MA Alkhairaat Labuha Peringati Hari Pahlawan dengan Ziarah dan Diskusi Sejarah di Kedaton Bacan

Senin, 10 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Labuha, newsline.id — Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional, Madrasah Aliyah (MA) Alkhairaat Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan, menyelenggarakan kegiatan reflektif yang sarat makna. Usai melaksanakan upacara bendera di halaman sekolah, para guru dan siswa melanjutkan momentum peringatan dengan dua agenda penting: ziarah ke makam para Sultan Bacan dan kunjungan ke Kedaton Kesultanan Bacan untuk berdiskusi mengenai sejarah serta warisan budaya lokal.

Kepala MA Alkhairaat Labuha menuturkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan bagian dari proses pendidikan karakter dan penanaman nilai historis bagi peserta didik.

 “Kami ingin siswa-siswi belajar langsung dari sumber sejarah, memahami peran besar Kesultanan Bacan dalam perjalanan Maluku Utara, dan menumbuhkan rasa hormat terhadap para pendahulu,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kegiatan ziarah, para siswa diajak mendoakan arwah para Sultan yang telah berjasa membangun peradaban dan mempertahankan kedaulatan daerah. Sementara di Kedaton Kesultanan Bacan, rombongan disambut hangat oleh pihak Kesultanan yang kemudian memaparkan sejarah panjang Kesultanan Bacan, termasuk kontribusinya dalam jaringan perdagangan dan penyebaran Islam di wilayah Nusantara bagian timur.

Kegiatan ini menjadi media pembelajaran kontekstual yang menghubungkan teori dengan realitas sejarah. Melalui pengalaman langsung di lapangan, siswa-siswi diajak untuk memahami bahwa sejarah bukan sekadar kumpulan tanggal dan peristiwa, tetapi juga cermin identitas dan akar budaya mereka.

“Sejarah lokal penting untuk dikenalkan kepada generasi muda, karena tidak semua kisah perjuangan leluhur kita tercatat dalam buku pelajaran nasional. Lewat kunjungan seperti ini, mereka belajar menghargai warisan dan memahami jati diri daerahnya,” tambah salah satu guru pendamping.

Kunjungan ke Kedaton Bacan juga menjadi sarana memperkuat kesadaran akan pentingnya menjaga warisan budaya dan nilai-nilai local wisdom yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Melalui kegiatan ini, MA Alkhairaat Labuha berharap dapat menumbuhkan semangat kebangsaan, memperdalam kecintaan terhadap daerah, serta menegaskan bahwa perjuangan dan kepahlawanan tidak hanya milik masa lalu, tetapi juga bagian dari tanggung jawab generasi kini untuk menjaga dan melanjutkannya.

 

Penulis : Suparman Hanafi

Pimpinan redaksi newsline.id Maluku Utara
Redaktur newsline.id Maluku Utara

Berita Terkait

Administrasi SD 173 Terbengkalai, Status Akademik Kepala Sekolah Ikut Disorot Publik
Masyarakat dan LSM-KANe Akan Gelar Aksi Jika Inspektorat Tidak Segera Audit Khusus Dana Desa Loleo
Polemik SDN 173 Halsel Kian Memanas, Surat Bermaterai Kepala Sekolah Tuai Sorotan Tajam Publik
Masyarakat Desa Anggai Apresiasi Kepala Desa Sebagai Pemimpin Idealis.
BADKO HMI Maluku Utara Soroti Proyek SDN 173 Halsel yang Molor Dua Tahun, Bupati Bassam Kasuba Tidak Boleh Diam
Kades Diduga Korupsi Uang Desa, LSM KANe Kecam Keras Dugaan Perlindungan Oknum DPRD  
Kades Loleo Pura-Pura Sakit, LSM-KANe Nilai DPRD Komisi I Juga “Sakit”
LSM-KANe Uji Komitmen DPRD Komisi I, Berani Hadirkan Kades Loleo
Berita ini 89 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:27

Administrasi SD 173 Terbengkalai, Status Akademik Kepala Sekolah Ikut Disorot Publik

Jumat, 29 Mei 2026 - 08:56

Masyarakat dan LSM-KANe Akan Gelar Aksi Jika Inspektorat Tidak Segera Audit Khusus Dana Desa Loleo

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:04

Polemik SDN 173 Halsel Kian Memanas, Surat Bermaterai Kepala Sekolah Tuai Sorotan Tajam Publik

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:40

Masyarakat Desa Anggai Apresiasi Kepala Desa Sebagai Pemimpin Idealis.

Senin, 25 Mei 2026 - 16:22

BADKO HMI Maluku Utara Soroti Proyek SDN 173 Halsel yang Molor Dua Tahun, Bupati Bassam Kasuba Tidak Boleh Diam

Berita Terbaru