Ketua Bidang Kemaritiman HMI Cabang Bacan Soroti Krisis Laut Halmahera Selatan: Tambang Merusak, Nelayan Tersisih

Senin, 23 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halmahera Selatan newsline.id— Ketua Bidang Kemaritiman Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bacan, Asok J. Engka, melontarkan kritik keras terhadap meluasnya aktivitas pertambangan di wilayah pesisir Halmahera Selatan yang merusak ekosistem laut dan mengancam kehidupan nelayan.

Dalam pernyataannya pada 23 Juni 2025, Asok menyatakan bahwa ruang tangkap nelayan di wilayah pesisir semakin terdesak oleh ekspansi tambang nikel. Pemerintah daerah dinilai abai dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan industri dan kelestarian laut.

“Laut bukan sekadar sumber hidup, tetapi identitas masyarakat Halmahera Selatan. Tapi kini, laut kami tercemar, wilayah tangkapan menyusut, dan nelayan terus dirugikan oleh aktivitas industri yang tidak berpihak pada rakyat,” ujar Asok.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan laporan WALHI dan sejumlah media nasional, lebih dari 22 Izin Usaha Pertambangan (IUP) aktif di Halmahera Selatan. Mayoritas beroperasi di wilayah pesisir seperti Pulau Obi, Gane, dan Bacan Barat.

Dampaknya, kawasan mangrove, padang lamun, dan terumbu karang mengalami degradasi parah. Limbah tambang nikel yang mengalir ke laut memperparah sedimentasi dan merusak habitat biota laut.

Kerusakan ini berdampak langsung pada nelayan. Komunitas di Kecamatan Obi dan Gane melaporkan penurunan hasil tangkapan dari 30–50 kg per hari menjadi kurang dari 10 kg, bahkan dalam beberapa hari hanya memperoleh beberapa kilogram.

Seorang nelayan di wilayah Obi, Rasyid S., mengaku:

“Air laut di sekitar pesisir sudah keruh, ikan juga mulai hilang. Sekarang kami harus melaut lebih jauh dan pulangnya pun tidak pasti hasilnya. Kadang bawa pulang cuma lima kilo.” Ungkapnya

Ia juga menyayangkan minimnya perhatian dari pemerintah daerah terhadap pemulihan laut dan ketersediaan sarana tangkap.

Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan telah menyalurkan bantuan kemaritiman senilai Rp36 miliar, berupa mesin perahu dan cold box untuk nelayan. Namun, menurut Asok, langkah ini tidak menyelesaikan akar persoalan.

“Bantuan Pemerintah Dinilai Tak Menyentuh Akar Masalah, Apa gunanya mesin baru kalau lautnya rusak? Pemerintah seharusnya fokus pada penataan ruang laut, rehabilitasi mangrove, dan penertiban tambang ilegal. Jangan cuma pencitraan,” tegasnya.

 

Melalui Bidang Kemaritiman, HMI Cabang Bacan menyerukan agar Pemerintah Kabupaten dan DPRD Halmahera Selatan segera mengambil langkah-langkah berikut:

1. Menertibkan tambang-tambang ilegal dan mencabut IUP yang berada di kawasan pesisir.

2. Melakukan rehabilitasi pesisir yang rusak akibat sedimentasi dan limbah tambang.

3. Menyusun zonasi wilayah tangkap nelayan secara partisipatif berbasis data ekologi.

4. Meningkatkan keterlibatan masyarakat pesisir dalam pengawasan dan perumusan kebijakan kemaritiman.

“Kami bukan menolak pembangunan, tapi menolak ketidakadilan. Jika laut terus dikorbankan demi kepentingan segelintir, maka ribuan nelayan akan kehilangan hidupnya, bukan hanya mata pencahariannya. HMI akan tetap berdiri bersama masyarakat pesisir sampai keadilan ekologis benar-benar ditegakkan di Halmahera Selatan.” Tegas Asok J. Engka, Ketua Bidang Kemaritiman HMI Cabang Bacan

Krisis laut di Halmahera Selatan bukan hanya soal ekologi, tapi soal hak hidup nelayan, keadilan sosial, dan kedaulatan sumber daya alam. Di tengah ekspansi industri tambang, perjuangan nelayan dan suara perlawanan seperti yang disuarakan HMI Cabang Bacan menjadi penting untuk menjaga martabat daerah pesisir.

Tim; Red

Berita Terkait

Dirjen KEMENDIKDASMEN Kunjungi Pelaksanaan TKA Hari Pertama di Maluku Utara
Keceriaan Pagi di Bumi Saruma: UMKM Milenial dan Senam Nusantara Hidupkan Semangat Kebersamaan Warga
Tragedi di Tengah Tambang: Kisah Pilu Lex, Pekerja yang Terhempas Derita Batin Setelah Dikhianati Istri.
Harapan Baru Petani Sidomulyo: Saluran Pembuangan Dimulai, Kepala Desa Sirun Pimpin Perjuangan Menuju Sembada Pangan
PLN UP3 Sofifi Sukses Nyalakan Kantor BPKP Maluku Utara, Perkuat Infrastruktur Pemerintahan Regional
Kapolres Halmahera Selatan dan ibu Bhayangkari Kunjungi SLB Labuha, Berbagi Santunan dan Kasih Sayang terhadap anak anak.
Kunjungan Hangat Kapolres Halsel ke SLB Negeri Labuha: Santunan untuk Anak Tunadaksa dan Tunarungu, Janji Dukungan Abadi
Danlanal Ternate Dukung Kegiatan Presiden RI dalam Program Ketahanan Pangan TNI AL Tahun 2025
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 November 2025 - 19:22

Dirjen KEMENDIKDASMEN Kunjungi Pelaksanaan TKA Hari Pertama di Maluku Utara

Minggu, 2 November 2025 - 19:21

Keceriaan Pagi di Bumi Saruma: UMKM Milenial dan Senam Nusantara Hidupkan Semangat Kebersamaan Warga

Minggu, 2 November 2025 - 18:08

Tragedi di Tengah Tambang: Kisah Pilu Lex, Pekerja yang Terhempas Derita Batin Setelah Dikhianati Istri.

Sabtu, 1 November 2025 - 21:36

Harapan Baru Petani Sidomulyo: Saluran Pembuangan Dimulai, Kepala Desa Sirun Pimpin Perjuangan Menuju Sembada Pangan

Sabtu, 1 November 2025 - 18:01

PLN UP3 Sofifi Sukses Nyalakan Kantor BPKP Maluku Utara, Perkuat Infrastruktur Pemerintahan Regional

Berita Terbaru

Halmahera Selatan

LSM-KANe Uji Komitmen DPRD Komisi I, Berani Hadirkan Kades Loleo

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:30