Banjir Kepung Halmahera Selatan, Mahasiswa Desak Pemerintah Ambil Langkah Konkret

Senin, 23 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halmahera Selatan, newsline.id_ 23 Juni 2025 — Beberapa hari terakhir, wilayah Halmahera Selatan kembali dilanda banjir besar. Hujan deras yang mengguyur secara terus-menerus telah melumpuhkan aktivitas warga di berbagai kecamatan. Rumah-rumah terendam, akses jalan terputus, dan puluhan warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

 

Banjir kali ini bukan hanya meninggalkan genangan air dan lumpur, tetapi juga menorehkan luka mendalam dan keresahan di tengah masyarakat. Warga mempertanyakan arah perhatian pemerintah terhadap isu lingkungan dan kesiapsiagaan bencana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Menanggapi kondisi tersebut, Himpunan Pelajar Mahasiswa Halmahera Selatan (HIPMA Halsel) melalui salah satu anggotanya, Muhaimin Mufrad, menyuarakan keprihatinan sekaligus desakan kepada pemerintah daerah. Mereka menilai banjir bukan semata-mata akibat curah hujan tinggi, melainkan akibat kelalaian struktural dan lemahnya pengelolaan lingkungan.

 

“Ini bukan hanya soal bencana alam, tapi krisis kemanusiaan dan keadilan. Pemerintah harus bertanggung jawab atas kondisi ini, bukan sekadar menjadi pengamat pasif,” tegas Muhaimin.

 

HIPMA Halsel menyayangkan tanggapan pemerintah yang dinilai masih bersifat jangka pendek seperti kunjungan seremonial, pembagian sembako, dan penyuluhan sesaat. Menurut mereka, masyarakat membutuhkan tindakan nyata dan sistematis.

 

Selain itu, mereka juga menyoroti perlunya penyusunan peta risiko banjir berbasis data ilmiah dan pelibatan masyarakat dalam perencanaan pembangunan.

 

“Banjir bukan semata fenomena tahunan. Ini adalah cermin lemahnya tata kelola dan peringatan atas kesalahan kolektif kita. Saatnya pemerintah berhenti menyalahkan cuaca dan mulai membenahi sistem,” tambah Muhaimin.

 

Dalam situasi darurat ini, HIPMA Halsel juga mendorong pemerintah untuk memperkuat edukasi publik tentang pentingnya menjaga lingkungan, serta membuka ruang partisipasi masyarakat dalam pengawasan kebijakan.

 

“Halmahera Selatan bisa bangkit, tapi hanya jika ada kemauan politik, partisipasi rakyat, dan keberanian untuk berubah,” tutupnya.

Berita Terkait

Keadilan Hanya Menjadi Barang Sukar Ketika Hukum Ditegakkan Pada yang Bayar
Terkait Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa Loleo, LSM-KANe Nilai Inspektorat Hanya Jadi Penonton  
LSM-KANe Desak Polres Halsel Evaluasi Oknum Penyidik Polsek Obi Terkait Dugaan Tindakan Premanisme
Pancasila di Tanah Obi: Antara Harapan dan Realitas
pernyataan organisasi:Azwar Abubakar: LSM-KANe Malut Akan Gelar Aksi di Polsek Obi
POLRES HALMAHERA SELATAN SAMPAIKAN HAK JAWAB TERKAIT PEMBERITAAN DUGAAN AROGANSI PENYIDIK POLSEK OBI
ASN BPKAD Halmahera Selatan Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Penganiayaan Wartawan
LSM-KANe Malut Kecam Dugaan Arogansi Penyidik Polsek Obi.
Berita ini 74 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 09:09

Keadilan Hanya Menjadi Barang Sukar Ketika Hukum Ditegakkan Pada yang Bayar

Senin, 1 Juni 2026 - 17:49

Terkait Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa Loleo, LSM-KANe Nilai Inspektorat Hanya Jadi Penonton  

Senin, 1 Juni 2026 - 16:25

LSM-KANe Desak Polres Halsel Evaluasi Oknum Penyidik Polsek Obi Terkait Dugaan Tindakan Premanisme

Senin, 1 Juni 2026 - 09:30

pernyataan organisasi:Azwar Abubakar: LSM-KANe Malut Akan Gelar Aksi di Polsek Obi

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:43

POLRES HALMAHERA SELATAN SAMPAIKAN HAK JAWAB TERKAIT PEMBERITAAN DUGAAN AROGANSI PENYIDIK POLSEK OBI

Berita Terbaru