Sofifi,– Forum Kota Sofifi, Maluku Utara, menggelar aksi kemanusiaan bertajuk “Peduli Bencana Sumatera-Aceh” dengan menggalang dana untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir bandang dan longsor di tiga provinsi di Pulau Sumatera, yaitu Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
Aksi yang berlangsung sejak Jumat, 5 Desember 2025 hingga Selasa, 9 Desember 2025 ini dipusatkan di Bundaran 40 Kota Sofifi. Kegiatan dimulai setiap hari dari pagi hingga sore hari dan melibatkan sedikitnya 15 organisasi kepemudaan, kemahasiswaan, keagamaan, dan kemasyarakatan yang tergabung dalam Forum Kota Sofifi.
“Kami ingin menunjukkan rasa kebersamaan dan kepedulian masyarakat Maluku Utara terhadap saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah banjir bandang di Sumatera dan Aceh. Meskipun jauh secara geografis, rasa kemanusiaan tidak mengenal jarak,” ujar Nunarto Ibra, salah satu perwakilan panitia, saat ditemui di lokasi penggalangan dana, Sinen (8/12/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, Koordinator Lapangan aksi, Bapak Sidin, menyampaikan bahwa seluruh dana yang terkumpul akan disalurkan secara transparan melalui lembaga atau organisasi kemanusiaan yang kredibel untuk membantu korban bencana di ketiga provinsi tersebut.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat Maluku Utara, mulai dari pelajar, mahasiswa, pegawai, pedagang, hingga masyarakat umum untuk bersama-sama berpartisipasi. Sekecil apapun bantuan yang diberikan sangat berarti bagi mereka yang sedang membutuhkan,” tambah Sidin.
Hingga hari ketiga pelaksanaan (Minggu, 7 Desember 2025), antusiasme masyarakat cukup tinggi. Banyak warga yang datang secara pribadi maupun rombongan untuk menyalurkan donasi, baik dalam bentuk uang tunai maupun barang kebutuhan pokok.
Aksi penggalangan dana ini akan ditutup pada Selasa, 9 Desember 2025 pukul 17.00 WIT, diikuti laporan pertanggungjawaban dan penyaluran bantuan kepada pihak yang berwenang untuk segera diteruskan ke lokasi bencana.
Masyarakat yang ingin berpartisipasi namun tidak sempat datang ke Bundaran 40 masih dapat menyalurkan bantuan melalui panitia yang bertugas di lapangan hingga hari terakhir.












