LABUHA,—4 September 2026 – Suara harapan datang dari para pelajar di Desa Nyonyifi, Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan. Mereka meminta perhatian pemerintah provinsi terkait ketiadaan jembatan yang layak, yang membuat aktivitas bersekolah terhambat dan berisiko tinggi . Keluhan ini langsung disambut respons positif dan cepat oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos.
Kondisi di lapangan memperlihatkan para siswa harus menempuh perjalanan berat menyeberangi sungai yang arusnya cukup deras setiap hari. Terutama saat musim hujan, sungai meluap dan membuat Desa Nyonyifi terisolasi, sehingga banyak anak terpaksa tidak bisa berangkat sekolah karena tidak ada jembatan aman.
Melalui pesan yang disampaikan kepada Gubernur dan beredar luas, permohonan tersebut mendapat balasan hangat dan tegas langsung dari pimpinan daerah. Ibu Gubernur Sherly menyampaikan:
“Terimakasih Ade cantik atas info nya, tim suda turung survei ya”
Pernyataan ini menegaskan komitmen pemimpin provinsi untuk tidak mendiamkan kesulitan warga, khususnya generasi muda yang sedang menuntut ilmu. Langkah awal yang dilakukan adalah mengerahkan tim teknis ke lokasi untuk melakukan pengecekan lapangan dan survei kebutuhan pembangunan infrastruktur secepatnya.
Warga desa dan para pelajar menyambut baik tanggapan cepat ini. Mereka berharap hasil survei segera ditindaklanjuti dengan pembangunan jembatan yang kokoh dan aman, sehingga akses pendidikan serta hubungan antardesa menjadi lancar tanpa rasa takut lagi.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara di bawah kepemimpinan Sherly terus berupaya menjawab kebutuhan dasar di wilayah-wilayah terpencil, termasuk memastikan ketersediaan sarana jalan dan jembatan yang menunjang masa depan anak-anak daerah.
PENULIS: SUPARMAN RSO
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT











