HalSel_ newsline.id_28 Juni 2025 – Rumah Sakit Pratama Bisui, yang diharapkan menjadi salah satu fasilitas kesehatan andalan bagi masyarakat di wilayah ini, kini berada dalam kondisi memprihatinkan. Berdasarkan laporan dari salah satu staf rumah sakit kepada Sudirman, wartawan newsline.id, rumah sakit ini dinilai tidak menunjukkan perkembangan signifikan selama tiga tahun masa kepemimpinan Direktur dr. Elisabeth Bernadate.
Bahkan, kondisi fisik rumah sakit disebut semakin kusam dan tampak tidak terurus, memunculkan kekhawatiran di kalangan staf dan masyarakat.
Menurut sumber internal yang enggan disebutkan namanya, berbagai masalah mendasar masih membelit operasional RS Pratama Bisui.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Bangunan rumah sakit terlihat usang, beberapa fasilitas rusak, dan perawatan gedung sepertinya minim. Padahal, rumah sakit ini seharusnya menjadi harapan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak,” ungkap staf tersebut. Ia juga menyinggung kurangnya inovasi dalam pengelolaan rumah sakit, yang berdampak pada stagnasi pelayanan dan semangat kerja staf.
Kondisi ini kontras dengan harapan awal ketika dr. Elisabeth Bernadate menjabat sebagai direktur tiga tahun lalu. Banyak pihak berharap rumah sakit ini dapat berkembang menjadi pusat layanan kesehatan yang modern dan andal, terutama untuk melayani masyarakat di daerah terpencil. Namun, realitas di lapangan justru menunjukkan gambaran sebaliknya. Beberapa warga yang ditemui newsline.id mengeluhkan lambatnya pelayanan, keterbatasan peralatan medis, dan kurangnya perhatian terhadap kebersihan dan pemeliharaan fasilitas.
“Sudah tiga tahun, tapi rumah sakit ini seperti jalan di tempat. Bahkan, kesannya malah mundur. Dinding-dinding mulai kotor, taman tak terurus, dan beberapa ruangan terlihat seperti dibiarkan begitu saja,” kata salah seorang warga yang sering berkunjung ke RS Pratama Bisui untuk berobat. Keluhan serupa juga disampaikan oleh tenaga kesehatan yang merasa kurang mendapat dukungan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

Hingga berita ini ditulis, pihak manajemen RS Pratama Bisui belum memberikan tanggapan resmi terkait kondisi tersebut. Upaya newsline.id untuk menghubungi dr. Elisabeth Bernadate atau perwakilan rumah sakit belum membuahkan hasil. Namun, isu ini telah memicu diskusi di kalangan masyarakat dan menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas kepemimpinan serta alokasi sumber daya di rumah sakit tersebut.
Masyarakat kini berharap ada langkah konkret dari pihak berwenang, baik dari manajemen rumah sakit maupun pemerintah daerah, untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh.
“Kami ingin rumah sakit ini kembali berfungsi sebagaimana mestinya. Bukan hanya soal pelayanan, tapi juga soal kepercayaan masyarakat terhadap institusi kesehatan ini,” ujar seorang tokoh masyarakat setempat.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengelolaan yang baik dan komitmen untuk memajukan fasilitas kesehatan publik, terutama di daerah yang sangat membutuhkan.
Newsline.id akan terus memantau perkembangan situasi ini dan berupaya memberikan informasi terkini kepada publik.
Penulis: Sudirman











