HALMAHERA TIMUR – Open Tournament Sepak Bola Gawang Sedang Dodaga Cup I resmi berakhir pada Minggu (30/8/2026). PS Mekarsari keluar sebagai juara setelah menaklukkan AIMOP VC dengan skor telak 3-0 pada laga final yang berlangsung di Desa Dodaga, Kecamatan Wasile Timur.
Turnamen tersebut secara resmi ditutup oleh Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Halmahera Timur, Ir. Ricky Ch. Richfat, S.T., M.T., usai pertandingan final.
Dodaga Cup I digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-93 Desa Dodaga. Selain menjadi ajang kompetisi sepak bola, turnamen ini juga memiliki misi sosial melalui kegiatan penggalangan dana untuk 12 rumah ibadah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejak awal hingga pertandingan final, Dodaga Cup I mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Dukungan penonton turut membuat suasana pertandingan berlangsung meriah, sementara sejumlah tim peserta tampil maksimal untuk memperebutkan gelar juara.
PS Mekarsari Tampil Dominan
Pada pertandingan final perebutan juara pertama dan kedua, PS Mekarsari tampil impresif dan berhasil mengalahkan AIMOP VC dengan skor 3-0.
Hasil tersebut memastikan PS Mekarsari menjadi juara pertama Dodaga Cup I, sedangkan AIMOP VC harus puas menempati posisi juara kedua.
Sementara itu, perebutan posisi ketiga dan keempat berlangsung lebih ketat. TABADOKLO VC akhirnya mengamankan juara ketiga setelah mengalahkan EKLESIA JUNIOR melalui drama adu penalti dengan skor 4-3.
Dengan demikian, EKLESIA JUNIOR menempati posisi juara keempat.
Ricky Apresiasi Panitia dan Masyarakat
Usai pertandingan final, Ketua KONI Halmahera Timur Ricky Richfat menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan menyukseskan pelaksanaan Dodaga Cup I.
Apresiasi diberikan kepada Pemerintah Desa Dodaga, panitia pelaksana, aparat keamanan, seluruh tim peserta, serta masyarakat yang telah menjaga keamanan dan mendukung jalannya turnamen hingga selesai.
Ricky mengatakan, keberhasilan sebuah turnamen tidak semata-mata diukur dari siapa yang menjadi juara. Menurutnya, kegiatan olahraga juga harus mampu menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarmasyarakat dan menanamkan nilai sportivitas.
“Menang dan kalah merupakan bagian dari pertandingan. Hal yang paling penting adalah seluruh pemain mampu menjaga sportivitas dan persaudaraan sampai turnamen selesai,” ujar Ricky.
Ia menilai Dodaga Cup I telah membuktikan bahwa sepak bola bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga dapat menjadi sarana memperkuat kebersamaan masyarakat serta mendorong generasi muda untuk mengembangkan bakat di bidang olahraga.
Dorong Dodaga Cup Digelar Berkelanjutan
Ricky berharap Dodaga Cup tidak berhenti pada penyelenggaraan perdana. Ia mendorong agar turnamen tersebut dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi salah satu wadah pembinaan pemain muda di Halmahera Timur.
Menurutnya, kompetisi sepak bola di tingkat desa memiliki peran penting dalam memberikan ruang kepada pemain muda untuk mengasah kemampuan, membangun mental bertanding, serta memperoleh pengalaman dalam kompetisi.
“Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan menjadi wadah bagi anak-anak muda untuk mengembangkan potensi serta menunjukkan kemampuan terbaik mereka di bidang sepak bola,” harapnya.
Pada kesempatan tersebut, Ricky juga menyampaikan ucapan selamat kepada PS Mekarsari atas keberhasilannya meraih gelar juara Dodaga Cup I.
Ia turut memberikan apresiasi kepada AIMOP VC, TABADOKLO VC, EKLESIA JUNIOR, serta seluruh tim peserta yang telah menunjukkan semangat kompetisi selama turnamen berlangsung.
Berakhirnya Dodaga Cup I tidak hanya mencatat PS Mekarsari sebagai kampiun. Lebih dari itu, turnamen tersebut meninggalkan pesan tentang pentingnya sportivitas, persaudaraan, kebersamaan, dan kepedulian sosial dalam kegiatan olahraga.
Semangat tersebut diharapkan terus berkembang dan menjadi bagian dari upaya memajukan olahraga sekaligus membina generasi muda di Kabupaten Halmahera Timur.
Penulis:RI











