HALSEL newsline.id Banjir di Desa Soligi, Pulau Obi, Halmahera Selatan, diduga kuat disebabkan oleh aktivitas pertambangan di sekitar desa, bukan hanya curah hujan tinggi. Asyudin La Masiha, seorang putra daerah, menekankan kerusakan lingkungan akibat pertambangan sebagai faktor utama, mengakibatkan hilangnya fungsi hutan sebagai penyangga air. Ia mendesak investigasi independen dan evaluasi aktivitas pertambangan untuk mencegah kejadian serupa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Banjir di Soligi telah mengganggu aktivitas harian warga, memaksa sebagian untuk mengungsi, dan melumpuhkan aktivitas sosial ekonomi. Asyudin La Masiha menyerukan tindakan cepat dan serius dari pemerintah daerah, termasuk Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dan BPBD. Ia meminta pembentukan tim investigasi independen untuk menyelidiki penyebab utama banjir dan menilai dampak kerusakan hutan akibat pertambangan. Selain itu, evaluasi terhadap seluruh aktivitas pertambangan di sekitar Soligi diperlukan untuk memastikan kepatuhan perusahaan terhadap pelestarian lingkungan dan mencegah bencana serupa di masa depan .

Pernyataan Asyudin bahwa banjir di Soligi tidak hanya disebabkan oleh hujan, tetapi juga oleh aktivitas pertambangan, didukung oleh fakta bahwa sebelum adanya aktivitas pertambangan, hujan deras tidak pernah menyebabkan banjir. Pembukaan lahan tambang menghilangkan hutan yang berfungsi sebagai penyangga air, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap banjir. Hal ini sejalan dengan temuan studi lain yang menunjukkan bahwa deforestasi akibat aktivitas pertambangan dapat meningkatkan risiko bencana banjir. Aktivitas pertambangan juga dapat menyebabkan perubahan hidrologi, seperti pendangkalan sungai dan perubahan aliran air, yang memperparah dampak hujan lebat .
Kasus banjir di Soligi menyoroti pentingnya mempertimbangkan dampak lingkungan dari aktivitas pertambangan. Investigasi menyeluruh dan evaluasi aktivitas pertambangan sangat penting untuk mencegah bencana serupa dan melindungi masyarakat dari risiko lingkungan. Peristiwa ini juga menjadi pengingat akan perlunya perencanaan tata ruang yang memperhatikan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Tim/red











