Prof. Sutan Nasomal Pakar Hukum Internasional Minta Presiden H. Prabowo Subianto Cepat Antisipasi Dampak Konflik Israel-Iran terhadap Ekonomi Nasional

Senin, 30 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, newsline.id– Konflik bersenjata yang melibatkan Israel, Iran, dan Amerika Serikat telah mengguncang harga minyak dunia yang kini mendekati 80 dolar AS per barel. Situasi ini bukan hanya ancaman regional, tetapi juga menjadi alarm global yang patut diwaspadai oleh pemerintah Indonesia.

 

Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH., MH, Pakar Hukum Internasional dan Ekonomi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas dampak ekonomi dari konflik tersebut. Ia mengingatkan bahwa Indonesia sangat rentan terdampak, khususnya pada sektor subsidi energi, nilai tukar rupiah, serta kestabilan harga kebutuhan pokok.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Sebagai anak bangsa yang mencintai negeri ini, saya titip harapan kepada Presiden Republik Indonesia, H. Prabowo Subianto, agar sigap dalam mengantisipasi dampak dari krisis global ini. Jangan sampai rakyat kecil kembali menjadi korban ekonomi dari konflik yang terjadi di luar negeri,” ujar Prof. Sutan, Senin (23/6).

 

Ia menekankan bahwa lonjakan harga minyak mentah akan langsung membebani APBN, terutama pos subsidi BBM yang tahun ini dianggarkan sebesar Rp26,7 triliun. Jika tidak segera diantisipasi, lonjakan harga energi akan memicu efek domino: biaya logistik naik, harga bahan pokok melonjak, daya beli rakyat makin tertekan.

 

“Kami percaya Pak Presiden paham strategi pertahanan. Tapi saat ini, musuh kita bukan hanya ancaman senjata, melainkan gejolak ekonomi global. Maka, kebijakan fiskal dan proteksi ekonomi rakyat harus segera diperkuat,” tegas Prof. Sutan, yang juga Presiden Partai Oposisi Merdeka dan Pengasuh Pondok Pesantren Terpadu ASS SAQWA PLUS – Jakarta.

 

Ia juga mengingatkan bahwa jika konflik berkepanjangan dan Iran menutup Selat Hormuz, jalur utama perdagangan minyak dunia, maka dunia akan menghadapi gelombang baru krisis energi yang bisa sangat berat bagi negara berkembang seperti Indonesia.

 

“Saya mohon dengan rendah hati kepada Presiden H. Prabowo Subianto: susun skenario darurat ekonomi. Perkuat ketahanan energi nasional. Jangan tunggu sampai rakyat tercekik baru kita bergerak,” tutup Prof. Sutan

 

Narasumber: Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH., MH Pakar Hukum Internasional dan Ekonomi Presiden Partai Oposisi Merdeka Jenderal Kompii – Mantan Preman Indonesia Pengasuh Pondok Pesantren Terpadu ASS SAQWA PLUS – Jakarta Call Center 08118419260

Berita Terkait

Sinergi Pemerintah Desa Gane Luar dan Pemerintah Kecamatan Gane Timur Selatan Dan Stikholder Masyarakat Gane Luar bersama Pihak Perusahaan dalam Perbaikan Jalan Lintas
Diduga Terjadi Penyalahgunaan Dana Desa Loleo, LSM-KANe Malut Desak Kejaksaan Proses Hukum Kepala Desa dan Bendahara
Judul: Maluku Utara dan Tanah Rempah Oleh: Asrul Umarama 
Judul:Maluku Utara dan Tanah Rempah Oleh: Asrul Umarama 
Dugaan Pelecehan Verbal oleh Juru Bicara PT IWIP Memantik Kemarahan Karyawan
Dirjen KEMENDIKDASMEN Kunjungi Pelaksanaan TKA Hari Pertama di Maluku Utara
Keceriaan Pagi di Bumi Saruma: UMKM Milenial dan Senam Nusantara Hidupkan Semangat Kebersamaan Warga
Tragedi di Tengah Tambang: Kisah Pilu Lex, Pekerja yang Terhempas Derita Batin Setelah Dikhianati Istri.
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:42

Sinergi Pemerintah Desa Gane Luar dan Pemerintah Kecamatan Gane Timur Selatan Dan Stikholder Masyarakat Gane Luar bersama Pihak Perusahaan dalam Perbaikan Jalan Lintas

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:03

Diduga Terjadi Penyalahgunaan Dana Desa Loleo, LSM-KANe Malut Desak Kejaksaan Proses Hukum Kepala Desa dan Bendahara

Senin, 29 Desember 2025 - 21:47

Judul: Maluku Utara dan Tanah Rempah Oleh: Asrul Umarama 

Senin, 29 Desember 2025 - 21:40

Judul:Maluku Utara dan Tanah Rempah Oleh: Asrul Umarama 

Minggu, 28 Desember 2025 - 14:21

Dugaan Pelecehan Verbal oleh Juru Bicara PT IWIP Memantik Kemarahan Karyawan

Berita Terbaru