Heboh Penemuan Potongan Kaki di Ternate, Polisi: Bukan Pembunuhan, Kesalahan Prosedur Penguburan

Kamis, 28 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ternate, newsline.id_28 Agustus 2025 – Warga Kota Ternate, Maluku Utara, dikejutkan oleh penemuan potongan kaki manusia di tempat sampah dekat Hotel Sahid Bela, Kelurahan Jati, Kecamatan Ternate Selatan, pada pagi ini. Temuan mengerikan ini awalnya memicu spekulasi liar tentang kemungkinan kasus pembunuhan atau pembuangan mayat secara ilegal. Namun, setelah penyelidikan cepat, Polres Ternate memastikan bahwa ini bukanlah tindak kriminal, melainkan kesalahan prosedur penguburan sisa organ dari operasi medis.

Kejadian bermula dari seorang pasien, pria asal Pulau Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, yang menjalani operasi amputasi lutut kaki kiri di RSUD dr. H. Chasan Boesoirie pada 27 Agustus 2025, sekitar pukul 15.30 WIT. Operasi dilakukan untuk menyelamatkan nyawa pasien yang menderita tumor pada kaki kirinya. Sesuai prosedur medis standar di Indonesia, yang diatur oleh etika kedokteran dan peraturan rumah sakit, potongan kaki yang diamputasi diserahkan kepada keluarga pasien, dalam hal ini ibunya, untuk dikuburkan dengan layak.

Bagian tubuh tersebut dianggap sebagai “sisa organ” yang harus diperlakukan secara khusus, bukan limbah medis biasa.
Namun, keluarga pasien, yang berasal dari luar Ternate dan mengaku tidak memiliki sanak saudara di kota tersebut, mengalami kendala dalam mengurus penguburan. Mereka meminta bantuan seorang ojek dengan membayar Rp20.000 untuk menguburkan potongan kaki tersebut. Sayangnya, entah karena kesalahpahaman atau kelalaian, potongan kaki yang dikemas dalam tas plastik kuning justru dibuang ke tempat sampah di dekat Hotel Sahid Bela, lokasi yang ramai dan dekat dengan pusat kota.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pagi ini, seorang petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Ternate menemukan tas plastik tersebut saat mengangkut sampah ke truk. Isi tas, yang ternyata berupa potongan kaki manusia masih segar, langsung memicu kepanikan warga. Polisi segera bertindak cepat, memasang garis polisi di lokasi, dan mengevakuasi potongan kaki ke RSUD Chasan Boesoirie untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Ternate, AKBP Anita Ratna Yulianto, melalui Kasihumas AKP Umar Kombong, menjelaskan bahwa penyelidikan telah dilakukan dengan cermat. “Kami telah mengidentifikasi pasien melalui rekam medis rumah sakit dan memeriksa keterangan keluarga. Tidak ada unsur pidana dalam kasus ini. Ini murni kesalahan prosedur penguburan oleh pihak keluarga,” ujar Umar. Ia menegaskan bahwa kasus ini bukanlah pembunuhan atau tindakan kriminal lainnya, melainkan akibat kurangnya koordinasi dalam penanganan sisa organ.

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kepada keluarga pasien mengenai prosedur penanganan sisa organ pascaoperasi. RSUD dr. H. Chasan Boesoirie menyatakan akan mengevaluasi proses komunikasi dengan keluarga pasien untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Sementara itu, warga Ternate diimbau untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan spekulasi yang dapat memicu keresahan.

Kasus ini, meski mengejutkan, akhirnya terklarifikasi sebagai sebuah kekeliruan prosedural. Namun, kisah ini meninggalkan pelajaran berharga tentang pentingnya komunikasi dan tanggung jawab bersama dalam menangani prosedur medis yang sensitif.

Tim/Red

Berita Terkait

Diduga Petugas Puskesmas Gane Luar Asyik Nobar, Warga Keluhkan Pelayanan Kesehatan dan Minta Dinas Kesehatan Bertindak
Masyarakat Lapar, Kepala Desa Kenyang? LSM-KANe Malut Desak Kejaksaan Usut Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa Loleo
Pemerintah Desa Yamli Serahkan Bantuan Ketahanan Pangan kepada Masyarakat
LSM KANe: Kades Loleo Edi Amus Tinggalkan Tugas 8 Bulan, Pemda Halsel Diminta Jangan Tutup Mata!  
Diduga Terjadi Penyalahgunaan Dana Desa Loleo, LSM-KANe Malut Desak Kejaksaan Proses Hukum Kepala Desa dan Bendahara
Tiang Listrik atau Batang Pohon? Penampakan di Jalan menuju Desa Suma Tinggi Tuai Perhatian Publik
Klarifikasi Kapus Lelilef Terkait Pemberitaan Operasional Ambulans: Pelayanan Tetap Berjalan, Kendala Utama Keterbatasan Tenaga Sopir
Diduga Terjadi Penyalahgunaan Dana Desa Loleo, LSM-KANe Malut Desak Kejaksaan Proses Hukum Kepala Desa dan Bendahara
Berita ini 74 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 21:25

Diduga Petugas Puskesmas Gane Luar Asyik Nobar, Warga Keluhkan Pelayanan Kesehatan dan Minta Dinas Kesehatan Bertindak

Senin, 6 Juli 2026 - 19:26

Masyarakat Lapar, Kepala Desa Kenyang? LSM-KANe Malut Desak Kejaksaan Usut Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa Loleo

Senin, 6 Juli 2026 - 12:57

Pemerintah Desa Yamli Serahkan Bantuan Ketahanan Pangan kepada Masyarakat

Kamis, 2 Juli 2026 - 15:40

LSM KANe: Kades Loleo Edi Amus Tinggalkan Tugas 8 Bulan, Pemda Halsel Diminta Jangan Tutup Mata!  

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:03

Diduga Terjadi Penyalahgunaan Dana Desa Loleo, LSM-KANe Malut Desak Kejaksaan Proses Hukum Kepala Desa dan Bendahara

Berita Terbaru