SPBU Weda Diduga Layani Pengisian Dexlite ke Gelong, Tumpahan BBM Jadi Sorotan Publik

Senin, 16 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Weda – Dugaan praktik pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Dexlite ke dalam wadah gelong (jerigen berukuran besar) kembali menjadi sorotan publik di wilayah Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara.

Peristiwa tersebut disebut terjadi di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di wilayah Weda dan diduga dikelola oleh seorang pengusaha yang dikenal dengan sebutan Haji Cina. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengisian BBM jenis Dexlite ke dalam gelong dilakukan secara terang-terangan.

Ironisnya, dalam proses pengisian tersebut, BBM dilaporkan sempat tumpah di area SPBU. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat, mengingat tumpahan BBM berpotensi membahayakan keselamatan serta mencemari lingkungan sekitar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagaimana diketahui, pengisian BBM ke dalam jerigen atau gelong memiliki aturan dan prosedur tertentu yang harus dipatuhi, termasuk aspek keselamatan dan perizinan. Jika benar terjadi pelanggaran, maka hal ini patut menjadi perhatian serius pihak pengawas dan aparat berwenang.

Masyarakat setempat meminta agar pengelola SPBU segera memberikan klarifikasi terkait dugaan tersebut. Selain itu, pihak terkait, termasuk PT Pertamina (Persero), diharapkan melakukan evaluasi dan pengawasan ketat terhadap operasional SPBU guna memastikan distribusi BBM berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU maupun dari pihak Pertamina terkait dugaan pengisian Dexlite ke dalam gelong serta insiden tumpahan BBM tersebut.

Publik berharap adanya transparansi dan penindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran, demi menjaga keselamatan masyarakat serta ketertiban distribusi BBM di wilayah Halmahera Tengah.

Berita Terkait

USAHAH TELAH PRES DI RORIBATI DIDUGA AMBIL MATERIAL DI KALI OBA TANPA IZIN — MAS KENTIL DIDUGA TERLIBAT, HARAP TINDAKAN TEGAS*
Puskesmas Wayaua Disorot,Warga Pertanyakan Kesiapsiagaan Petugas Sif Malam Saat Kondisi Darurat
Puskesmas Wayaua Disorot, Warga Pertanyakan Kesiapsiagaan Petugas Sif Malam Saat Kondisi Darurat
IPTU Sukardi Sain Tegaskan Kasus Kepsek SDN 84 Halsel Segera Naik Penyidikan
LSM-KANe Akan Laporkan Tiga Kepala Desa ke Kejaksaan Negeri Labuha
Masyarakat Desa Loleo Pertanyakan Anggaran Masjid Ratusan Juta, “Uangnya ke Mana
SEKRETARIS LSM KANe PERTANYAKAN TUGAS PENGAWASAN: BERAPA BANYAK ANGGARAN DANA DESA YANG BERHASIL DISELAMATKAN INSPEKTORAT? KADES LOLEO EDI AMUS DIDUGA SALAHGUNAKAN DANA HINGGA RATUSAN JUTA SAMPAI MILIAR, JADI TANTANGAN BESAR
Ketua LSM-KANe Bantah Pemberitaan Sebelumnya Terkait Dugaan Pemajakan Penambang Lokal oleh Sadam Hadi
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 05:50

USAHAH TELAH PRES DI RORIBATI DIDUGA AMBIL MATERIAL DI KALI OBA TANPA IZIN — MAS KENTIL DIDUGA TERLIBAT, HARAP TINDAKAN TEGAS*

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:23

Puskesmas Wayaua Disorot,Warga Pertanyakan Kesiapsiagaan Petugas Sif Malam Saat Kondisi Darurat

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:38

Puskesmas Wayaua Disorot, Warga Pertanyakan Kesiapsiagaan Petugas Sif Malam Saat Kondisi Darurat

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:04

IPTU Sukardi Sain Tegaskan Kasus Kepsek SDN 84 Halsel Segera Naik Penyidikan

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:56

LSM-KANe Akan Laporkan Tiga Kepala Desa ke Kejaksaan Negeri Labuha

Berita Terbaru