Klarifikasi Kontraktor Terkait Upah Tukang Proyek SD Negeri 58 Halmahera Selatan: Komitmen Penyelesaian dan Harapan Kedamaian

Sabtu, 25 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halmahera Selatan, newsline.id– Polemik mengenai keterlambatan pembayaran sisa upah tukang proyek pembangunan SD Negeri 58 di Desa Boso, Kecamatan Gane Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, kini menemui titik terang. Pihak kontraktor yang bertanggung jawab atas proyek tersebut memberikan klarifikasi resmi untuk menjawab isu yang mencuat pasca unggahan Mikson di media sosial, yang memicu perhatian dan spekulasi di kalangan masyarakat.

Dalam pernyataannya kepada newaline.id, pihak kontraktor menegaskan bahwa isu ini bukanlah masalah yang berkaitan langsung dengan proyek pembangunan sekolah, melainkan bersifat pribadi antara dirinya dan Mikson. Ia menjelaskan bahwa keterlambatan pembayaran sisa upah para tukang disebabkan oleh kendala teknis, yakni anggaran proyek yang belum sepenuhnya cair.

“Saya ingin meluruskan bahwa ini bukan soal proyek sekolah. Ini urusan pribadi dengan Pak Mikson. Soal sisa upah, memang anggaran belum cair, tapi saya pastikan semua tukang sudah menerima panjar (uang muka) sebagian,” ujar kontraktor, yang saat ini sedang berada di Surabaya untuk menghadiri acara wisuda anaknya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan nada penuh tanggung jawab, kontraktor menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan kewajiban tersebut.

“Begitu saya kembali ke Bacan dari Surabaya, saya akan segera membayarkan seluruh sisa upah para tukang. Saya tidak lari dari tanggung jawab, dan saya pastikan semua akan diselesaikan dengan baik,” katanya optimis.

Ia juga meminta kesabaran dari Mikson dan para tukang, seraya berharap masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan atas situasi ini.

Isu ini bermula dari unggahan Mikson di Facebook, yang menyebutkan bahwa sisa upah sejumlah tukang proyek SD Negeri 58 belum dibayarkan. Unggahan tersebut langsung menarik perhatian publik dan memicu berbagai spekulasi di kalangan warga Halmahera Selatan.

Namun, klarifikasi ini diharapkan dapat menjernihkan informasi dan meredam keresahan yang muncul.
Proyek pembangunan SD Negeri 58 sendiri merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan untuk meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan di wilayah Gane Barat Utara. Proyek ini melibatkan tenaga kerja lokal, sehingga keterlambatan pembayaran upah menjadi sorotan utama masyarakat setempat. Warga Desa Boso pun menyampaikan harapan agar permasalahan ini dapat diselesaikan secara baik-baik.

“Kami percaya kontraktor akan menepati janjinya. Yang terpenting, hak para tukang segera dibayar,” ujar salah seorang warga yang memilih untuk tidak disebutkan namanya.

Kontraktor juga secara khusus menyampaikan pesan kepada Mikson agar bersabar, menegaskan bahwa dirinya tidak berniat mengelak dari tanggung jawab.

“Saya meminta Pak Mikson untuk bersabar. Saya sedang di Surabaya karena acara keluarga, tapi insyaallah begitu saya kembali ke Bacan, semua sisa upah akan saya bayarkan,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Klarifikasi ini menjadi langkah penting untuk meredakan ketegangan dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kelancaran proyek pembangunan di Halmahera Selatan. Kontraktor berjanji akan memberikan kabar terbaru segera setelah kembali ke Bacan dan menyelesaikan proses pembayaran.

Warga Desa Boso dan masyarakat Halmahera Selatan secara umum menantikan realisasi komitmen kontraktor tersebut. Proyek SD Negeri 58 bukan hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi juga simbol harapan untuk masa depan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak di wilayah tersebut. Dengan penyelesaian masalah ini, diharapkan hubungan baik antara kontraktor, tenaga kerja, dan masyarakat setempat dapat terjaga.

Klarifikasi ini diharapkan dapat menjadi jembatan untuk menyelesaikan kesalahpahaman dan membawa kedamaian bagi semua pihak. Publik kini menanti langkah nyata dari kontraktor untuk memenuhi janjinya, demi menjaga harmoni dan kepercayaan dalam pembangunan infrastruktur pendidikan di Halmahera Selatan.

Tim/red

Berita Terkait

Audit Khusus Dana Desa Loleo, Kades dan Sekdes Absen karena Alasan Sakit, LSM-KANe Malut Soroti Kejanggalan
Ilham Saleh: Yakin Brasil Raih Gelar Juara Piala Dunia 2026 dan Tambah Bintang Keenam
LSM-KANe Malut Desak Inspektorat Segera Serahkan Hasil Audit Dana Desa Loleo ke Kejaksaan
Dugaan Pungli Ijazah di SMPN 10 Kota Ternate Mencuat, Kepsek: Itu Kesepakatan Orang Tua dan Komite
Kepala Desa Nyonyifi Bantah Tuduhan dalam Pemberitaan, Sebut Tidak Pernah Dikonfirmasi Sebelum Dipublikasikan
Kegiatan Pelepasan Siswa-Siswi PAUD Satria Mandiri Desa Balita Angkatan XV
Kantor Desa Kembali Dipalang, Masyarakat Desa Loleo Desak Bupati Copot Kades Edi Amus
Masyarakat Desa Yamli Apresiasi Kinerja Ilyas Kadari sebagai Kepala Desa
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 20:41

Audit Khusus Dana Desa Loleo, Kades dan Sekdes Absen karena Alasan Sakit, LSM-KANe Malut Soroti Kejanggalan

Sabtu, 27 Juni 2026 - 20:08

Ilham Saleh: Yakin Brasil Raih Gelar Juara Piala Dunia 2026 dan Tambah Bintang Keenam

Sabtu, 27 Juni 2026 - 06:18

LSM-KANe Malut Desak Inspektorat Segera Serahkan Hasil Audit Dana Desa Loleo ke Kejaksaan

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:24

Dugaan Pungli Ijazah di SMPN 10 Kota Ternate Mencuat, Kepsek: Itu Kesepakatan Orang Tua dan Komite

Kamis, 25 Juni 2026 - 07:06

Kepala Desa Nyonyifi Bantah Tuduhan dalam Pemberitaan, Sebut Tidak Pernah Dikonfirmasi Sebelum Dipublikasikan

Berita Terbaru