Kasus 11 Warga Maba Sangaji: Ujian Integritas dan Akuntabilitas Hakim PN Tidore

Senin, 16 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERNATE, Newsline.id-Kasus 11 warga Maba Sangaji yang ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) atas dugaan tindak pidana menjadi ujian integritas dan akuntabilitas bagi Hakim Pengadilan Negeri Tidore.

Keluarga korban dan tim kuasa hukum Suarez Yanto Yunus SH MH & Associates berharap hakim memberikan putusan adil dan berdasarkan fakta hukum yang terungkap di persidangan.

Dalam konferensi pers di Ternate pada 15 Juni 2025, keluarga korban menekankan harapannya akan putusan yang adil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tim kuasa hukum menilai proses penetapan penahanan oleh Polda Maluku Utara tidak profesional dan proporsional.

Penahanan 11 warga Maba Sangaji atas dugaan pengancaman dan pemerasan pada 18 April dan 18 Mei, terkait masuknya mereka ke kawasan pertambangan dengan membawa senjata tajam (parang), dianggap tidak sesuai prosedur.

Tim hukum mendesak hakim menunjukkan integritas dan memberikan putusan yang adil dan benar, sesuai sumpah jabatan mereka. Mereka mempertanyakan tindakan kepolisian dalam proses penegakan hukum ini.

Proses penyidikan, pemeriksaan saksi, hingga penetapan tersangka dan penahanan yang hanya memakan waktu satu hari memang menunjukkan indikasi kurangnya profesionalisme dalam proses penegakan hukum yang dilakukan oleh pihak kepolisian Polda Malut.

“Proses hukum yang seharusnya teliti dan cermat, memerlukan waktu untuk mengumpulkan bukti, memeriksa saksi secara menyeluruh, dan menganalisis semua informasi sebelum menetapkan seseorang sebagai tersangka dan menahannya,” Sebut Suarez.

Kecepatan yang ekstrem ini menimbulkan pertanyaan tentang kelengkapan dan validitas bukti yang dikumpulkan, serta kemungkinan adanya pelanggaran prosedur hukum. Proses yang terkesan terburu-buru dapat merugikan hak-hak tersangka dan mengaburkan keadilan.

 

PENULIS : RUDI

Berita Terkait

Ilham Saleh: Yakin Brasil Raih Gelar Juara Piala Dunia 2026 dan Tambah Bintang Keenam
Dugaan Pungli Ijazah di SMPN 10 Kota Ternate Mencuat, Kepsek: Itu Kesepakatan Orang Tua dan Komite
Maluku Utara Makin Aman, Kasus Pencurian dan Perampasan Hanya Rata-Rata Satu Kasus per Pekan
Hari Lahir Pancasila, HMI FISIP UMMU Soroti Krisis Keadilan dan Lingkungan di Maluku Utara
UT Ternate Wisuda 320 Lulusan, Tegaskan Peran Pendidikan Jarak Jauh di Wilayah Kepulauan
BADKO HMI Maluku Utara Desak Pemerintah dan Legislatif Berhenti Tutup Mata: “Jangan Biarkan Standar Kapal Tidak Manusiawi”
Mahasiswa FEBI IAIN Ternate Asah Riset Lewat Pelatihan EViews
HMI Komisariat FISIP UMMU Gelar Lapak Baca dan Mimbar Bebas, Hidupkan Tradisi Literasi Kampus
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:24

Dugaan Pungli Ijazah di SMPN 10 Kota Ternate Mencuat, Kepsek: Itu Kesepakatan Orang Tua dan Komite

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:14

Maluku Utara Makin Aman, Kasus Pencurian dan Perampasan Hanya Rata-Rata Satu Kasus per Pekan

Senin, 1 Juni 2026 - 20:29

Hari Lahir Pancasila, HMI FISIP UMMU Soroti Krisis Keadilan dan Lingkungan di Maluku Utara

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:01

UT Ternate Wisuda 320 Lulusan, Tegaskan Peran Pendidikan Jarak Jauh di Wilayah Kepulauan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 19:49

BADKO HMI Maluku Utara Desak Pemerintah dan Legislatif Berhenti Tutup Mata: “Jangan Biarkan Standar Kapal Tidak Manusiawi”

Berita Terbaru