Warga Bisui Tanam Pohon di Jalan Rusak: Sindiran Pedas untuk Kepala Desa dan Camat yang Lalai

Kamis, 21 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bisui, newsline.id_20 Agustus 2025 – Warga Desa Bisui, Kecamatan Gane Timur Tengah, menggelar aksi unik sekaligus penuh makna sebagai bentuk protes terhadap pemerintah desa dan kecamatan yang dianggap abai terhadap kondisi infrastruktur. Pada Rabu pagi, puluhan warga setempat menanam dua pohon kelapa dan pisang di tengah jalan masuk desa yang berlubang dan becek, serta memasang papan bertuliskan “Bisui Kecamatan Rupiah“.

Aksi ini menjadi simbol kekecewaan mendalam masyarakat terhadap ketidak becusan pemerintah dalam mengelola perbaikan jalan.
Jalan masuk Desa Bisui, yang juga merupakan pusat pemerintahan desa dan kecamatan, sudah lama menjadi keluhan warga. Kondisinya yang rusak parah, penuh lubang, dan becek saat hujan membuat aktivitas sehari-hari warga, seperti transportasi dan distribusi kebutuhan pokok, terganggu.

Warga menilai pemerintah desa (Pemdes) Bisui dan pihak kecamatan tidak serius mencari solusi, meski keluhan ini telah berulang kali disampaikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

seorang warga, ILfan Marasaoly, mengungkapkan kekecewaannya, “Pemerintah sama sekali tidak mengurus jalan rusak ini. Kami, warga, bahkan harus patungan untuk memperbaiki jalan agar bisa digunakan. Ini bukan tanggung jawab kami, tapi pemerintah yang seharusnya bertindak!” Ucapannya mencerminkan frustrasi yang dirasakan warga atas lambannya respons otoritas setempat.

Aksi menanam pohon ini bukan hanya sekadar protes, tetapi juga sindiran tajam. Pohon kelapa dan pisang yang ditanam di lubang jalan menjadi simbol bahwa warga lebih memilih “menghijaukan” jalan daripada menunggu janji kosong pemerintah.

Papan bertuliskan Bisui Kecamatan Rupiah pun mempertegas pesan bahwa pemerintah kecamatan tidak boleh lepas tangan dari masalah ini.
Aksi warga ini sontak menjadi perbincangan di kalangan masyarakat dan media sosial.

Banyak yang memuji kreativitas warga dalam menyampaikan aspirasi, meski ada pula yang khawatir aksi ini dapat memicu ketegangan dengan pihak berwenang.

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari Pemdes Bisui maupun pihak kecamatan terkait aksi tersebut.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa infrastruktur, khususnya jalan, adalah urat nadi kehidupan masyarakat desa. Ketidakpedulian pemerintah terhadap masalah ini tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga menimbulkan ketidakpercayaan warga terhadap pemimpin mereka.

Akankah aksi ini mendorong perubahan nyata, atau justru berlalu begitu saja tanpa solusi? Warga Desa Bisui kini menanti langkah konkret dari pemerintah untuk mengembalikan kepercayaan mereka.

Penulis : Sudirman Jamal

Berita Terkait

USAHAH TELAH PRES DI RORIBATI DIDUGA AMBIL MATERIAL DI KALI OBA TANPA IZIN — MAS KENTIL DIDUGA TERLIBAT, HARAP TINDAKAN TEGAS*
Puskesmas Wayaua Disorot,Warga Pertanyakan Kesiapsiagaan Petugas Sif Malam Saat Kondisi Darurat
Puskesmas Wayaua Disorot, Warga Pertanyakan Kesiapsiagaan Petugas Sif Malam Saat Kondisi Darurat
IPTU Sukardi Sain Tegaskan Kasus Kepsek SDN 84 Halsel Segera Naik Penyidikan
LSM-KANe Akan Laporkan Tiga Kepala Desa ke Kejaksaan Negeri Labuha
Sinergi Pemerintah Desa Gane Luar dan Pemerintah Kecamatan Gane Timur Selatan Dan Stikholder Masyarakat Gane Luar bersama Pihak Perusahaan dalam Perbaikan Jalan Lintas
Masyarakat Desa Loleo Pertanyakan Anggaran Masjid Ratusan Juta, “Uangnya ke Mana
SEKRETARIS LSM KANe PERTANYAKAN TUGAS PENGAWASAN: BERAPA BANYAK ANGGARAN DANA DESA YANG BERHASIL DISELAMATKAN INSPEKTORAT? KADES LOLEO EDI AMUS DIDUGA SALAHGUNAKAN DANA HINGGA RATUSAN JUTA SAMPAI MILIAR, JADI TANTANGAN BESAR
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 05:50

USAHAH TELAH PRES DI RORIBATI DIDUGA AMBIL MATERIAL DI KALI OBA TANPA IZIN — MAS KENTIL DIDUGA TERLIBAT, HARAP TINDAKAN TEGAS*

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:23

Puskesmas Wayaua Disorot,Warga Pertanyakan Kesiapsiagaan Petugas Sif Malam Saat Kondisi Darurat

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:38

Puskesmas Wayaua Disorot, Warga Pertanyakan Kesiapsiagaan Petugas Sif Malam Saat Kondisi Darurat

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:04

IPTU Sukardi Sain Tegaskan Kasus Kepsek SDN 84 Halsel Segera Naik Penyidikan

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:56

LSM-KANe Akan Laporkan Tiga Kepala Desa ke Kejaksaan Negeri Labuha

Berita Terbaru