Judul:Maluku Utara dan Tanah Rempah Oleh: Asrul Umarama 

Senin, 29 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah timur yang salah satunya, yaitu Maluku Utara. Maluku Utara berada di gugusan kepulauan, dengan kaya hasil alam. Hasil alam sangat penting bagi masyarakat. karena rempah, inilah Maluku Utara berada urutan ke 2 dengan banyak hasil alam yang bisa dibilang sangat baik dan tidak pernah punah.

Bagaimana Maluku Utara dan tanah rempah di kagumi oleh masyarakat lain, karena luas tanah ditutupi dengan tumbuh-tumbuhan yang padat dan rempah-rempah yang berkualitas, Yang bagaimana bisa menghidupkan masyarakat.

Rempah, selalu menjadi cahaya Maluku Utara. Karena rempah, yang bisa menjaga ekonomi masyarakat dan selalu menjadi panutan pertama. Berbagai macam cara, masyarakat membuat sebuah karya seni dan budaya, untuk selalu terlihat cantik, dengan hasil rempah-rempah yang didapatkan dari alam itu sendiri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena hasil alam Maluku Utara bukan hanya berada pada kulit bumi, tapi hasil alam itu juga ada dalam tanah itu sendiri. Masyarakat menjaga alam, rempah, dengan cinta. Cinta inilah, menjadi alasan terkuat bagi masyarakat Maluku Utara, untuk membuat sebuah karya-karya yang bagaimana dikagumi oleh orang-orang di luar.

Sementara, kenapa banyak orang asing masuk hanya untuk merusak lingkungan, dan hanya mengambil hasil alam dari luar maupun dalam. Saya bisa melihat dan mendengar, masyarakat seringkali tertindas dengan cara tidak sesuai.

Kekayaan ini, sekarang di kuasai oleh orang-orang asing, yang hanya datang mengambil kekayaan. Tapi dibalik semua itu, mereka juga merusak lingkungan dan hutan lebat, tapi sekarang sisa-sisa potongan kayu yang mereka tebang, dibiarkan begitu saja.

Masalahnya, masyarakat bukan pada pemerintah, tapi yang mereka takuti seperti kejadian yang terjadi di Ace, Sumatra Barat, dan Sumatera timur, yang terjadi banjir banda. Ini menjadi satu problem takut dalam hal banjir di Maluku Utara. Karena hutan dan pohon-pohon telah di musnahkan, dan sisa-sisa potongan kayu yang besar, sehingga ketakutan itulah seringkali ada dalam pikiran masyarakat Maluku Utara.

Dan sekarang kita melihat bahwa, hutan yang lebat kini perlahan-lahan punah, tanah yang dulunya subur kini sudah tidak lagi subur. Kerana, vitamin tanah kini telah hilang dan di culik atau di ambil secara paksa.

Perlu disadari bahwa, cahaya rempah adalah sebuah panutan utama bagi masyarakat Maluku Utara, akan tetapi ada manusia yang tidak pernah punya cinta dalam dirinya. Sebagai seorang pemimpin, yang tidak pernah tahu cinta pada alam itu seperti apa.

Saya mengutip sedikit dalam buku “Rempah Terakhir Novel” pertama ya,ng ditulis oleh “HerOes”

Mengatakan bahwa, “tak ada musim harum”, karena atas dasar cinta. Pohon cengkeh yang terakhir, mereka menjaga agar tubuh pohon itu tidak di sentuh oleh alat berat, agar semua itu belum terjual dengan harga tambang.

Kehidupan modern telah memaksa pilihan yang seharusnya tidak perlu dibuat. Ketika warisan budaya dan indentitas dikalkulasi dalam rupia, maka seluruh makna hidup telah berubah bentuk.

Dalam buku “Rempah terakhir” Menurut (Herman Oesman, Dosen sosiologi)

Musim hujan belum datang. Tapi tanah di sekitar pohon cengkeh terakhir itu tak lagi kering. Sejak peristiwa pengepungan alat berat gagal menghancurkan hutan kecil itu, langit seperti menahan hujan seakan-akan memberi waktu bagi manusia dan bumi untuk berdialog. Namun waktu itu terasa tegang.

