Halmahera Selatan, newsline.id– Suasana haru dan penuh kehangatan menyelimuti Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Labuha, Jumat (31/10/2025). Kunjungan spesial dari Kapolres Halmahera Selatan AKBP Hendra Gunawan, S.H., S.I.K., M.M, beserta Ketua Bhayangkari Cabang setempat membawa gelombang kebahagiaan bagi puluhan siswa tunadaksa dan tunarungu. Tak hanya berbagi santunan, acara ini menjadi simbol kepedulian Polri terhadap pendidikan inklusif di pelosok Maluku Utara.
Kepala Sekolah SLB Negeri Labuha, Marsumi, menyambut rombongan dengan antusiasme yang meluap.
“Kami sangat bersyukur dan terharu atas kedatangan Kapolres dan Ibu Kapolres. Ini menunjukkan betapa pedulinya Polres Halmahera Selatan terhadap sekolah kami,” ujar Marsumi dalam sambutannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Momen yang paling mengharukan terjadi saat Marsumi mengenang salah satu guru tercinta yang baru saja tutup usia beberapa hari lalu.
“Semua guru merasa sedih kehilangan beliau. Air mata ini bukan hanya untuk kepergiannya, tapi juga untuk harapan baru yang dibawa kunjungan ini,” tambahnya sambil menahan tangis.
SLB Negeri Labuha, yang berdiri sejak 2004, telah menjadi saksi bisu perjuangan generasi anak berkebutuhan khusus di Halmahera Selatan. Hingga kini, sekolah ini telah mencetak lulusan yang kini mengabdi sebagai pendidik di tempat yang sama, bahkan sebagian diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
“Mereka adalah bukti bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berkontribusi bagi bangsa,” kata Marsumi, menekankan peran sekolah sebagai penerang harapan.
Di balik senyum siswa yang menerima santunan berupa kebutuhan nutrisi, Kapolres Halmahera Selatan menegaskan komitmen kuat Polri.
“Kami akan terus membantu SLB Negeri Labuha dalam segala hal, mulai dari pengurusan bantuan dengan pemerintah daerah hingga provinsi. Ini bukan sekadar kunjungan, tapi untuk mendukung pendidikan yang merata,” tegas Kapolres dalam orasinya yang penuh semangat.
Sementara itu, Ibu Kapolres, yang juga Ketua Bhayangkari, menambahkan nada keibuan dalam pesannya.
“Kami akan terus mendukung SLB Negeri Labuha apa pun bentuknya. Anak-anak ini adalah masa depan kita, dan Bhayangkari siap berjuang bersama untuk mewujudkan mimpi mereka,” katanya, disambut tepuk tangan meriah.
Kunjungan ini bukan hanya soal santunan, tapi juga pengingat bahwa kepedulian sosial adalah tugas mulia setiap aparatur negara. Di tengah tantangan pendidikan di daerah terpencil seperti Halmahera Selatan, inisiatif seperti ini mampu menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut berpartisipasi. Mungkinkah ini menjadi awal dari program kolaborasi jangka panjang antara Polres dan sekolah-sekolah inklusif di Maluku Utara?
Para siswa SLB Negeri Labuha pun tak kalah antusias. Dengan bahasa isyarat dan senyum lebar, sebagai ungkapan terima kasih.
Acara ditutup dengan dengan foto bersama keluarga besar SLB LABUHA dan Polres Halmahera selatan, meninggalkan jejak kebersamaan yang akan dikenang lama. Kunjungan ini membuktikan, di balik seragam polisi, ada hati yang siap memeluk setiap anak bangsa—tanpa pandang bulu.


(FHAN)












