Weda – Dugaan praktik pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Dexlite ke dalam wadah gelong (jerigen berukuran besar) kembali menjadi sorotan publik di wilayah Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara.
Peristiwa tersebut disebut terjadi di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di wilayah Weda dan diduga dikelola oleh seorang pengusaha yang dikenal dengan sebutan Haji Cina. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengisian BBM jenis Dexlite ke dalam gelong dilakukan secara terang-terangan.
Ironisnya, dalam proses pengisian tersebut, BBM dilaporkan sempat tumpah di area SPBU. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat, mengingat tumpahan BBM berpotensi membahayakan keselamatan serta mencemari lingkungan sekitar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagaimana diketahui, pengisian BBM ke dalam jerigen atau gelong memiliki aturan dan prosedur tertentu yang harus dipatuhi, termasuk aspek keselamatan dan perizinan. Jika benar terjadi pelanggaran, maka hal ini patut menjadi perhatian serius pihak pengawas dan aparat berwenang.

Masyarakat setempat meminta agar pengelola SPBU segera memberikan klarifikasi terkait dugaan tersebut. Selain itu, pihak terkait, termasuk PT Pertamina (Persero), diharapkan melakukan evaluasi dan pengawasan ketat terhadap operasional SPBU guna memastikan distribusi BBM berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU maupun dari pihak Pertamina terkait dugaan pengisian Dexlite ke dalam gelong serta insiden tumpahan BBM tersebut.
Publik berharap adanya transparansi dan penindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran, demi menjaga keselamatan masyarakat serta ketertiban distribusi BBM di wilayah Halmahera Tengah.











