IPB University Dorong Nilai Tambah Komoditas Lokal melalui Pelatihan Budidaya dan Pengolahan Pala-Kenari di Pulau Mekian

Minggu, 19 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halmahera Selatan, newsline.id– Dalam upaya memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah, IPB University menggelar Pelatihan Teknis Budidaya Pala dan Pengolahan Produk Turunan Pala serta Kenari di Aula Kantor Camat Pulau Mekian, Halmahera Selatan.

Acara yang dihadiri sekitar 40 peserta, terdiri dari petani pala, petani kenari, dan staf pemerintahan kecamatan, dibuka secara resmi oleh perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Halmahera Selatan. Dua pemateri ahli dari IPB University hadir untuk berbagi pengetahuan mendalam seputar budidaya berkelanjutan serta pengolahan produk turunan yang berpotensi meningkatkan pendapatan petani.

Pelatihan ini dirancang untuk memberikan solusi menyeluruh bagi petani, mulai dari teknik budidaya hingga pengolahan produk yang bernilai jual tinggi. Para peserta mendapatkan wawasan teknis tentang pembibitan, penanaman, pemupukan, serta pengendalian hama dan penyakit tanaman pala secara berkelanjutan. Tidak hanya itu, mereka juga dilatih untuk mengolah hasil panen menjadi produk turunan inovatif, seperti minyak pala, manisan kenari, sabun aromaterapi, hingga olahan kuliner berbasis rempah lokal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami ingin petani tidak hanya menjual hasil panen mentah, tetapi mampu mengolahnya menjadi produk unggulan yang bernilai tambah. Dengan pelatihan ini, kami berharap pala dan kenari dari Pulau Mekian bisa bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar salah satu pemateri dari IPB University.

Sesi praktik menjadi salah satu momen yang paling dinanti. Para peserta diajak untuk mempelajari proses penyulingan minyak pala, pembuatan manisan kenari, hingga teknik pengemasan produk yang sesuai dengan standar pasar modern. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membuka wawasan petani tentang potensi ekonomi dari inovasi produk.

Selain aspek teknis, pelatihan ini juga menekankan pentingnya pertanian ramah lingkungan dan kewirausahaan berbasis komoditas lokal. Para petani diperkenalkan pada konsep value chain (rantai nilai), yang mencakup seluruh proses dari budidaya (hulu) hingga pengolahan dan pemasaran produk (hilir). Dengan memahami rantai nilai ini, petani diharapkan mampu mengoptimalkan potensi pala dan kenari untuk menembus pasar regional bahkan nasional.

“Pelatihan ini adalah langkah strategis untuk membangun kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal. Kami optimistis Pulau Mekian bisa menjadi sentra inovasi pala dan kenari di Halmahera Selatan,” ungkap perwakilan Bappeda Halmahera Selatan dengan penuh semangat.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para petani aktif bertanya dan berbagi pengalaman, menciptakan diskusi yang kaya dan produktif. Banyak peserta menyatakan bahwa pelatihan ini membuka peluang baru untuk meningkatkan pendapatan mereka melalui produk olahan yang lebih variatif dan marketable.

Dengan dukungan IPB University dan pemerintah daerah, kegiatan ini menjadi tonggak awal bagi transformasi ekonomi di Pulau Mekian. Diharapkan, para petani dapat terus mengembangkan keterampilan mereka, menciptakan produk unggulan, dan menjadikan pala serta kenari sebagai komoditas andalan yang mendukung kesejahteraan masyarakat lokal.

Newsline.id akan terus memantau perkembangan inisiatif ini dan dampaknya bagi petani serta perekonomian Pulau Mekian ke depan.

Berita Terkait

LSM KANe: Kades Loleo Edi Amus Tinggalkan Tugas 8 Bulan, Pemda Halsel Diminta Jangan Tutup Mata!  
Tiang Listrik atau Batang Pohon? Penampakan di Jalan menuju Desa Suma Tinggi Tuai Perhatian Publik
Klarifikasi Kapus Lelilef Terkait Pemberitaan Operasional Ambulans: Pelayanan Tetap Berjalan, Kendala Utama Keterbatasan Tenaga Sopir
Diduga Terjadi Penyalahgunaan Dana Desa Loleo, LSM-KANe Malut Desak Kejaksaan Proses Hukum Kepala Desa dan Bendahara
Audit Khusus Dana Desa Loleo, Kades dan Sekdes Absen karena Alasan Sakit, LSM-KANe Malut Soroti Kejanggalan
LSM-KANe Malut Desak Inspektorat Segera Serahkan Hasil Audit Dana Desa Loleo ke Kejaksaan
Kepala Desa Nyonyifi Bantah Tuduhan dalam Pemberitaan, Sebut Tidak Pernah Dikonfirmasi Sebelum Dipublikasikan
Kegiatan Pelepasan Siswa-Siswi PAUD Satria Mandiri Desa Balita Angkatan XV
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 15:40

LSM KANe: Kades Loleo Edi Amus Tinggalkan Tugas 8 Bulan, Pemda Halsel Diminta Jangan Tutup Mata!  

Senin, 29 Juni 2026 - 21:10

Tiang Listrik atau Batang Pohon? Penampakan di Jalan menuju Desa Suma Tinggi Tuai Perhatian Publik

Senin, 29 Juni 2026 - 18:31

Klarifikasi Kapus Lelilef Terkait Pemberitaan Operasional Ambulans: Pelayanan Tetap Berjalan, Kendala Utama Keterbatasan Tenaga Sopir

Senin, 29 Juni 2026 - 18:09

Diduga Terjadi Penyalahgunaan Dana Desa Loleo, LSM-KANe Malut Desak Kejaksaan Proses Hukum Kepala Desa dan Bendahara

Sabtu, 27 Juni 2026 - 06:18

LSM-KANe Malut Desak Inspektorat Segera Serahkan Hasil Audit Dana Desa Loleo ke Kejaksaan

Berita Terbaru