Peristiwa ini kemudian menjadi lebih besar, tapi manusia yang berhuni dibawah pohon cengkeh itu, mereka menjaga agar tidak ditebang oleh para pekerja yang sedang mengikuti arahan pemimpinnya. Karena cinta manusia pula telah disatukan oleh pohon Cengkeh (Rempah Terakhir).

Di sebuah ruang redaksi media daring alternatif, seorang editor menunjuk layar leptop dan berkata, ” kita harus turun ke sana. Ini lebih dari sekedar cerita lingkungan. Ini tentang identitas, tentang hal, tentang bangsa yang sedang hilang akarnya.

Sementara masalah itu terdengar di kampus-kampus, mahasiswa berbagi jurusan turn untuk menyadarkan berita untuk penguasa agar memberhentikan operasi pertambangan hanya merusak lingkungan hidup manusia.

Kini sebuah pulau kecil menolak dilenyapkan. Di bawah pohon terkahir, mereka bernyanyi bukan untuk romantisme, tapi untuk hidup yang Tek bisa dibeli.

Tulisan ini bercerita tentang kehidupan manusia, dan alam. Bagaimana pentingnya hutan, dan rempah-rempah yang membawa makna dalam kehidupan masyarakat Maluku Utara. Namun bukan hanya bentuk cinta, tapi dibalik cinta itulah ada solidaritas yang telah dibangun oleh masyarakat setempat.

Siap mati demi menjaga alam dan rempah-rempah yang masi berdiri dengan subur. Keharuman rempah itu, sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Bahkan, rempah menjadi salah satu indentitas masyarakat Maluku Utara.

Bahwa kali ini pemerintah daerah, yang selama ini berdiri di antara keharusan pembangunan dan tekanan masyarakat, mandadak merasa dikhianati. Gubernur Maluku Utara dalam pernyataan resminya di Media lokal. Ini bagaimana mereka membangunkan banyak pihak agar gubernur bisa menguasai otonomi di daerah Maluku Utara.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Judul: Maluku Utara dan Tanah Rempah Oleh: Asrul Umarama 
Dugaan Pelecehan Verbal oleh Juru Bicara PT IWIP Memantik Kemarahan Karyawan
Kunjungan Hangat Kapolres Halsel ke SLB Negeri Labuha: Santunan untuk Anak Tunadaksa dan Tunarungu, Janji Dukungan Abadi
Ironi Musdus Lukulamo: Kepala Dusun Ghadir, Warga Kecewa Aspirasi Tak Tersalur
Semangat Sumpah Pemuda ke-97 Menyatu dengan HUT ke-3 Karang Taruna Tunas Harapan: Energi Baru untuk Desa Lukulamo yang Maju!
Eksekusi Sengketa Tanah di Maliaro Sah dan Final, BPN Tegaskan Putusan Sudah Inkracht
Ahli Waris Arsyad Sawal Tegaskan Ada Kejanggalan dalam Eksekusi Tanah Maliaro
Kompolnas Desak Kapolda Tindak Tegas Oknum Polisi yang Rusak Citra Polri
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Desember 2025 - 21:47

Judul: Maluku Utara dan Tanah Rempah Oleh: Asrul Umarama 

Senin, 29 Desember 2025 - 21:40

Judul:Maluku Utara dan Tanah Rempah Oleh: Asrul Umarama 

Minggu, 28 Desember 2025 - 14:21

Dugaan Pelecehan Verbal oleh Juru Bicara PT IWIP Memantik Kemarahan Karyawan

Jumat, 31 Oktober 2025 - 11:43

Kunjungan Hangat Kapolres Halsel ke SLB Negeri Labuha: Santunan untuk Anak Tunadaksa dan Tunarungu, Janji Dukungan Abadi

Rabu, 29 Oktober 2025 - 16:29

Ironi Musdus Lukulamo: Kepala Dusun Ghadir, Warga Kecewa Aspirasi Tak Tersalur

Berita Terbaru