Halmahera Selatan, newsline.id_ 22 Juni 2025 – Curah hujan ekstrem yang melanda wilayah Halmahera Selatan sejak dini hari tadi menyebabkan banjir besar yang merendam ratusan rumah warga, khususnya di Desa Labuha, Amasing Kota Barat, Amasing Kota Utara, dan Amasing Kali. Bencana yang disebut sebagai kejadian luar biasa ini memaksa sekitar 2.430 jiwa mengungsi dari kediaman mereka. Meski tidak ada korban jiwa, kerusakan material cukup signifikan, termasuk jembatan, rumah warga, serta barang-barang berharga seperti elektronik dan perabotan rumah tangga.Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, langsung bergerak cepat merespons bencana ini.
Ia memimpin penyaluran bantuan makanan kepada warga terdampak dan menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Selatan untuk segera membentuk posko penanganan bencana. Dalam keterangannya, Bupati Bassam menyebut banjir ini sebagai peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya di wilayah tersebut akibat curah hujan yang sangat tinggi.
“Meskipun ini musibah, kami berharap dapat menanganinya bersama-sama dengan baik. Prioritas kami adalah memastikan para pengungsi mendapatkan pelayanan terbaik, mulai dari kebutuhan makanan hingga logistik lainnya,” ujar Bupati Bassam dengan tegas saat mengunjungi lokasi terdampak, didampingi jajaran Forkopimda dan pimpinan OPD, termasuk Kapolres Halsel AKBP Hendra Gunawa, Dandim 1509/Labuha Letkol Inf Syamsul, serta Kepala BPBD Aswin Adam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk mendukung kebutuhan warga, Pemkab Halmahera Selatan telah mendirikan dapur umum guna menyediakan makanan siap saji. Selain itu, bantuan berupa selimut, terpal, alas tidur, dan pakaian layak pakai juga didistribusikan. BPBD bersama instansi terkait terus melakukan evakuasi warga ke tempat aman dan memetakan titik-titik rawan banjir sebagai langkah antisipasi ke depan.Kepala BPBD Halmahera Selatan, Aswin Adam, melaporkan bahwa banjir dipicu oleh hujan deras yang dimulai sejak pukul 04.00 WIT.
“Kerusakan infrastruktur yang tercatat meliputi satu unit jembatan patah di Desa Tuokona, satu jembatan darurat rusak di Desa Kubung, dan satu rumah warga yang terdampak. Kami terus berkoordinasi dengan BNPB Provinsi Maluku Utara untuk memastikan penanganan bencana berjalan optimal,” ungkap Aswin.
Pemkab Halmahera Selatan menegaskan komitmennya untuk mempercepat penanganan bencana. Langkah strategis ini diharapkan dapat membantu warga terdampak segera pulih dan kembali menjalani aktivitas normal.
“Kami tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga pada langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang,” tambah Bupati Bassam.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, Forkopimda, dan masyarakat, Halmahera Selatan berupaya bangkit dari musibah ini dengan semangat gotong royong. Warga pun diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat kondisi cuaca yang masih labil. (red)
Penulis: Fan











