Kondisi RS Pratama Bisui Memprihatinkan: Tiga Tahun Kepemimpinan dr. Elisabeth Bernadate, Rumah Sakit Terlihat Kusam dan Tak Terurus

Sabtu, 28 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

HalSel_ newsline.id_28 Juni 2025 – Rumah Sakit Pratama Bisui, yang diharapkan menjadi salah satu fasilitas kesehatan andalan bagi masyarakat di wilayah ini, kini berada dalam kondisi memprihatinkan. Berdasarkan laporan dari salah satu staf rumah sakit kepada Sudirman, wartawan newsline.id, rumah sakit ini dinilai tidak menunjukkan perkembangan signifikan selama tiga tahun masa kepemimpinan Direktur dr. Elisabeth Bernadate.

Bahkan, kondisi fisik rumah sakit disebut semakin kusam dan tampak tidak terurus, memunculkan kekhawatiran di kalangan staf dan masyarakat.
Menurut sumber internal yang enggan disebutkan namanya, berbagai masalah mendasar masih membelit operasional RS Pratama Bisui.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bangunan rumah sakit terlihat usang, beberapa fasilitas rusak, dan perawatan gedung sepertinya minim. Padahal, rumah sakit ini seharusnya menjadi harapan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak,” ungkap staf tersebut. Ia juga menyinggung kurangnya inovasi dalam pengelolaan rumah sakit, yang berdampak pada stagnasi pelayanan dan semangat kerja staf.

Kondisi ini kontras dengan harapan awal ketika dr. Elisabeth Bernadate menjabat sebagai direktur tiga tahun lalu. Banyak pihak berharap rumah sakit ini dapat berkembang menjadi pusat layanan kesehatan yang modern dan andal, terutama untuk melayani masyarakat di daerah terpencil. Namun, realitas di lapangan justru menunjukkan gambaran sebaliknya. Beberapa warga yang ditemui newsline.id mengeluhkan lambatnya pelayanan, keterbatasan peralatan medis, dan kurangnya perhatian terhadap kebersihan dan pemeliharaan fasilitas.

Sudah tiga tahun, tapi rumah sakit ini seperti jalan di tempat. Bahkan, kesannya malah mundur. Dinding-dinding mulai kotor, taman tak terurus, dan beberapa ruangan terlihat seperti dibiarkan begitu saja,” kata salah seorang warga yang sering berkunjung ke RS Pratama Bisui untuk berobat. Keluhan serupa juga disampaikan oleh tenaga kesehatan yang merasa kurang mendapat dukungan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

Foto rumah sakit BISUI
Foto rumah sakit bisui

Hingga berita ini ditulis, pihak manajemen RS Pratama Bisui belum memberikan tanggapan resmi terkait kondisi tersebut. Upaya newsline.id untuk menghubungi dr. Elisabeth Bernadate atau perwakilan rumah sakit belum membuahkan hasil. Namun, isu ini telah memicu diskusi di kalangan masyarakat dan menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas kepemimpinan serta alokasi sumber daya di rumah sakit tersebut.

Masyarakat kini berharap ada langkah konkret dari pihak berwenang, baik dari manajemen rumah sakit maupun pemerintah daerah, untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh.

Kami ingin rumah sakit ini kembali berfungsi sebagaimana mestinya. Bukan hanya soal pelayanan, tapi juga soal kepercayaan masyarakat terhadap institusi kesehatan ini,” ujar seorang tokoh masyarakat setempat.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengelolaan yang baik dan komitmen untuk memajukan fasilitas kesehatan publik, terutama di daerah yang sangat membutuhkan.

Newsline.id akan terus memantau perkembangan situasi ini dan berupaya memberikan informasi terkini kepada publik.

Penulis: Sudirman

Berita Terkait

Diduga Petugas Puskesmas Gane Luar Asyik Nobar, Warga Keluhkan Pelayanan Kesehatan dan Minta Dinas Kesehatan Bertindak
Masyarakat Lapar, Kepala Desa Kenyang? LSM-KANe Malut Desak Kejaksaan Usut Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa Loleo
Pemerintah Desa Yamli Serahkan Bantuan Ketahanan Pangan kepada Masyarakat
LSM KANe: Kades Loleo Edi Amus Tinggalkan Tugas 8 Bulan, Pemda Halsel Diminta Jangan Tutup Mata!  
Tiang Listrik atau Batang Pohon? Penampakan di Jalan menuju Desa Suma Tinggi Tuai Perhatian Publik
Klarifikasi Kapus Lelilef Terkait Pemberitaan Operasional Ambulans: Pelayanan Tetap Berjalan, Kendala Utama Keterbatasan Tenaga Sopir
Diduga Terjadi Penyalahgunaan Dana Desa Loleo, LSM-KANe Malut Desak Kejaksaan Proses Hukum Kepala Desa dan Bendahara
Audit Khusus Dana Desa Loleo, Kades dan Sekdes Absen karena Alasan Sakit, LSM-KANe Malut Soroti Kejanggalan
Berita ini 235 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 21:25

Diduga Petugas Puskesmas Gane Luar Asyik Nobar, Warga Keluhkan Pelayanan Kesehatan dan Minta Dinas Kesehatan Bertindak

Senin, 6 Juli 2026 - 19:26

Masyarakat Lapar, Kepala Desa Kenyang? LSM-KANe Malut Desak Kejaksaan Usut Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa Loleo

Senin, 6 Juli 2026 - 12:57

Pemerintah Desa Yamli Serahkan Bantuan Ketahanan Pangan kepada Masyarakat

Kamis, 2 Juli 2026 - 15:40

LSM KANe: Kades Loleo Edi Amus Tinggalkan Tugas 8 Bulan, Pemda Halsel Diminta Jangan Tutup Mata!  

Senin, 29 Juni 2026 - 18:31

Klarifikasi Kapus Lelilef Terkait Pemberitaan Operasional Ambulans: Pelayanan Tetap Berjalan, Kendala Utama Keterbatasan Tenaga Sopir

Berita Terbaru