Kasus Penganiayaan dan Pengeroyokan di Desa Tagia Berjalan Lambat, Keluarga Korban Desak Kejelasan Penanganan

Jumat, 30 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALSEL,newsline.id–Kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan yang menimpa Roni Matahari, warga Desa Tagia, Kecamatan Gane Timur Tengah, Kabupaten Halmahera Selatan, hingga kini masih belum menunjukkan perkembangan signifikan.

Korban dan keluarganya merasa kecewa dengan lambannya proses penanganan perkara yang sedang ditangani oleh unit Reskrim Polsek Gane Timur Mafa.

Menurut keterangan keluarga, perkara ini telah berlangsung lebih dari empat bulan, namun hingga saat ini belum ada kejelasan mengenai penetapan tersangka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bribka Agung Teguh Tri Jatmiko selaku penyidik yang menangani kasus ini diharapkan dapat bekerja lebih maksimal agar kasus segera naik ke tahap selanjutnya.

“Kami sangat kecewa. Sudah empat bulan berlalu, tapi belum ada kepastian hukum bagi pelaku. Kami minta agar penyidik mempercepat proses, karena ini menyangkut keadilan bagi korban,” ungkap salah satu anggota keluarga korban.

Mereka berharap agar pihak kepolisian, khususnya Polsek Gane Timur, tidak menunda-nunda proses penyelidikan.

Menurut keluarga, sejumlah saksi telah dimintai keterangan, dan pelaku pun sudah pernah diperiksa dalam tahap penyidikan. Namun, hingga saat ini status hukum pelaku belum ditetapkan secara resmi sebagai tersangka.

“Kami ingin kasus ini bisa segera masuk tahap P21, agar pelaku bisa dilimpahkan ke Polres Halmahera Selatan dan ditahan sesuai hukum yang berlaku,” tambahnya.

Pantauan media dilapangan menunjukkan bahwa keluarga korban terus aktif mengawal kasus ini, meski merasa kecewa dengan minimnya informasi dan progres dari pihak kepolisian.

Mereka menilai, lambannya penanganan bisa berdampak buruk terhadap kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.

Dengan ini, keluarga korban mendesak agar Kapolsek Gane Timur dan seluruh jajaran dapat mengambil langkah tegas dan segera memberikan kepastian hukum terhadap pelaku.

Mereka berharap, tidak ada intervensi atau upaya memperlambat proses, agar keadilan bisa ditegakkan setegak-tegaknya.(*)

Reporter : kairatu

Berita Terkait

USAHAH TELAH PRES DI RORIBATI DIDUGA AMBIL MATERIAL DI KALI OBA TANPA IZIN — MAS KENTIL DIDUGA TERLIBAT, HARAP TINDAKAN TEGAS*
Puskesmas Wayaua Disorot,Warga Pertanyakan Kesiapsiagaan Petugas Sif Malam Saat Kondisi Darurat
Puskesmas Wayaua Disorot, Warga Pertanyakan Kesiapsiagaan Petugas Sif Malam Saat Kondisi Darurat
IPTU Sukardi Sain Tegaskan Kasus Kepsek SDN 84 Halsel Segera Naik Penyidikan
LSM-KANe Akan Laporkan Tiga Kepala Desa ke Kejaksaan Negeri Labuha
Masyarakat Desa Loleo Pertanyakan Anggaran Masjid Ratusan Juta, “Uangnya ke Mana
SEKRETARIS LSM KANe PERTANYAKAN TUGAS PENGAWASAN: BERAPA BANYAK ANGGARAN DANA DESA YANG BERHASIL DISELAMATKAN INSPEKTORAT? KADES LOLEO EDI AMUS DIDUGA SALAHGUNAKAN DANA HINGGA RATUSAN JUTA SAMPAI MILIAR, JADI TANTANGAN BESAR
Ketua LSM-KANe Bantah Pemberitaan Sebelumnya Terkait Dugaan Pemajakan Penambang Lokal oleh Sadam Hadi
Berita ini 148 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 05:50

USAHAH TELAH PRES DI RORIBATI DIDUGA AMBIL MATERIAL DI KALI OBA TANPA IZIN — MAS KENTIL DIDUGA TERLIBAT, HARAP TINDAKAN TEGAS*

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:23

Puskesmas Wayaua Disorot,Warga Pertanyakan Kesiapsiagaan Petugas Sif Malam Saat Kondisi Darurat

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:38

Puskesmas Wayaua Disorot, Warga Pertanyakan Kesiapsiagaan Petugas Sif Malam Saat Kondisi Darurat

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:04

IPTU Sukardi Sain Tegaskan Kasus Kepsek SDN 84 Halsel Segera Naik Penyidikan

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:56

LSM-KANe Akan Laporkan Tiga Kepala Desa ke Kejaksaan Negeri Labuha

Berita Terbaru