Minimnya Dukungan Kepala Desa Warnai Turnamen Piala Bupati Cup 2025 Zona Makian

Sabtu, 11 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halmahera Selatan, newsline.id_Turnamen Piala Bupati Cup Kabupaten Halmahera Selatan Tahun 2025, yang digadang-gadang sebagai ajang pembinaan generasi muda dan penguatan solidaritas masyarakat, justru terhambat oleh minimnya partisipasi kepala desa di zona Makian. Meskipun Bupati Halmahera Selatan telah mengeluarkan instruksi tegas agar seluruh pemerintah desa berperan aktif, sejumlah kepala desa tampak mengabaikan arahan tersebut, memicu kekecewaan dari panitia dan masyarakat.

Pantauan di lapangan mengungkapkan bahwa beberapa desa di zona Makian tidak menunjukkan keterlibatan nyata dalam turnamen ini. Sejumlah kepala desa bahkan absen pada upacara pembukaan, sementara lainnya tidak mengalokasikan anggaran untuk mendukung tim desa masing-masing. Akibatnya, semangat kebersamaan yang menjadi tujuan utama kegiatan ini terasa pincang.

Seorang anggota panitia pelaksana, yang meminta identitasnya dirahasiakan, menyampaikan kekecewaannya. “Kami telah menerima surat edaran resmi dari Dinas Pemuda dan Olahraga serta arahan langsung dari Bupati yang menegaskan pentingnya partisipasi semua desa. Sayangnya, beberapa kepala desa beralasan tidak memiliki anggaran atau menganggap turnamen ini bukan prioritas,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa Bupati telah menekankan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan juga sarana pembinaan generasi muda dan promosi potensi daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kurangnya dukungan dari kepala desa memicu sorotan keras dari masyarakat. Seorang tokoh masyarakat Pulau Makian, yang enggan disebut namanya, menyayangkan sikap apatis para kepala desa.

“Jika kegiatan seperti ini saja diabaikan, bagaimana mereka bisa bicara tentang pembangunan yang melibatkan masyarakat? Turnamen ini bukan hanya soal olahraga, tetapi tentang tanggung jawab moral untuk memajukan daerah,” tegasnya.

Masyarakat menilai, sikap sebagian kepala desa mencerminkan lemahnya komitmen terhadap kegiatan sosial yang dapat mempererat hubungan antarwilayah. Padahal, turnamen ini dirancang untuk memupuk sportivitas, memperkuat solidaritas, dan menggali potensi pemuda di bidang olahraga.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan terkait sikap sejumlah kepala desa. Namun, sumber internal menyebutkan bahwa Bupati akan menggelar evaluasi menyeluruh terhadap tingkat partisipasi desa dalam kegiatan daerah, termasuk Piala Bupati Cup 2025. Langkah ini diharapkan dapat mendorong kepala desa untuk lebih serius mendukung program-program pembangunan masyarakat.

Turnamen Piala Bupati Cup 2025, yang diikuti puluhan tim dari berbagai kecamatan, sejatinya menjadi ajang bergengsi untuk memupuk semangat kebersamaan dan sportivitas. Namun, minimnya dukungan dari sebagian kepala desa di zona Makian dinilai telah mencederai tujuan mulia tersebut. Jika kondisi ini dibiarkan, dikhawatirkan semangat partisipasi masyarakat akan meredup, dan nilai-nilai sportivitas di tingkat desa akan semakin terkikis.

Masyarakat dan panitia berharap agar seluruh kepala desa di Halmahera Selatan, khususnya di zona Makian, dapat menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung kegiatan serupa di masa mendatang. Arahan Bupati diharapkan tidak hanya menjadi formalitas, tetapi benar-benar diwujudkan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“Turnamen ini adalah cerminan semangat kita bersama. Mari jadikan ajang ini sebagai momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan membangun masa depan pemuda yang lebih baik,” tutup salah satu panitia dengan penuh harap.

Redaksi: Nasrun

Berita Terkait

Diduga Petugas Puskesmas Gane Luar Asyik Nobar, Warga Keluhkan Pelayanan Kesehatan dan Minta Dinas Kesehatan Bertindak
Masyarakat Lapar, Kepala Desa Kenyang? LSM-KANe Malut Desak Kejaksaan Usut Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa Loleo
Pemerintah Desa Yamli Serahkan Bantuan Ketahanan Pangan kepada Masyarakat
LSM KANe: Kades Loleo Edi Amus Tinggalkan Tugas 8 Bulan, Pemda Halsel Diminta Jangan Tutup Mata!  
Diduga Terjadi Penyalahgunaan Dana Desa Loleo, LSM-KANe Malut Desak Kejaksaan Proses Hukum Kepala Desa dan Bendahara
Tiang Listrik atau Batang Pohon? Penampakan di Jalan menuju Desa Suma Tinggi Tuai Perhatian Publik
Klarifikasi Kapus Lelilef Terkait Pemberitaan Operasional Ambulans: Pelayanan Tetap Berjalan, Kendala Utama Keterbatasan Tenaga Sopir
Diduga Terjadi Penyalahgunaan Dana Desa Loleo, LSM-KANe Malut Desak Kejaksaan Proses Hukum Kepala Desa dan Bendahara
Berita ini 103 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 21:25

Diduga Petugas Puskesmas Gane Luar Asyik Nobar, Warga Keluhkan Pelayanan Kesehatan dan Minta Dinas Kesehatan Bertindak

Senin, 6 Juli 2026 - 19:26

Masyarakat Lapar, Kepala Desa Kenyang? LSM-KANe Malut Desak Kejaksaan Usut Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa Loleo

Senin, 6 Juli 2026 - 12:57

Pemerintah Desa Yamli Serahkan Bantuan Ketahanan Pangan kepada Masyarakat

Kamis, 2 Juli 2026 - 15:40

LSM KANe: Kades Loleo Edi Amus Tinggalkan Tugas 8 Bulan, Pemda Halsel Diminta Jangan Tutup Mata!  

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:03

Diduga Terjadi Penyalahgunaan Dana Desa Loleo, LSM-KANe Malut Desak Kejaksaan Proses Hukum Kepala Desa dan Bendahara

Berita Terbaru