Halmahera Selatan, newsline.id– Jumat (7/11/2025) menjadi hari istimewa bagi Pengadilan Negeri (PN) Labuha. Untuk pertama kalinya di Maluku Utara, pengadilan ini mengadakan sosialisasi aturan baru dari Mahkamah Agung (PERMA Nomor 2 Tahun 2025) tentang cara mengadili kasus yang melibatkan penyandang disabilitas. Yang membuat acara ini begitu spesial? Semua pegadilan diajari Bahasa Isyarat langsung oleh Marsumi, S.Pd., Kepala Sekolah SLB Negeri Labuha yang penuh dedikasi.
Dengan senyum ramah dan semangat tinggi, Marsumi—begitu ia akrab disapa—naik ke panggung dan langsung mengajak seluruh pegawai PN Labuha belajar isyarat. Hanya dalam beberapa jam, beliau berhasil mengajarkan kata-kata penting seperti “saya bersalah”, “saya tidak mengerti”, dan “terima kasih” dalam Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO).

“Saya ingin semua orang di pengadilan bisa ‘berbicara’ dengan anak-anak kami. Kalau hakim atau panitera bisa isyarat, anak tuna rungu tidak akan takut lagi datang ke pengadilan,” ujar Marsumi dengan mata berbinar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak hanya mengajar, beliau juga langsung membagikan sertifikat kepada pegawai PN Labuha yang telah menyelesaikan pelatihan. Sertifikat ini menjadi tanda resmi bahwa mereka kini siap melayani penyandang disabilitas dengan penuh kasih dan profesional.
Sebagai kepala SLB Negeri Labuha, Marsumi dikenal sebagai “Ibu Para Penyandang Disabilitas” di Halmahera Selatan. Beliau sering mengunjungi rumah-rumah anak berkebutuhan khusus yang tidak bisa sekolah, bahkan baru-baru ini menerima kunjungan dari Kapolres Halmahera Selatan yang ingin belajar dari pengalamannya.
Berkat tangan dingin Marsumi, SLB Labuha kini menjadi sekolah teladan yang mengajarkan anak-anak tuna rungu, tuna netra, hingga tuna Daksa dengan penuh cinta. Kini, ilmu dari sekolahnya menyebar hingga ke pengadilan!
- Pegawai bisa berkomunikasi dengan penyandang disabilitas
- Sidang akan lebih adil dan manusiawi
- PN Labuha jadi pengadilan pertama di Malut yang ramah disabilitas
“Kami sangat berterima kasih kepada Bu Marsumi. Beliau bukan hanya mengajar, tapi juga membuka hati kami,” kata PN Labuha usai acara.
Anda bukan hanya kepala sekolah, tapi pahlawan keadilan yang mengajarkan bahwa setiap suara—meski bisu—harus didengar.
(Lalo)
Sumber Berita: Foto istimewa SLB Labuha dan pn labuha












