Masyarakat Desa Loleo Pertanyakan Anggaran Masjid Ratusan Juta, “Uangnya ke Mana

Sabtu, 22 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halmahera Selatan, 22 Agustus 2026 — Masyarakat Desa Loleo, Kecamatan Obi Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, mempertanyakan penggunaan anggaran pembangunan Masjid Desa Loleo yang disebut mencapai ratusan juta rupiah. Pasalnya, pembangunan masjid hingga kini belum juga diselesaikan.
Anggaran pembangunan masjid tersebut disebut berasal dari berbagai sumber, termasuk bantuan para penyumbang serta anggaran yang dialokasikan melalui Dana Desa selama periode 2022–2025.
Kondisi tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Mereka meminta adanya keterbukaan mengenai jumlah anggaran yang telah diterima, sumber dana, penggunaannya, serta progres pembangunan masjid.
Salah satu warga Desa Loleo yang meminta namanya tidak disebutkan mengatakan, apabila seluruh anggaran yang masuk untuk pembangunan masjid sejak 2022 hingga 2025 dihitung, nilainya diduga mencapai ratusan juta rupiah.
“Kalau dihitung, anggaran untuk masjid ini sudah hampir ratusan juta. Tetapi sampai sekarang pembangunan belum juga selesai. Kami masyarakat bertanya, uang itu ke mana?” ungkapnya.
Menurut warga tersebut, masyarakat tidak bermaksud menuduh pihak tertentu tanpa dasar. Namun, kondisi pembangunan masjid yang belum selesai dinilai perlu mendapatkan penjelasan secara terbuka dari pihak-pihak yang selama ini bertanggung jawab terhadap pengelolaan anggaran pembangunan masjid.
Masyarakat juga mendesak agar seluruh dokumen dan sumber anggaran pembangunan Masjid Desa Loleo selama periode 2022–2025 dapat diperiksa, termasuk apabila terdapat anggaran yang bersumber dari Dana Desa maupun bantuan masyarakat dan pihak lainnya.
Mereka meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan penelusuran apabila terdapat indikasi penyimpangan dalam pengelolaan dana pembangunan masjid.
“Kalau memang semua anggaran digunakan sesuai peruntukannya, maka harus dibuka secara transparan kepada masyarakat. Tetapi kalau ada penyimpangan, kami meminta APH mengusutnya sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas warga tersebut.
Masyarakat berharap pihak pengurus atau panitia pembangunan Masjid Desa Loleo dapat memberikan penjelasan dan laporan pertanggungjawaban secara terbuka agar tidak menimbulkan berbagai dugaan di tengah masyarakat.

Berita Terkait

USAHAH TELAH PRES DI RORIBATI DIDUGA AMBIL MATERIAL DI KALI OBA TANPA IZIN — MAS KENTIL DIDUGA TERLIBAT, HARAP TINDAKAN TEGAS*
Puskesmas Wayaua Disorot,Warga Pertanyakan Kesiapsiagaan Petugas Sif Malam Saat Kondisi Darurat
Puskesmas Wayaua Disorot, Warga Pertanyakan Kesiapsiagaan Petugas Sif Malam Saat Kondisi Darurat
IPTU Sukardi Sain Tegaskan Kasus Kepsek SDN 84 Halsel Segera Naik Penyidikan
LSM-KANe Akan Laporkan Tiga Kepala Desa ke Kejaksaan Negeri Labuha
SEKRETARIS LSM KANe PERTANYAKAN TUGAS PENGAWASAN: BERAPA BANYAK ANGGARAN DANA DESA YANG BERHASIL DISELAMATKAN INSPEKTORAT? KADES LOLEO EDI AMUS DIDUGA SALAHGUNAKAN DANA HINGGA RATUSAN JUTA SAMPAI MILIAR, JADI TANTANGAN BESAR
Ketua LSM-KANe Bantah Pemberitaan Sebelumnya Terkait Dugaan Pemajakan Penambang Lokal oleh Sadam Hadi
KMP Mutiara Ferindo VI Layani Rute Bastiong–Sofifi, Penumpang Apresiasi Kenyamanan dan Pelayanan
Berita ini 137 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 05:50

USAHAH TELAH PRES DI RORIBATI DIDUGA AMBIL MATERIAL DI KALI OBA TANPA IZIN — MAS KENTIL DIDUGA TERLIBAT, HARAP TINDAKAN TEGAS*

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:23

Puskesmas Wayaua Disorot,Warga Pertanyakan Kesiapsiagaan Petugas Sif Malam Saat Kondisi Darurat

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:38

Puskesmas Wayaua Disorot, Warga Pertanyakan Kesiapsiagaan Petugas Sif Malam Saat Kondisi Darurat

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:04

IPTU Sukardi Sain Tegaskan Kasus Kepsek SDN 84 Halsel Segera Naik Penyidikan

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:56

LSM-KANe Akan Laporkan Tiga Kepala Desa ke Kejaksaan Negeri Labuha

Berita Terbaru