“Krisis Kepemimpinan di Foya Tobaru: Warga Gane Timur Desak Pj Kades Mikel Hoga Dicopot”

Senin, 16 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Halmahera Selatan newsline.id– Pemerintahan di Desa Foya Tobaru, Kecamatan Gane Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, kini berada di titik nadir. Tidak ada lagi pelayanan publik, tak ada pimpinan di kantor desa, dan yang tersisa hanyalah kekecewaan serta kemarahan warga terhadap Penjabat Kepala Desa, Mikel Hoga. Sosok yang seharusnya menjadi ujung tombak pemerintahan di desa itu kini justru dianggap sebagai penyebab utama lumpuhnya sistem pemerintahan.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Desa Tanpa Pemimpin

 

Sejumlah sumber menyebutkan bahwa Mikel Hoga sangat jarang berada di desa. Ia lebih sering terlihat di luar daerah, seperti Ambon dan Manado, meninggalkan tanggung jawab sebagai kepala pemerintahan desa. Ketidakhadiran ini menyebabkan aktivitas pemerintahan desa tidak berjalan sebagaimana mestinya. Tidak ada rapat, tidak ada pelayanan administrasi, dan yang paling parah, hak-hak perangkat desa seperti gaji dan tunjangan tidak dibayarkan.

 

“Pemerintahan desa mati total. Tidak ada aktivitas pelayanan, tidak ada pimpinan, dan tidak ada kejelasan soal hak-hak kami,” ujar salah satu Kepala Urusan (KAUR) yang memutuskan untuk mengundurkan diri.

 

Akibatnya, belasan perangkat desa memilih mundur secara massal. Mereka merasa tidak dihargai dan tidak ingin menjadi bagian dari sistem yang rusak. Pengunduran diri ini menjadi bukti nyata bahwa kondisi pemerintahan desa sudah tidak bisa ditoleransi lagi.

 

Kemarahan Warga Memuncak

 

Tidak hanya perangkat desa yang kecewa, warga pun mulai kehilangan kesabaran. Dalam beberapa pertemuan informal di balai desa dan rumah-rumah warga, desakan agar Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan segera mencopot Mikel Hoga dari jabatannya kian nyaring terdengar.

 

“Kami tidak butuh pemimpin yang hanya datang ambil anggaran lalu pergi. Ini pengkhianatan terhadap rakyat,” tegas seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Warga menuntut agar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Halmahera Selatan segera turun tangan. Mereka juga meminta Bupati Halmahera Selatan menepati janjinya dalam membentuk pemerintahan desa yang bersih, transparan, dan profesional.

 

“Ini bukan sekadar kinerja buruk. Ini sudah masuk pada pembiaran sistemik. Kalau tidak segera diatasi, rakyat yang akan terus jadi korban,” tambah warga lainnya.

 

Wartawan Di blokir, Konfirmasi Ditolak

 

Upaya konfirmasi terhadap Mikel Hoga dilakukan oleh wartawan media lokal melalui pesan WhatsApp. Namun, hingga beberapa waktu setelah pesan dikirim, tidak ada tanggapan apa pun dari yang bersangkutan. Parahnya lagi, nomor wartawan justru diblokir. Hal ini menimbulkan kecurigaan dan kekecewaan mendalam.

 

“Seorang pejabat publik semestinya terbuka terhadap pertanyaan dan kritik. Bukan malah menghindar dan memblokir wartawan. Sikap seperti ini justru mempertegas bahwa ada masalah serius yang sedang ditutupi,” kata seorang jurnalis lokal.

 

Tindakan memblokir nomor wartawan oleh Pj Kades juga dinilai mencederai prinsip keterbukaan informasi publik yang seharusnya dijunjung tinggi oleh pejabat pemerintahan.

 

Tuntutan Copot Pj Kades Semakin Menguat

Desakan untuk mencopot Mikel Hoga kini semakin menguat. Warga berencana menyampaikan aspirasi mereka secara resmi melalui surat terbuka dan kemungkinan melakukan aksi damai jika tidak ada respons cepat dari pemerintah kabupaten.

 

Mereka tidak ingin desa mereka terus tertinggal akibat kepemimpinan yang dinilai tidak bertanggung jawab. Warga menuntut agar pemimpin desa yang baru nanti benar-benar memahami kondisi masyarakat dan bersedia tinggal serta bekerja di desa, bukan menjadikannya sebagai jabatan formalitas belaka.

 

Belum Ada Respons dari Pemkab

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Mikel Hoga maupun dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Halmahera Selatan. Ketidakjelasan ini semakin menambah keresahan di tengah masyarakat Desa Foya Tobaru yang kini merasa ditinggalkan oleh sistem pemerintahan yang seharusnya melayani mereka.

Tim/Red

Berita Terkait

Audit Khusus Dana Desa Loleo, Kades dan Sekdes Absen karena Alasan Sakit, LSM-KANe Malut Soroti Kejanggalan
LSM-KANe Malut Desak Inspektorat Segera Serahkan Hasil Audit Dana Desa Loleo ke Kejaksaan
Kepala Desa Nyonyifi Bantah Tuduhan dalam Pemberitaan, Sebut Tidak Pernah Dikonfirmasi Sebelum Dipublikasikan
Kegiatan Pelepasan Siswa-Siswi PAUD Satria Mandiri Desa Balita Angkatan XV
Kantor Desa Kembali Dipalang, Masyarakat Desa Loleo Desak Bupati Copot Kades Edi Amus
Masyarakat Desa Yamli Apresiasi Kinerja Ilyas Kadari sebagai Kepala Desa
Kades Yamli Salurkan BLT Tahap I Tahun 2026 dan Insentif Aparatur Desa
Orang Tua Murid Soroti Sikap Kepsek SD Negeri 84 Halmahera Selatan, Anak Gagal Ikut Ulangan Kenaikan Kelas
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 20:41

Audit Khusus Dana Desa Loleo, Kades dan Sekdes Absen karena Alasan Sakit, LSM-KANe Malut Soroti Kejanggalan

Sabtu, 27 Juni 2026 - 06:18

LSM-KANe Malut Desak Inspektorat Segera Serahkan Hasil Audit Dana Desa Loleo ke Kejaksaan

Kamis, 25 Juni 2026 - 07:06

Kepala Desa Nyonyifi Bantah Tuduhan dalam Pemberitaan, Sebut Tidak Pernah Dikonfirmasi Sebelum Dipublikasikan

Senin, 22 Juni 2026 - 21:42

Kantor Desa Kembali Dipalang, Masyarakat Desa Loleo Desak Bupati Copot Kades Edi Amus

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:29

Masyarakat Desa Yamli Apresiasi Kinerja Ilyas Kadari sebagai Kepala Desa

Berita Terbaru