‎SUARA DARI KUSUBIBI: BUKAN HANYA TAMBANG, TAPI HARAPAN UNTUK ANAK-ANAK

Senin, 28 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUSUBIBI — Di balik debu yang beterbangan dan suara gemuruh alat pengolah emas di Desa Kusubibi, tersimpan satu kenyataan yang tak boleh diabaikan: ratusan warga yang turun ke lokasi tambang bukan karena ingin melanggar aturan. Mereka pergi ke sana setiap hari, menanggung panas dan lelah, dengan satu tujuan suci — menyekolahkan anak-anak mereka.
‎
‎Bagi masyarakat Kusubibi, tambang itu bukan sekadar tempat mengambil emas. Itu adalah satu-satunya jalan yang terlihat untuk membeli buku, membayar biaya sekolah, dan memberi masa depan yang lebih baik bagi anak-anak mereka. Ketidakpastian setiap hari, risiko keselamatan, serta keterbatasan sarana tidak menyurutkan langkah mereka. Sebab di rumah, ada harapan yang sedang menanti: anak-anak yang ingin belajar, bermimpi, dan kelak mengangkat derajat keluarga.
‎
‎Namun, di tengah perjuangan mulia itu, mereka juga sadar: cara yang ditempuh selama ini belum sepenuhnya sah dan aman. Mereka tahu bahwa bekerja tanpa izin membawa risiko — bagi diri sendiri, bagi lingkungan, dan bagi ketenteraman bersama. Di lubuk hati terdalam, warga sebenarnya mendambakan ketenangan: bekerja dengan tenang, sah, aman, dan tidak terus-menerus merasa cemas.
‎
‎Kepada Pemerintah Daerah, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, hingga Pemerintah Provinsi Maluku Utara:
‎
‎Kami datang bukan untuk menuntut, melainkan untuk menyampaikan harapan yang tulus. Janganlah warga Kusubibi dipandang sekadar sebagai pelanggar aturan. Lihatlah mereka sebagai warga yang berjuang demi masa depan keluarganya.
‎
‎Berikanlah kami jalan yang terang, jalan yang sah, dan jalan yang aman.
‎
‎Harapan kami: Agar pemerintah membuka ruang pemberian izin pengelolaan pertambangan rakyat yang teratur, terkendali, dan sah secara hukum — khusus bagi warga setempat yang memang bergantung hidup dari sana.
‎
‎Harapan kami: Agar dibentuk pembinaan dan pendampingan, sehingga kegiatan yang sekarang dilakukan secara terpaksa dapat berubah menjadi usaha yang tertib, ramah lingkungan, dan dapat berkembang menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan.
‎
‎ Harapan kami: Agar ada jalan keluar yang manusiawi — tidak menutup mata terhadap kesulitan ekonomi masyarakat, tidak membiarkan anak-anak putus sekolah, dan tidak membiarkan lingkungan rusak tanpa pengawasan yang baik.
‎ Harapan kami: Agar warga Kusubibi dapat bangga berkata: “Kami mencari nafkah dengan jujur, dengan sah, dan dengan tenang.”
‎
‎Warga Kusubibi tidak meminta kemudahan. Mereka hanya meminta keadilan dan perhatian. Berikanlah kami kesempatan untuk bekerja dengan benar, sehingga lelah kami menjadi berkah, dan apa yang kami peroleh dapat kami persembahkan sepenuhnya untuk masa depan anak-anak kami.
‎
‎Kami percaya, di bawah kepemimpinan Bapak/Ibu Pemimpin, ada kebijaksanaan yang dapat menyatukan kepatuhan pada hukum dengan kasih sayang terhadap rakyat yang sedang berjuang.
‎
‎Semoga Desa Kusubibi kelak bukan lagi dikenal sebagai lokasi tambang ilegal, melainkan sebagai desa yang makmur, tertib, anak-anaknya cerdas, dan rakyatnya hidup dalam kedamaian.
‎
:red amkey

Berita Terkait

Ketua Umum IPMI Desak Kapolsek Bacan Barat Serius Usut Dugaan Pemalakan dan Pemukulan Jalan Labuha–Indari: Mengapa Hanya Satu Tersangka
‎Di Balik Debu Tambang Kusubibi: Harapan Baru yang Tumbuh untuk Anak Bangsa
Penasehat IPMI Pertanyakan Kinerja Polsek Bacan Barat: Dugaan Pemalakan dan Kekerasan di Jalan Labuha–Indari, Mengapa Hanya Satu Tersangka
Polda Malut Amankan 5 Tersangka Kasus Konflik di Patani Barat, 3 Orang Masih dalam Pencarian
Capaian PKK Desa Fidy Jaya Tembus di Atas 80%, Kinerja Luar Biasa Dianugerahi Apresiasi Tinggi
GAIB AKAN GERUDUK KPK DAN PT HARUM ENERGY, DESAK DUGAAN SUAP RP10 MILIAR PT HSM DIUSUT TUNTAS
Penilaian 10 Program Pokok PKK Desa Fidy Jaya Digelar, Diimbau Tak Hanya Seremonial
Penasehat IPMI Menyoroti Dugaan Pemalakan dan Kekerasan di Jalan Labuha–Indari, Minta Evaluasi Kapolsek Bacan Bara
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 00:54

Ketua Umum IPMI Desak Kapolsek Bacan Barat Serius Usut Dugaan Pemalakan dan Pemukulan Jalan Labuha–Indari: Mengapa Hanya Satu Tersangka

Senin, 28 September 2026 - 00:48

‎SUARA DARI KUSUBIBI: BUKAN HANYA TAMBANG, TAPI HARAPAN UNTUK ANAK-ANAK

Minggu, 27 September 2026 - 23:21

‎Di Balik Debu Tambang Kusubibi: Harapan Baru yang Tumbuh untuk Anak Bangsa

Minggu, 27 September 2026 - 22:50

Penasehat IPMI Pertanyakan Kinerja Polsek Bacan Barat: Dugaan Pemalakan dan Kekerasan di Jalan Labuha–Indari, Mengapa Hanya Satu Tersangka

Kamis, 24 September 2026 - 23:55

Polda Malut Amankan 5 Tersangka Kasus Konflik di Patani Barat, 3 Orang Masih dalam Pencarian

Berita Terbaru