Oknum Guru di Halsel Diduga Lecehkan Anak di Bawah Umur, Keluarga Korban Desak Penegakan Hukum

Sabtu, 15 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halmahera Selatan — Seorang oknum guru di Desa Silang, Kecamatan Bacan Timur Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, dilaporkan melakukan dugaan pelecehan seksual terhadap seorang anak di bawah umur. Informasi ini menimbulkan keprihatinan mendalam di kalangan masyarakat dan menyoroti kembali maraknya kasus kekerasan seksual yang melibatkan tenaga pendidik.

Dugaan kasus ini terungkap setelah orang tua korban melihat perubahan perilaku yang signifikan pada anak mereka. Korban disebut menjadi pendiam, mudah cemas, dan menolak pergi ke sekolah. Melihat kondisi tersebut, keluarga melakukan pendekatan secara perlahan hingga korban diduga mengungkapkan adanya perlakuan tidak pantas yang dilakukan oleh oknum guru tersebut.

Pihak keluarga menyampaikan rasa kecewa dan kemarahan atas insiden yang diduga terjadi. Mereka menilai, tindakan tersebut bukan hanya mencederai martabat korban, tetapi juga menghancurkan kepercayaan publik terhadap sosok pendidik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kami sangat kecewa atas perbuatannya yang tidak manusiawi Pendidik seharusnya melindungi dan membimbing, bukan merusak mental psikologi dan masa depan anak-anak,” ungkap salah satu anggota keluarga.

Keluarga korban turut mendesak aparat penegak hukum agar menangani kasus ini secara profesional, transparan, dan tanpa intervensi dari pihak mana pun. Mereka juga meminta jaminan perlindungan terhadap korban, terutama terkait kondisi psikologis dan kerahasiaan identitas mengingat usianya yang masih sangat rentan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan Halmahera Selatan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan kasus tersebut. Meski begitu, masyarakat berharap kedua instansi segera mengambil langkah tegas dan dalam mendukung proses hukum.

Keluarga korban menilai bahwa kasus ini kembali menunjukkan perlunya penguatan sistem pengawasan serta mekanisme perlindungan anak di lingkungan sekolah. Evaluasi menyeluruh dinilai penting untuk memastikan kasus serupa dapat dicegah di masa mendatang.

Masyarakat dan keluarga korban kini menaruh harapan besar agar proses hukum berjalan objektif, cepat, dan mampu memberikan keadilan bagi korban.

Berita Terkait

LSM KANe: Kades Loleo Edi Amus Tinggalkan Tugas 8 Bulan, Pemda Halsel Diminta Jangan Tutup Mata!  
Tiang Listrik atau Batang Pohon? Penampakan di Jalan menuju Desa Suma Tinggi Tuai Perhatian Publik
Klarifikasi Kapus Lelilef Terkait Pemberitaan Operasional Ambulans: Pelayanan Tetap Berjalan, Kendala Utama Keterbatasan Tenaga Sopir
Diduga Terjadi Penyalahgunaan Dana Desa Loleo, LSM-KANe Malut Desak Kejaksaan Proses Hukum Kepala Desa dan Bendahara
Audit Khusus Dana Desa Loleo, Kades dan Sekdes Absen karena Alasan Sakit, LSM-KANe Malut Soroti Kejanggalan
LSM-KANe Malut Desak Inspektorat Segera Serahkan Hasil Audit Dana Desa Loleo ke Kejaksaan
Kepala Desa Nyonyifi Bantah Tuduhan dalam Pemberitaan, Sebut Tidak Pernah Dikonfirmasi Sebelum Dipublikasikan
Kegiatan Pelepasan Siswa-Siswi PAUD Satria Mandiri Desa Balita Angkatan XV
Berita ini 490 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 15:40

LSM KANe: Kades Loleo Edi Amus Tinggalkan Tugas 8 Bulan, Pemda Halsel Diminta Jangan Tutup Mata!  

Senin, 29 Juni 2026 - 21:10

Tiang Listrik atau Batang Pohon? Penampakan di Jalan menuju Desa Suma Tinggi Tuai Perhatian Publik

Senin, 29 Juni 2026 - 18:31

Klarifikasi Kapus Lelilef Terkait Pemberitaan Operasional Ambulans: Pelayanan Tetap Berjalan, Kendala Utama Keterbatasan Tenaga Sopir

Senin, 29 Juni 2026 - 18:09

Diduga Terjadi Penyalahgunaan Dana Desa Loleo, LSM-KANe Malut Desak Kejaksaan Proses Hukum Kepala Desa dan Bendahara

Sabtu, 27 Juni 2026 - 06:18

LSM-KANe Malut Desak Inspektorat Segera Serahkan Hasil Audit Dana Desa Loleo ke Kejaksaan

Berita Terbaru