sosial Kota Ternate terkait status Ahmad Zakaria, termasuk apakah namanya telah tercatat dalam DTSEN dan program perlindungan sosial lainnya.
Sebab bagi Ahmad, bantuan pemerintah bukan sekadar soal menerima uang atau sembako.
Ia hanya ingin mendapatkan kesempatan untuk bekerja, memiliki usaha, berkarya, dan menjalani kehidupan secara mandiri.











