Keterlambatan Gaji Aparatur Desa Busua Selama 4 Bulan Picu Keresahan Warga

Rabu, 22 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Busua, Kayoa Barat, newsline.id– 22 Oktober 2025 Keresahan melanda aparatur Desa Busua, Kecamatan Kayoa Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, akibat gaji mereka yang belum dibayarkan selama empat bulan terakhir. Ketidakpastian pembayaran ini tidak hanya mengganggu kesejahteraan para aparatur desa, tetapi juga memicu ketidakpercayaan masyarakat terhadap pengelolaan keuangan desa di bawah kepemimpinan Kepala Desa Busua.
Seorang aparatur desa, yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengungkapkan kekecewaannya atas sikap Kepala Desa yang dianggap tidak responsif.

“Saya sudah berulang kali bertanya soal gaji kami. Jawabannya selalu sama, katanya lupa menarik dana untuk gaji. Dia bilang akan menyelesaikannya setelah kembali ke Bacan, tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan,” ujarnya dengan nada kesal.

Keterlambatan ini menjadi sorotan karena gaji aparatur desa merupakan hak dasar yang seharusnya dibayarkan tepat waktu. Banyak aparatur desa menggantungkan hidup mereka dari penghasilan bulanan tersebut untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami bekerja keras untuk melayani masyarakat, tapi hak kami justru diabaikan. Ini sangat mengecewakan,” tambah sumber tersebut.

Ketidakjelasan komunikasi dari Kepala Desa Busua semakin memperkuat dugaan adanya kelalaian dalam pengelolaan keuangan desa. Masyarakat setempat mulai mempertanyakan transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran desa, termasuk dana yang seharusnya dialokasikan untuk gaji aparatur.

“Seharusnya Kepala Desa memberikan penjelasan yang jelas dan bertanggung jawab. Ini bukan hanya soal gaji, tapi juga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan desa,” ungkap salah seorang warga yang juga enggan disebutkan namanya.

Masyarakat dan aparatur desa mendesak pemerintah kecamatan serta inspektorat Kabupaten Halmahera Selatan untuk segera melakukan investigasi. Mereka meminta agar dugaan kelalaian ini diselidiki secara menyeluruh dan gaji yang tertunda segera dibayarkan.

“Kami berharap ada tindakan tegas agar masalah seperti ini tidak terulang,” tegas seorang aparatur desa lainnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Busua belum memberikan pernyataan resmi terkait permasalahan ini. Upaya wartawan untuk menghubungi pihak terkait masih belum membuahkan hasil.

Kasus ini menjadi perhatian publik, tidak hanya di Desa Busua, tetapi juga di wilayah Kayoa Barat dan sekitarnya. Keterlambatan pembayaran gaji aparatur desa mencerminkan tantangan dalam tata kelola pemerintahan desa, yang seharusnya menjadi tulang punggung pelayanan masyarakat di tingkat lokal.

Masyarakat berharap kasus ini menjadi pembelajaran bagi pemerintah desa di seluruh wilayah untuk lebih transparan dan bertanggung jawab dalam mengelola anggaran. Sementara itu, aparatur desa menanti keadilan agar hak mereka segera dipenuhi, sehingga mereka dapat kembali fokus melayani warga tanpa beban finansial.

Tim/red

Berita Terkait

Keadilan Hanya Menjadi Barang Sukar Ketika Hukum Ditegakkan Pada yang Bayar
Hari Lahir Pancasila, HMI FISIP UMMU Soroti Krisis Keadilan dan Lingkungan di Maluku Utara
Terkait Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa Loleo, LSM-KANe Nilai Inspektorat Hanya Jadi Penonton  
LSM-KANe Desak Polres Halsel Evaluasi Oknum Penyidik Polsek Obi Terkait Dugaan Tindakan Premanisme
Pancasila di Tanah Obi: Antara Harapan dan Realitas
pernyataan organisasi:Azwar Abubakar: LSM-KANe Malut Akan Gelar Aksi di Polsek Obi
POLRES HALMAHERA SELATAN SAMPAIKAN HAK JAWAB TERKAIT PEMBERITAAN DUGAAN AROGANSI PENYIDIK POLSEK OBI
ASN BPKAD Halmahera Selatan Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Penganiayaan Wartawan
Berita ini 110 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 09:09

Keadilan Hanya Menjadi Barang Sukar Ketika Hukum Ditegakkan Pada yang Bayar

Senin, 1 Juni 2026 - 20:29

Hari Lahir Pancasila, HMI FISIP UMMU Soroti Krisis Keadilan dan Lingkungan di Maluku Utara

Senin, 1 Juni 2026 - 17:49

Terkait Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa Loleo, LSM-KANe Nilai Inspektorat Hanya Jadi Penonton  

Senin, 1 Juni 2026 - 16:25

LSM-KANe Desak Polres Halsel Evaluasi Oknum Penyidik Polsek Obi Terkait Dugaan Tindakan Premanisme

Senin, 1 Juni 2026 - 09:30

pernyataan organisasi:Azwar Abubakar: LSM-KANe Malut Akan Gelar Aksi di Polsek Obi

Berita Terbaru