Banjir di Pagi Buta Akibat Kelalaian Kontraktor: Pemerintah dan Kontraktor Diminta Tanggung Jawab

Senin, 23 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halsel, newsline.id_Pagi dini hari tadi, minggu (22/6/2025), banjir melanda sejumlah wilayah akibat luapan air dari Kali Inggoi. Bencana ini diduga dipicu oleh kelalaian kontraktor yang dengan sengaja menutup atau memperkecil aliran hilir sungai, menyebabkan air tertampung dan meluap hingga menggenangi pemukiman warga. Warga mengecam tindakan tersebut dan menuntut pertanggungjawaban penuh dari kontraktor serta pemerintah sebagai pengawas proyek

Menurut keterangan warga setempat, proyek yang dikerjakan di sekitar Kali Inggoi diduga mengabaikan aspek drainase.

“Saluran air sengaja diperkecil, padahal ini musim hujan. Akibatnya, air njem (terbendung) dan kampung kami kebanjiran,” ujar salah satu warga terdampak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Banjir yang terjadi sejak pukul 03.30 WIT ini merendam ratusan rumah, memutus akses jalan, dan menyebabkan kerugian materi yang signifikan.Ketua RT setempat, menambahkan bahwa warga telah berulang kali memperingatkan kontraktor agar tidak mempersempit aliran sungai, namun tidak diindahkan.

“Kami sudah lapor, tapi seperti dianggap angin lalu. Sekarang lihat hasilnya, warga yang jadi korban,” keluhnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kontraktor. Sementara itu, pemerintah daerah sebagai pengontrol sosial publik juga belum memberikan klarifikasi terkait pengawasan proyek yang diduga lalai ini. Masyarakat menuntut agar pemerintah segera mengambil langkah tegas, termasuk mengevaluasi izin proyek dan memastikan kompensasi bagi warga terdampak.

 

Banjir ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap proyek infrastruktur, terutama yang berdampak pada sistem aliran air. Warga berharap musibah ini menjadi pelajaran berharga agar kelalaian serupa tidak terulang di masa depan. Pemerintah dan kontraktor kini berada di bawah sorotan publik untuk bertanggung jawab atas bencana yang seharusnya bisa dicegah ini.

Penulis; Fan

Berita Terkait

USAHAH TELAH PRES DI RORIBATI DIDUGA AMBIL MATERIAL DI KALI OBA TANPA IZIN — MAS KENTIL DIDUGA TERLIBAT, HARAP TINDAKAN TEGAS*
Puskesmas Wayaua Disorot,Warga Pertanyakan Kesiapsiagaan Petugas Sif Malam Saat Kondisi Darurat
Puskesmas Wayaua Disorot, Warga Pertanyakan Kesiapsiagaan Petugas Sif Malam Saat Kondisi Darurat
IPTU Sukardi Sain Tegaskan Kasus Kepsek SDN 84 Halsel Segera Naik Penyidikan
LSM-KANe Akan Laporkan Tiga Kepala Desa ke Kejaksaan Negeri Labuha
Masyarakat Desa Loleo Pertanyakan Anggaran Masjid Ratusan Juta, “Uangnya ke Mana
SEKRETARIS LSM KANe PERTANYAKAN TUGAS PENGAWASAN: BERAPA BANYAK ANGGARAN DANA DESA YANG BERHASIL DISELAMATKAN INSPEKTORAT? KADES LOLEO EDI AMUS DIDUGA SALAHGUNAKAN DANA HINGGA RATUSAN JUTA SAMPAI MILIAR, JADI TANTANGAN BESAR
Ketua LSM-KANe Bantah Pemberitaan Sebelumnya Terkait Dugaan Pemajakan Penambang Lokal oleh Sadam Hadi
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 05:50

USAHAH TELAH PRES DI RORIBATI DIDUGA AMBIL MATERIAL DI KALI OBA TANPA IZIN — MAS KENTIL DIDUGA TERLIBAT, HARAP TINDAKAN TEGAS*

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:23

Puskesmas Wayaua Disorot,Warga Pertanyakan Kesiapsiagaan Petugas Sif Malam Saat Kondisi Darurat

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:38

Puskesmas Wayaua Disorot, Warga Pertanyakan Kesiapsiagaan Petugas Sif Malam Saat Kondisi Darurat

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:04

IPTU Sukardi Sain Tegaskan Kasus Kepsek SDN 84 Halsel Segera Naik Penyidikan

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:56

LSM-KANe Akan Laporkan Tiga Kepala Desa ke Kejaksaan Negeri Labuha

Berita Terbaru