Kades Dowora Diduga Selewengkan Dana Pariwisata Rp600 Juta, Warga Desak Penyelidikan

Minggu, 11 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALSEL, Newsline.id – Masyarakat Desa Dowora, Kecamatan Gane Barat Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, melayangkan dugaan serius terhadap Kepala Desa (Kades) mereka, Eli Saleh, atas dugaan penyalahgunaan dana pariwisata senilai Rp600 juta yang bersumber dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

“Berdasarkan Sumber terpercaya yang di Identifikasi Media ini, “Dugaan ini mencuat setelah tidak adanya kejelasan realisasi program pengembangan wisata desa yang seharusnya dibangun melalui dana tersebut.

Dana tersebut merupakan bagian dari program pengembangan potensi desa bidang pariwisata, yang diberikan kepada dua desa di Halsel pada masa pemerintahan Bupati (Alm.) Usman Sidik, yaitu Desa Dolik (Rp500 juta) dan Desa Dowora (Rp600 juta). Kedua desa sebelumnya telah diverifikasi langsung oleh tim dari Kemendes PDTT dan Bupati saat itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, menurut Asrul Madra, perwakilan masyarakat Desa Dowora, hingga saat ini tidak ada tanda-tanda proyek wisata terealisasi di desanya. Ia juga mengungkapkan bahwa tidak pernah ada musyawarah desa terkait perencanaan penggunaan dana tersebut.

“Kami menduga kuat telah terjadi korupsi. Tidak ada transparansi penggunaan anggaran, tidak ada musyawarah, dan kegiatan pariwisata yang dijanjikan tidak terlihat hasilnya di lapangan,” ungkap Asrul kepada media, Sabtu (10/5/2025).

Ia menambahkan, bahkan anak-anak sekolah dan sebagian warga hanya diarahkan untuk membersihkan sampah di pulau wisata desa, tanpa kejelasan kelanjutan pembangunan. Sebaliknya, di Desa Dolik, penggunaan dana pariwisata sebesar Rp500 juta dinilai berjalan sesuai dengan peruntukannya.

“Kalau di Dolik bisa berjalan, kenapa di Dowora tidak? Kami meminta Inspektorat dan Kejaksaan segera turun tangan untuk memeriksa dugaan penyalahgunaan dana ini,” tegasnya.

Asrul dan kelompok pemuda Desa Dowora berharap aparat penegak hukum segera menindaklanjuti laporan masyarakat agar kepercayaan terhadap pengelolaan dana desa dapat dipulihkan.

 

 

Reporter : Sahrudin

 

Berita Terkait

Diduga Petugas Puskesmas Gane Luar Asyik Nobar, Warga Keluhkan Pelayanan Kesehatan dan Minta Dinas Kesehatan Bertindak
Masyarakat Lapar, Kepala Desa Kenyang? LSM-KANe Malut Desak Kejaksaan Usut Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa Loleo
Pemerintah Desa Yamli Serahkan Bantuan Ketahanan Pangan kepada Masyarakat
LSM KANe: Kades Loleo Edi Amus Tinggalkan Tugas 8 Bulan, Pemda Halsel Diminta Jangan Tutup Mata!  
Tiang Listrik atau Batang Pohon? Penampakan di Jalan menuju Desa Suma Tinggi Tuai Perhatian Publik
Klarifikasi Kapus Lelilef Terkait Pemberitaan Operasional Ambulans: Pelayanan Tetap Berjalan, Kendala Utama Keterbatasan Tenaga Sopir
Diduga Terjadi Penyalahgunaan Dana Desa Loleo, LSM-KANe Malut Desak Kejaksaan Proses Hukum Kepala Desa dan Bendahara
Audit Khusus Dana Desa Loleo, Kades dan Sekdes Absen karena Alasan Sakit, LSM-KANe Malut Soroti Kejanggalan
Berita ini 152 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 21:25

Diduga Petugas Puskesmas Gane Luar Asyik Nobar, Warga Keluhkan Pelayanan Kesehatan dan Minta Dinas Kesehatan Bertindak

Senin, 6 Juli 2026 - 19:26

Masyarakat Lapar, Kepala Desa Kenyang? LSM-KANe Malut Desak Kejaksaan Usut Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa Loleo

Senin, 6 Juli 2026 - 12:57

Pemerintah Desa Yamli Serahkan Bantuan Ketahanan Pangan kepada Masyarakat

Kamis, 2 Juli 2026 - 15:40

LSM KANe: Kades Loleo Edi Amus Tinggalkan Tugas 8 Bulan, Pemda Halsel Diminta Jangan Tutup Mata!  

Senin, 29 Juni 2026 - 18:31

Klarifikasi Kapus Lelilef Terkait Pemberitaan Operasional Ambulans: Pelayanan Tetap Berjalan, Kendala Utama Keterbatasan Tenaga Sopir

Berita Terbaru