Diduga Diserang Ular Piton, Warga Desa Waisakai Ditemukan Meninggal di Dalam Perut Ular

Selasa, 28 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepulauan Sula – Seorang warga Desa Waisakai, Kecamatan Mangoli Utara Timur, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, dilaporkan meninggal dunia setelah diduga diserang seekor ular piton di kawasan perbatasan Desa Waisakai dan Desa Pelita Jaya Kobo, tepatnya di Jalan Lalnana, pada Senin (27/7/2026).

Peristiwa tersebut diketahui setelah aparat kepolisian menerima laporan dari Kapolsubsektor Waisakai kepada Kapolsek Mangoli Timur. Berdasarkan laporan tersebut, korban diketahui bernama Hasim Lumbesi (40), seorang petani yang berdomisili di Desa Waisakai.

Menurut kronologi yang disampaikan dalam laporan awal, sekitar pukul 03.00 WIT korban diketahui berjalan kaki seorang diri dari arah Desa Pelita Jaya menuju Desa Waisakai. Hingga sore hari, korban belum juga tiba di rumah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekitar pukul 17.30 WIT, saksi bernama Candara bersama tiga rekannya yang hendak kembali ke Desa Waisakai menemukan sejumlah barang milik korban, berupa tas ransel, sandal jepit, dan senter cas di pinggir jalan. Di sekitar lokasi juga ditemukan bercak darah.

Saat melanjutkan perjalanan beberapa langkah ke depan, saksi melihat seekor ular piton berukuran sekitar tujuh meter yang diduga telah menelan korban. Saksi kemudian berusaha mencari jaringan telepon untuk menghubungi keluarga korban dan memastikan apakah korban telah tiba di rumah. Setelah diketahui korban belum pulang, saksi bersama rekan-rekannya kembali ke Desa Pelita Jaya untuk meminta bantuan warga.
Warga kemudian mendatangi lokasi kejadian dan berhasil melumpuhkan ular tersebut. Setelah ular dibelah, korban ditemukan telah meninggal dunia di dalam perut ular.

Mendapat laporan tersebut, personel Kapolsubsektor Waisakai langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP), melakukan pengecekan terhadap korban, serta mengevakuasi jenazah ke Desa Waisakai dengan berjalan kaki.

Peristiwa tragis ini menggemparkan masyarakat setempat. Hingga berita ini ditulis, aparat kepolisian masih melakukan pendataan dan penanganan lebih lanjut terkait kejadian tersebut.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi kawasan hutan atau perkebunan yang diketahui menjadi habitat satwa liar, terutama pada malam hingga dini hari, guna menghindari kejadian serupa.

Berita Terkait

Kapolri Mutasi Pejabat di Polda Maluku Utara, Wakapolda hingga Dir Reskrimsus Berganti
Masyarakat Desa Lelewi Apresiasi Kinerja Kepala Desa, 14 Rumah Terima Bantuan Rehabilitasi BSPS
PS Mekarsari Juara Dodaga Cup I, Ketua KONI Haltim Tekankan Sportivitas dan Persaudaraan
Sampah Berserakan di Jalan Lintas Provinsi Desa Lelilef Waibulan, Weda Tengah, Halmahera Tengah
Diduga Tak Kantongi Izin Sah, UD Pratama Mebel di Garoju Disorot, Polda Malut Diminta Turun Tangan
TIDORE MEMANGGIL! GENERASI MUDA SULTAN NUKU GUGAT 81 TAHUN PERJALANAN NEGARA — REFERENDUM, FEDERALISME, DAN KEDAULATAN RAKYAT DISERUKAN
Semangat Kemerdekaan, Polda Malut Perkuat Kekompakan Lewat Ajang Lomba
Kapolda Maluku Utara Hadiri Upacara Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 RI di Sofifi
Berita ini 289 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:09

Kapolri Mutasi Pejabat di Polda Maluku Utara, Wakapolda hingga Dir Reskrimsus Berganti

Senin, 31 Agustus 2026 - 05:40

Masyarakat Desa Lelewi Apresiasi Kinerja Kepala Desa, 14 Rumah Terima Bantuan Rehabilitasi BSPS

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:13

PS Mekarsari Juara Dodaga Cup I, Ketua KONI Haltim Tekankan Sportivitas dan Persaudaraan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:54

Sampah Berserakan di Jalan Lintas Provinsi Desa Lelilef Waibulan, Weda Tengah, Halmahera Tengah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:34

Diduga Tak Kantongi Izin Sah, UD Pratama Mebel di Garoju Disorot, Polda Malut Diminta Turun Tangan

Berita Terbaru