Tokaka, newsline.id—Gane Barat Utara – Setelah mengalami penundaan selama beberapa hari akibat kendala logistik dan cuaca, Piala Bupati Zona Empat antar desa resmi digelar di lapangan desa Tokaka, Kecamatan Gane Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, pada Senin (13/10/2025). Pembukaan turnamen yang dinantikan warga setempat ini langsung diramaikan dengan partai pembuka yang penuh gairah, mempertemukan tim Desa Saketa melawan Desa Koititi.
Dalam laga yang berlangsung sengit sejak menit awal, tim asuhan pelatih Yahya Mochtar dari Desa Saketa berhasil mendominasi permainan dan meraih kemenangan telak dengan skor 4-1 atas tuan rumah Koititi. Gol-gol cepat Saketa sejak babak pertama langsung membuat tuan rumah kewalahan, sementara semangat juang warga Tokaka tetap terlihat hingga peluit akhir.
Partai ini menjadi sorotan utama karena menjadi ajang pembuktian bagi para pemain muda desa-desa di wilayah Gane Barat Utara. Turnamen Piala Bupati ini, yang melibatkan enam zona secara serentak di seluruh Halmahera Selatan, direncanakan sejak awal Oktober lalu dengan bonus ratusan juta rupiah untuk juara umum. Penundaan singkat tak menyurutkan antusiasme ribuan penonton yang memadati lapangan, termasuk perwakilan dari kecamatan tetangga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Arya Marsaoly, pemain berjersey nomor punggung 24 yang menjadi bintang lapangan. Marsaoly membuka keunggulan timnya di menit ke-16 melalui tendangan keras dari luar kotak penalti, memecah kebuntuan pertahanan Koititi. Tak puas dengan satu gol, ia kembali mencetak brace di babak kedua, tepatnya menit ke-48, setelah memanfaatkan umpan silang akurat dari rekan setimnya.
Di antaranya, gol kedua Saketa dicetak oleh talenta muda berusia di bawah 16 tahun asal SSB Saketa, Adib Sayfullah. Pemain andalan akademi sepak bola desa ini menunjukkan ketajamannya di menit ke-21, ketika ia menyundul bola dengan sempurna dari sepak pojok, membuat skor menjadi 2-0. Debut impresif Adib langsung menuai pujian dari pelatih Yahya Mochtar, yang menyebutnya sebagai “masa depan sepak bola Saketa”.
Gol penutup datang di menit ke-58 melalui eksekusi matang Rulyadi Sagaf, pemain nomor punggung 14. Tendangan voli Sagaf dari jarak 20 meter tak bisa dihalau kiper Koititi, mengunci kemenangan 4-1. Sementara itu, gol hiburan bagi Koititi dicetak di babak kedua melalui serangan balik cepat, meski detail pencetaknya belum dirilis panitia.
Semangat Persaudaraan di Tengah Kompetisi Pelatih Yahya Mochtar tak lupa mengapresiasi perjuangan tim lawan.
“Kemenangan ini untuk warga Saketa, tapi kami hormati perlawanan sengit dari Koititi. Turnamen ini bukan hanya soal trofi, tapi membangun persaudaraan antar desa di Gane Barat Utara,” ujarnya usai pertandingan.
Panitia turnamen menyatakan bahwa laga-laga selanjutnya di Zona Empat akan digelar secara bergilir di desa-desa peserta, termasuk potensi partai besar di Desa Saketa sebagai ibu kota kecamatan. Dengan rencana pembukaan resmi di Desa Gane Luar Kecamatan Gane Timur Selatan yang sempat tertunda, kini seluruh zona sudah menyala, menjanjikan kompetisi yang semakin panas hingga grand final bulan depan.
Warga setempat berharap turnamen ini tak hanya menghibur, tapi juga mendorong pembangunan infrastruktur olahraga di wilayah pedalaman Halmahera Selatan.
“Semoga Piala Bupati ini jadi momentum emas untuk anak muda desa kami,” tambah salah seorang penonton, Ibu Siti dari Desa Tokaka.
Pembukaan Zona Empat ini menjadi pengingat bahwa sepak bola desa tetap menjadi jantung kehidupan masyarakat Gane Barat Utara, di mana setiap gol bukan hanya angka, tapi cerita perjuangan kolektif.
PENULIS: ACUN
Penulis : Achun
Editor : JHULFHAN











