BACAN BARAT, Rabu, 23 September 2026 — Salah satu pemuda Kecamatan Bacan Barat sekaligus Ketua Umum pertama dan Penasehat Ikatan Pelajar Mahasiswa Indari (IPMI), Alfian M. Hamzah, S.T., S.H., menyoroti dugaan aksi pemalakan dan kekerasan terhadap masyarakat Desa Indari yang disebut terjadi di ruas jalan lintas Labuha menuju Desa Indari, Kecamatan Bacan Barat.
Dugaan kejadian tersebut melibatkan sejumlah oknum pemuda yang disebut menghentikan satu unit mobil milik masyarakat Desa Indari. Dalam kejadian itu, salah satu masyarakat diduga mengalami tindakan kekerasan berupa pemukulan.
Sebagai bagian dari masyarakat dan keluarga besar Desa Indari, Alfian menyayangkan perilaku tersebut. Menurutnya, tindakan pemalakan dan kekerasan terhadap masyarakat di jalan umum merupakan persoalan serius yang tidak boleh dibiarkan karena dapat mengganggu rasa aman masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya sangat menyayangkan ada oknum pemuda yang melakukan pemalakan terhadap masyarakat Desa Indari dan bahkan melakukan pemukulan. Jalan tersebut adalah akses masyarakat, sehingga siapa pun yang melintas harus mendapatkan rasa aman,” ujar Alfian.
Alfian juga mempertanyakan langkah pencegahan dan mitigasi keamanan yang dilakukan oleh pihak kepolisian, khususnya Polsek Bacan Barat. Menurutnya, tugas kepolisian tidak semata-mata melakukan tindakan setelah terjadi suatu peristiwa, tetapi juga melakukan langkah-langkah preventif untuk mencegah gangguan keamanan.
“Polisi seharusnya jangan menunggu kejadian dulu baru bertindak. Pencegahan harus dilakukan sebelum terjadi persoalan. Kalau sudah ada kejadian baru polisi turun tangan, lalu bagaimana dengan rasa aman masyarakat sebelum kejadian itu terjadi?” tegas Alfian.
Menurutnya, pemetaan wilayah rawan, patroli, komunikasi dengan masyarakat, dan kerja sama antara lembaga serta langkah-langkah preventif lainnya merupakan bagian penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Sebagai Ketua Umum pertama sekaligus Penasehat IPMI dan Juga Pemuda, Alfian menilai keamanan masyarakat Desa Indari dan pengguna jalan menuju wilayah tersebut harus menjadi perhatian bersama. Ia berharap tidak ada lagi masyarakat yang merasa takut atau terancam ketika menggunakan akses jalan Labuha–Indari.
“kejadian seperti ini terjadi, karena kemungkinan besar sebelumnya tidak ada langkah mitigasi atau pencegahan yang memadai, maka ini harus menjadi evaluasi serius terhadap kinerja Polsek Bacan Barat,” ujarnya.
Alfian juga meminta pimpinan kepolisian di tingkat yang lebih tinggi untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja Kapolsek Bacan Barat, terutama terkait langkah pencegahan dan penanganan gangguan keamanan di wilayah hukumnya.
“Jika memang terbukti ada kelalaian dalam menjalankan tugas dan tidak ada langkah mitigasi yang dilakukan, maka Kapolsek harus dievaluasi. Bila hasil evaluasi menunjukkan adanya kelalaian serius, tentu pergantian atau pencopotan Kapolsek harus menjadi pertimbangan,” katanya.
Namun demikian, Alfian menegaskan bahwa dugaan kejadian tersebut harus terlebih dahulu ditangani secara profesional dan berdasarkan fakta serta bukti yang ada. Ia meminta pihak kepolisian segera melakukan penyelidikan apabila terdapat laporan resmi dari korban.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri dan menyerahkan proses penanganan kepada aparat penegak hukum.
“Masyarakat tidak boleh dibiarkan merasa takut di jalan yang menjadi akses mereka sendiri. Polisi harus hadir bukan hanya ketika masalah sudah terjadi, tetapi juga harus hadir untuk mencegah masalah itu terjadi,” pungkas Alfian.
Reporter : RI











