Halmahera Selatan – Kepala Desa Sosepe, Sudin Jumati, dengan tegas membantah segala tudingan yang dialamatkan kepadanya terkait dugaan memperkaya diri sendiri melalui penyalahgunaan Dana Desa. Bantahan ini disampaikan menyusul munculnya pemberitaan dari salah satu media online yang menyebutkan bahwa sejumlah proyek pembangunan desa tidak berjalan sebagaimana mestinya dan diduga terdapat praktik korupsi, Selasa (29/4/2025).
Dalam keterangan persnya, Sudin menyatakan bahwa tuduhan tersebut merupakan fitnah yang sengaja disebarkan untuk merusak kredibilitasnya sebagai pimpinan desa dan menciptakan kegaduhan di tengah masyarakat. Ia menilai bahwa informasi yang beredar tidak memiliki dasar fakta dan bertendensi menjatuhkan nama baiknya secara pribadi dan kelembagaan.
“Saya tegaskan bahwa seluruh kegiatan pembangunan yang menggunakan Dana Desa direncanakan secara terbuka. Semua realisasi anggaran pun kami jalankan sesuai prosedur dan diawasi oleh pihak berwenang. Tidak ada sepeser pun dana desa yang saya gunakan untuk kepentingan pribadi,” tegas Sudin.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tudingan muncul dari seorang warga yang mengaku bernama Eman, yang menyebut bahwa proyek jalan tani yang diklaim dibiayai dengan Dana Desa sejatinya adalah hasil swadaya masyarakat. Menanggapi hal itu, Sudin tidak menampik bahwa terdapat partisipasi masyarakat dalam pembangunan, namun bukan berarti proyek tersebut tidak dibiayai oleh dana resmi desa.
“Memang ada proyek jalan tani yang pengerjaannya melibatkan swadaya masyarakat, tetapi itu bukan berarti tidak ada anggaran desa yang terlibat. Keterlibatan warga adalah bentuk gotong royong, bukan pengganti anggaran,” jelasnya.
Sudin juga mengakui bahwa beberapa proyek mengalami keterlambatan pelaksanaan akibat kondisi teknis dan faktor cuaca, namun ia memastikan bahwa proyek-proyek tersebut tetap berjalan sesuai rencana dan tidak ada yang fiktif.
“Kami tidak pernah main-main dengan anggaran negara. Laporan keuangan selalu kami sampaikan sesuai ketentuan, dan semuanya bisa diaudit. Kalau memang ada yang menyatakan proyek itu mangkrak, mari kita lihat bersama progresnya di lapangan,” katanya.
Lebih lanjut, ia membantah keras tudingan penyelewengan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dialokasikan untuk masyarakat terdampak pandemi. Menurutnya, pendistribusian bantuan dilakukan berdasarkan data yang telah diverifikasi dan telah dilaporkan ke dinas terkait.
“Kalau ada warga yang merasa tidak menerima BLT, biasanya karena ada persoalan administratif, seperti data ganda atau tidak masuk kategori penerima. Tapi saya pastikan bahwa tidak ada dana yang dialihkan untuk kepentingan pribadi,” ujar Sudin.
Sudin Jumati mencurigai adanya motif politik di balik isu ini, mengingat semakin dekatnya tahun politik di tingkat Desa. Ia menilai bahwa serangan ini sengaja dirancang oleh pihak-pihak yang tidak puas dengan kepemimpinannya dan ingin menciptakan ketidakstabilan di desa.
“Saya siap jika masalah ini harus dibawa ke ranah hukum. Saya tidak akan lari dari tanggung jawab. Kalau perlu, semua laporan keuangan desa saya buka untuk publik agar semuanya jelas,” ujarnya penuh keyakinan.
Ia juga mengimbau masyarakat Desa Sosepe agar tidak mudah percaya pada isu-isu yang belum terbukti kebenarannya. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas desa dan ikut mengawasi jalannya pembangunan demi kepentingan bersama.
“Mari kita fokus membangun desa. Jangan mau dipecah-belah oleh fitnah yang bisa merugikan kita semua,” pungkasnya.
Wartawan : Ilham Saleh











