Ternate, newsline.id– Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mendesak seluruh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) untuk bertindak tegas terhadap oknum polisi yang melakukan pelanggaran, baik etik maupun pidana, demi menjaga marwah dan kepercayaan publik terhadap institusi Polri. Pernyataan ini disampaikan Komisioner Kompolnas, Ida Oetari Poernamasasi, saat mengunjungi Markas Komando (Mako) Polres Ternate, Maluku Utara, pada Jumat (24/10/2025).
Ida menegaskan bahwa tindakan tegas terhadap pelaku pelanggaran bukan hanya untuk memberikan efek jera, tetapi juga untuk mencegah dampak buruk yang lebih luas terhadap citra Polri.
“Kesalahan satu atau dua oknum jangan sampai mencoreng nama baik seluruh institusi. Langkah tegas harus diambil agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga,” ujarnya dengan nada tegas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Ida, mayoritas anggota Polri, yang mencapai 98 persen, bekerja dengan profesionalisme dan integritas tinggi. Namun, segelintir oknum—diperkirakan hanya 2 persen—kerap kali merusak reputasi institusi akibat pelanggaran seperti kasus asusila, desersi, atau tindakan melawan hukum lainnya.
“Polri adalah institusi besar yang anggotanya bekerja siang malam untuk melayani masyarakat. Jangan biarkan perbuatan segelintir orang menghancurkan kepercayaan publik,” tambahnya.
Ida menjelaskan bahwa Polri memiliki mekanisme internal yang ketat untuk menangani pelanggaran anggota melalui sidang kode etik. Sanksi yang diberikan bervariasi, mulai dari sanksi administratif ringan, sedang, hingga berat.
“Jika pelanggaran melibatkan unsur pidana, pelaku akan diproses melalui hukum umum oleh penyidik Reskrim, dan sanksi terberat bisa berupa Pemecatan Tidak Dengan Hormat (PTDH),” paparnya.
Sebagai contoh, pada tahun 2024, Polda Maluku Utara telah memecat 11 anggota secara tidak hormat karena terbukti melakukan pelanggaran berat, termasuk kasus asusila dan desersi, yaitu meninggalkan tugas tanpa izin atasan. Langkah ini menjadi bukti komitmen Polri untuk membersihkan institusi dari oknum yang tidak bertanggung jawab.
Kompolnas memberikan dukungan penuh terhadap upaya Kapolda Maluku Utara dan jajarannya dalam menegakkan disiplin dan integritas. Ida menyebut ketegasan ini sebagai wujud kecintaan terhadap institusi Polri.
“Kami mendorong seluruh Kapolda untuk terus menjaga marwah Polri dengan tindakan nyata. Ketegasan adalah kunci agar Polri tetap menjadi institusi yang dipercaya dan dicintai masyarakat,” tutupnya.
Langkah tegas Polri dan dukungan Kompolnas ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik serta memastikan bahwa institusi kepolisian tetap menjadi pilar utama penegakan hukum dan pelayanan masyarakat di Indonesia.
Penulis: FHAN












