Jembatan Akebobo Ambruk, Warga Gaimu dan Sawat Terisolasi: Pemerintah Diminta Segera Bertindak

Minggu, 22 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALSEL — newsline.id_Jembatan darurat Akebobo, satu-satunya akses vital yang menghubungkan Desa Gaimu dan Desa Sawat di Kecamatan Gane Timur Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, ambruk pada Minggu, 22 Juni 2025. Tingginya curah hujan yang melanda wilayah tersebut menyebabkan struktur jembatan tak mampu menahan derasnya arus sungai, hingga akhirnya runtuh dan memutuskan jalur utama antar-desa.

Kejadian ini langsung melumpuhkan aktivitas warga. Akses transportasi terhenti total, menghambat mobilitas sehari-hari, termasuk kegiatan ekonomi yang menjadi tulang punggung masyarakat. Bagian bawah jembatan yang tergerus arus sungai kini meninggalkan struktur rapuh, membahayakan siapa saja yang nekat melintas.Ahmad Sangaji, warga setempat, menyuarakan keprihatinannya atas kondisi ini.

“Kami sangat berharap Pemerintah Provinsi segera turun tangan. Jembatan ini bisa hanyut total kalau dibiarkan, apalagi sekarang musim hujan,” ujarnya dengan nada mendesak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Senada dengan Ahmad, Hudri Hi. Muhammad, yang akrab disapa Hud, menegaskan betapa krusialnya jembatan Akebobo bagi kehidupan warga.

“Jembatan ini adalah urat nadi kami. Tanpa akses ini, aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari lumpuh. Desa Gaimu, Sawat, dan desa lain di sekitar terisolasi,” ungkapnya.

Hud juga mengingatkan pada insiden tragis di masa lalu, ketika sebuah kendaraan terperosok ke sungai akibat kondisi jembatan yang tidak memadai. “Kami tidak ingin sejarah kelam itu terulang. Pemerintah harus bertindak cepat sebelum ada korban jiwa,” tegasnya.

Warga kini mendesak Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan untuk segera mengalokasikan anggaran darurat guna memperbaiki jembatan. Mereka berharap pembangunan jembatan permanen yang kokoh dapat menjadi solusi jangka panjang, demi menjamin keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pemerintah terkait rencana penanganan. Warga berharap suara mereka didengar, sebelum musim hujan semakin memperparah kondisi.

Tim/Red

Berita Terkait

Kapolri Mutasi Pejabat di Polda Maluku Utara, Wakapolda hingga Dir Reskrimsus Berganti
Masyarakat Desa Lelewi Apresiasi Kinerja Kepala Desa, 14 Rumah Terima Bantuan Rehabilitasi BSPS
PS Mekarsari Juara Dodaga Cup I, Ketua KONI Haltim Tekankan Sportivitas dan Persaudaraan
Sampah Berserakan di Jalan Lintas Provinsi Desa Lelilef Waibulan, Weda Tengah, Halmahera Tengah
Diduga Tak Kantongi Izin Sah, UD Pratama Mebel di Garoju Disorot, Polda Malut Diminta Turun Tangan
FEDERALISME DARI PERSPEKTIF EKONOMI: INVESTASI BESAR, SIAPA MENIKMATI NILAI TAMBAH MALUKU UTARA
Referee Assessor dan Komite Wasit PSSI Maluku Utara Sosialisasikan Regulasi 2026/2027 Dalam Mach Coordination Meeting di Sofifi
TIDORE MEMANGGIL! GENERASI MUDA SULTAN NUKU GUGAT 81 TAHUN PERJALANAN NEGARA — REFERENDUM, FEDERALISME, DAN KEDAULATAN RAKYAT DISERUKAN
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:09

Kapolri Mutasi Pejabat di Polda Maluku Utara, Wakapolda hingga Dir Reskrimsus Berganti

Senin, 31 Agustus 2026 - 05:40

Masyarakat Desa Lelewi Apresiasi Kinerja Kepala Desa, 14 Rumah Terima Bantuan Rehabilitasi BSPS

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:13

PS Mekarsari Juara Dodaga Cup I, Ketua KONI Haltim Tekankan Sportivitas dan Persaudaraan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:54

Sampah Berserakan di Jalan Lintas Provinsi Desa Lelilef Waibulan, Weda Tengah, Halmahera Tengah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:34

Diduga Tak Kantongi Izin Sah, UD Pratama Mebel di Garoju Disorot, Polda Malut Diminta Turun Tangan

Berita Terbaru