DEFENISI MEMBACA
Pengertian membaca menurut Louise Rosenblatt ahli pendidikan sastra Amerika Serikat. Menurutnya membaca adalah proses transaksi antara pembaca dan teks. Pembaca membentuk makna melalui pengalaman pengetahuan dan emosi yang mereka bawa dalam proses membaca.
Louise Rosenblatt juga menekankan pentingnya peran membaca dalam membentuk teks, pembaca tidak juga hanya informasi, tetapi juga membentuk melalui pengalaman dan pengetahuan mereka (Literature as exploration 1938)
PERINTAH MEMBACA
Perintah membaca ini tidak hanya kita mendapatkan didunia pendidikan saja dimasa kita masih berusia anak-anak ketikan masih berada di jenjang pendidikan Sekolah Dasar, guru kita selalu mengajarkan kita untuk membaca huruf-huruf abjad agar kita mengenal huruf-huruf abjad dengan baik sehingga kita mampu mengasah kecerdasan kita untuk membaca dan memahami kata demi kata bahkan kalimat demi kalimat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun perintah membaca ini juga dalam konteks keyakinan kita juga baik dalam agama apapun pastinya kita selalu diajarkan untuk tetap membaca. Contohnya di dalam keyakinan ummat Islam meyakini perintah membaca ini diperintahkan langsung oleh ALLAH SWT, melalui malaikat Jibril sebagaimana turunnya Wahyu Tuhan untuk pertama kalinya yang diterima oleh nabi Muhammad Saw adalah perintah membaca. Jibril berkata Iqra (Bacalah)
Dalam bukunya Ary Ginanjar Agustian (ESQ) menjelaskan perintah untuk membaca adalah perintah langsung oleh ALLAH SWT. Membaca adalah awal mula suatu perintah untuk mengenal dan berpikir tentang eksistensi diri serta Tuhan sebagai pencipta inilah yang namakan perintah membaca kedalam (Inner journey) sedangkan kedua adalah membaca keluar (auter journey) yang membaca fenomena kehidupan ini sehingga kita mampu membaca dan memahami fenomena alam kehidupan ini dengan baik. Contohnya kita sering bergumul dengan pertanyaan apa sesungguhnya makna dari sebuah kesenian? Untuk apa? Sehingga kita mampu membaca dan menemukan jawaban sesungguhnya. Manusia juga tidak hanya diminta oleh Tuhan untuk membaca alam dan ilmu fisika tetapi manusia dan hubungan sosialnya, bahkan juga tentang penciptanya begitu pula dengan ilmu-ilmu ekonomi, hukum, budaya dan juga politik. (Ary Ginanjar Agustian “ESQ”)
BELAJAR DARI BANGSA JEPANG
Disaat jepang mengejar ketinggalannya, kaum muda jepang dikirim ke berbagai negara dikawasan eropa dan Amerika secara besar-besaran dengan tujuan untuk belajar. Semua buku-buku barat di terjemahkan kedalam bahasa jepang sehingga memudahkan proses transfer ilmu pengetahuan dan teknologi didunia barat. Sehingga saat inipun hampir semua buku-buku tentang ilmu pengetahuan telah diterjemahkan dalam bahasa jepang, buku-buku di Jepang dijual dengan harga murah. Dorongan ini pula yang telah membuat bangsa Jepang memiliki kebiasaan gemar membaca. Hal itu bisa dilihat dimana mana (Dijepang) baik dikereta api dalam bus-bus di stasiun-stasiun atau dimana saja hampir semua orang jepang tak ketinggalan membaca.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya












