Gane Timur, newsline.id_ Halmahera Selatan – Kondisi jalan lintas di Kecamatan Gane Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, saat ini memprihatinkan. Jalan yang rusak parah tanpa aspal telah menyulitkan masyarakat setempat, baik pengguna roda dua maupun roda empat. Akses transportasi yang buruk ini menghambat aktivitas sehari-hari, mulai dari distribusi kebutuhan pokok hingga mobilitas warga. Melalui Pegayuban Gane Raya Bersatu, masyarakat Gane Timur menyuarakan aspirasi mereka kepada Gubernur Maluku Utara, Serly Tjoanda, dan Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, agar segera melanjutkan pembangunan jalan aspal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pada 1 Agustus 2025, Sahrudin Abdu, anggota Pegayuban Gane Raya Bersatu sekaligus tim Media Newsline.id Maluku Utara, menyampaikan keluhan masyarakat Gane Timur.
“Kami kesulitan melewati jalan yang rusak tanpa aspal. Masyarakat berharap aspirasi ini didengar melalui media resmi agar pemerintah segera bertindak,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Pegayuban Gane Raya Bersatu, Harun Daud S.T., menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur jalan di Gane Timur sudah lama menjadi keluhan yang tak kunjung terselesaikan.
“Sudah terlalu lama masyarakat Gane Timur diabaikan. Pergantian pemerintahan daerah silih berganti, tapi kesejahteraan masyarakat, khususnya soal infrastruktur jalan, masih jauh dari harapan. Kami meminta Pemda Halmahera Selatan dan Pemprov Maluku Utara menjawab suara rakyat Gane Timur,” tegas Harun.
Ia juga menyoroti bahwa selain jalan, penerangan listrik di wilayah ini juga belum memadai, memperparah kondisi masyarakat.
“Dari dulu hingga kini, masalah jalan dan penerangan di Gane Timur tak kunjung selesai. Kami berharap pemerintah mendengar dan segera bertindak,” tambahnya.
Kecamatan Gane Timur, dengan luas 656,72 km² dan populasi 9.122 jiwa (2020), merupakan salah satu wilayah di Halmahera Selatan yang memiliki potensi besar, namun terkendala infrastruktur. Jalan yang rusak tidak hanya menghambat transportasi, tetapi juga memengaruhi perekonomian lokal, terutama bagi petani dan pelaku usaha kecil yang bergantung pada akses jalan untuk memasarkan hasil bumi seperti pala, kelapa, dan cengkeh.
Sebelumnya, pada Juli 2025, proyek jalan Matutin–Ranga-Ranga di Gane Timur berhasil diselesaikan oleh PT. Buli Bangun, mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Tokoh muda Gane Timur, Sudarmono Tamhir, menyatakan bahwa jalan tersebut telah memudahkan akses transportasi.
“Sebelumnya, kami sangat kesulitan mengakses wilayah lain. Sekarang, jalan dan jembatan terhubung, memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya. Namun, keluhan terkait jalan lintas lainnya di Gane Timur menunjukkan bahwa perbaikan infrastruktur belum merata.
Masyarakat Gane Timur melalui Pegayuban Gane Raya Bersatu mendesak Gubernur Serly Tjoanda dan Bupati Bassam Kasuba untuk memprioritaskan pembangunan jalan aspal di wilayah ini. Bupati Bassam, yang telah dilantik sebagai Bupati Halmahera Selatan pada 20 Februari 2025, memiliki visi untuk memajukan daerah melalui transformasi ekonomi dan infrastruktur. Sementara itu, Gubernur Serly Tjoanda, dalam kunjungan kerjanya ke Halmahera Selatan pada Juli 2025, menunjukkan komitmen untuk mendengar aspirasi masyarakat, khususnya di sektor perikanan.
Namun, masyarakat Gane Timur menilai bahwa perhatian serupa harus diberikan untuk infrastruktur jalan.
“Kami ingin pemerintah tidak hanya berjanji, tetapi membuktikan dengan tindakan nyata. Jalan yang layak adalah hak dasar kami,” ujar salah seorang warga.
Pegayuban Gane Raya Bersatu berharap pemerintah segera mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jalan lintas Gane Timur, lengkap dengan drainase yang memadai untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, seperti yang terjadi di wilayah lain seperti Morotai. Selain itu, sinergi antara Pemprov Maluku Utara dan Pemkab Halmahera Selatan dinilai penting untuk memastikan pembangunan infrastruktur berjalan efektif dan berkelanjutan.
Aspirasi masyarakat Gane Timur kini bergantung pada respons cepat dari Gubernur Serly Tjoanda dan Bupati Bassam Kasuba.
“Kami ingin kesejahteraan nyata, bukan sekadar janji. Semoga suara kami didengar,” tutup Harun Daud.
Dengan semangat gotong royong dan dukungan pemerintah, Gane Timur berharap dapat menikmati jalan aspal yang layak demi masa depan yang lebih cerah./red











