HALMAHERA SELATAN Kesiapsiagaan pelayanan kesehatan di Puskesmas Wayaua, Kecamatan Bacan Timur Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, kembali menjadi sorotan. Keluhan warga mencuat setelah keluarga seorang pasien mengaku kesulitan mendapatkan pertolongan medis ketika membutuhkan penanganan darurat pada malam hari.
Situasi tersebut memunculkan pertanyaan serius mengenai kesiapan sistem pelayanan kesehatan di tingkat fasilitas kesehatan dasar. Pasalnya, ketika kondisi pasien membutuhkan pertolongan segera, keluarga mengaku tidak menemukan petugas medis yang bersiaga sesuai jadwal piket malam.
Keluarga pasien menyebut kondisi tersebut membuat mereka panik dan khawatir keselamatan pasien terancam akibat keterlambatan memperoleh penanganan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kami sangat kecewa. Nyawa keluarga kami sedang terancam, tetapi saat kami membutuhkan bantuan, tidak ada petugas piket malam yang bersiaga.Ini menyangkut keselamatan manusia, bukan persoalan yang bisa diabaikan,tegas salah satu perwakilan keluarga pasien.
Menurut keterangan warga, persoalan terkait kesiapsiagaan petugas pada malam hari disebut bukan kali pertama dikeluhkan. Masyarakat mengaku telah beberapa kali menyampaikan keluhan mengenai keberadaan petugas saat jam piket malam.
Namun, warga menilai persoalan tersebut belum mendapatkan penyelesaian yang dianggap memadai. Kondisi ini kemudian menimbulkan keresahan, terutama bagi masyarakat yang sewaktu-waktu membutuhkan pertolongan medis di luar jam pelayanan reguler.
Bagi masyarakat di wilayah Bacan Timur Selatan, keberadaan fasilitas kesehatan yang dapat memberikan respons cepat dalam situasi darurat merupakan kebutuhan mendasar. Ketika masyarakat datang mencari pertolongan, mereka berharap ada tenaga kesehatan yang siap memberikan pelayanan atau mengambil langkah medis sesuai prosedur.
Atas persoalan tersebut, masyarakat dan keluarga pasien mendesak Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan untuk tidak hanya menerima laporan, tetapi turun langsung melakukan evaluasi terhadap pelayanan di Puskesmas Wayaua.
Evaluasi dinilai perlu mencakup kinerja Kepala Puskesmas (Kapus), manajemen operasional, sistem dan pelaksanaan jadwal piket malam, pengawasan terhadap tenaga kesehatan, mekanisme pelayanan dalam kondisi darurat, hingga penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP).
Warga juga meminta agar setiap jadwal piket benar-benar dijalankan dan memiliki mekanisme pengawasan yang jelas. Dengan demikian, tidak terjadi kekosongan pelayanan ketika masyarakat membutuhkan pertolongan medis secara mendesak.
Masyarakat berharap Dinas Kesehatan Halmahera Selatan segera mengambil langkah konkret. Bagi warga, pembenahan pelayanan kesehatan tidak seharusnya menunggu munculnya korban atau persoalan yang lebih serius.
Jangan sampai menunggu ada korban jiwa baru sistem pelayanan dibenahi. Kalau memang ada persoalan dalam sistem piket atau pengawasan, segera evaluasi dan perbaiki, harap salah seorang warga.
Keluhan tersebut menjadi alarm bagi pengelola pelayanan kesehatan agar memastikan sistem pelayanan berjalan sesuai ketentuan. Persoalan kesiapsiagaan petugas, khususnya dalam menghadapi kondisi darurat, menyangkut kepentingan masyarakat luas dan membutuhkan perhatian serius dari pihak berwenang.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari Kepala Puskesmas Wayaua maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan terkait dugaan kekosongan petugas pada sif malam tersebut.
Penulis: RI











