Banjir Soligi: Peran Aktivitas Pertambangan

Sabtu, 14 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

HALSEL newsline.id Banjir di Desa Soligi, Pulau Obi, Halmahera Selatan, diduga kuat disebabkan oleh aktivitas pertambangan di sekitar desa, bukan hanya curah hujan tinggi. Asyudin La Masiha, seorang putra daerah, menekankan kerusakan lingkungan akibat pertambangan sebagai faktor utama, mengakibatkan hilangnya fungsi hutan sebagai penyangga air. Ia mendesak investigasi independen dan evaluasi aktivitas pertambangan untuk mencegah kejadian serupa.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Banjir di Soligi telah mengganggu aktivitas harian warga, memaksa sebagian untuk mengungsi, dan melumpuhkan aktivitas sosial ekonomi. Asyudin La Masiha menyerukan tindakan cepat dan serius dari pemerintah daerah, termasuk Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dan BPBD. Ia meminta pembentukan tim investigasi independen untuk menyelidiki penyebab utama banjir dan menilai dampak kerusakan hutan akibat pertambangan. Selain itu, evaluasi terhadap seluruh aktivitas pertambangan di sekitar Soligi diperlukan untuk memastikan kepatuhan perusahaan terhadap pelestarian lingkungan dan mencegah bencana serupa di masa depan .

Foto banjir di desa soligi
                        Desa soligi

 

Pernyataan Asyudin bahwa banjir di Soligi tidak hanya disebabkan oleh hujan, tetapi juga oleh aktivitas pertambangan, didukung oleh fakta bahwa sebelum adanya aktivitas pertambangan, hujan deras tidak pernah menyebabkan banjir. Pembukaan lahan tambang menghilangkan hutan yang berfungsi sebagai penyangga air, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap banjir. Hal ini sejalan dengan temuan studi lain yang menunjukkan bahwa deforestasi akibat aktivitas pertambangan dapat meningkatkan risiko bencana banjir. Aktivitas pertambangan juga dapat menyebabkan perubahan hidrologi, seperti pendangkalan sungai dan perubahan aliran air, yang memperparah dampak hujan lebat .

 

Kasus banjir di Soligi menyoroti pentingnya mempertimbangkan dampak lingkungan dari aktivitas pertambangan. Investigasi menyeluruh dan evaluasi aktivitas pertambangan sangat penting untuk mencegah bencana serupa dan melindungi masyarakat dari risiko lingkungan. Peristiwa ini juga menjadi pengingat akan perlunya perencanaan tata ruang yang memperhatikan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Tim/red

Berita Terkait

BADKO HMI Maluku Utara Soroti Proyek SDN 173 Halsel yang Molor Dua Tahun, Bupati Bassam Kasuba Tidak Boleh Diam
Kades Diduga Korupsi Uang Desa, LSM KANe Kecam Keras Dugaan Perlindungan Oknum DPRD  
Kades Loleo Pura-Pura Sakit, LSM-KANe Nilai DPRD Komisi I Juga “Sakit”
LSM-KANe Uji Komitmen DPRD Komisi I, Berani Hadirkan Kades Loleo
Kepala Desa Loleo Takut Hadir RDP di DPR, Ada Apa? Mengaku Tak Perlu Hadir Karena “Banyak Orang Dalam”
LSM KANe: Ketidakhadiran Edi Amus di RDP DPRD Adalah Bentuk Pengkhianatan Masyarakat
Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa Loleo Jadi Atensi Publik, LSM-KANe Menduga Inspektorat Jadi Penonton
Kepsek SDN 173 Halsel Klarifikasi Sejumlah Masalah Sekolah
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 16:22

BADKO HMI Maluku Utara Soroti Proyek SDN 173 Halsel yang Molor Dua Tahun, Bupati Bassam Kasuba Tidak Boleh Diam

Senin, 25 Mei 2026 - 13:10

Kades Diduga Korupsi Uang Desa, LSM KANe Kecam Keras Dugaan Perlindungan Oknum DPRD  

Minggu, 24 Mei 2026 - 09:29

Kades Loleo Pura-Pura Sakit, LSM-KANe Nilai DPRD Komisi I Juga “Sakit”

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:30

LSM-KANe Uji Komitmen DPRD Komisi I, Berani Hadirkan Kades Loleo

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:40

Kepala Desa Loleo Takut Hadir RDP di DPR, Ada Apa? Mengaku Tak Perlu Hadir Karena “Banyak Orang Dalam”

Berita Terbaru

Halmahera Selatan

LSM-KANe Uji Komitmen DPRD Komisi I, Berani Hadirkan Kades Loleo

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:30