Warga Gane Barat, Saketa, Keluhkan Buruknya Jaringan Telkomsel: Tuntut Solusi Segera

Jumat, 1 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saketa, newsline.id_ 1 Agustus 2025 – Masyarakat Gane Barat, Kecamatan Saketa, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, mengeluhkan kualitas jaringan Telkomsel yang buruk, sebuah masalah yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Kekecewaan warga memuncak, mendorong mereka untuk meminta penjelasan dan perbaikan segera dari penyedia layanan telekomunikasi terbesar di Indonesia tersebut.

Husain Rustam, perwakilan warga Gane Barat, menyampaikan kekecewaannya atas kondisi ini.

Kami sudah bertahun-tahun menghadapi sinyal lemah dan internet lambat. Ini sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, dari komunikasi hingga akses informasi untuk pendidikan dan ekonomi,” ujarnya kepada newsline.id.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan bahwa Telkomsel perlu bertindak cepat untuk mengatasi masalah yang telah lama dikeluhkan ini.
Penyebab Buruknya Jaringan
Kondisi geografis Gane Barat yang terpencil, dikelilingi oleh wilayah kepulauan dan medan pegunungan, menjadi salah satu tantangan utama dalam pembangunan infrastruktur jaringan. Jarak yang jauh dari menara pemancar sinyal sering kali menyebabkan penerimaan sinyal yang lemah atau bahkan hilang sama sekali.
Selain itu, infrastruktur jaringan yang sudah tua dan kurang memadai turut memperburuk situasi.

Kami menduga banyak peralatan jaringan di sini sudah usang dan perlu diperbarui,” kata Husain.

Gangguan teknis seperti kerusakan menara pemancar atau masalah pada kabel bawah laut juga diduga menjadi penyebab penurunan kualitas layanan.
Tingginya permintaan data di wilayah ini, terutama saat jam sibuk, semakin memperparah kondisi. Jaringan sering kali kelebihan beban (overload), menyebabkan kecepatan internet melambat drastis. “Kadang kami hanya bisa mengirim pesan teks, itupun dengan susah payah,” keluh salah seorang warga.

Untuk mengatasi masalah ini, masyarakat Gane Barat diimbau untuk melaporkan keluhan secara langsung kepada Telkomsel melalui saluran resmi, seperti pusat layanan pelanggan di nomor 188, email, WhatsApp, atau akun media sosial Telkomsel. Laporan yang disertai detail lokasi, waktu kejadian, dan deskripsi masalah akan memudahkan tim teknis untuk menindaklanjuti.

Sementara menunggu perbaikan, warga dapat mencoba solusi sementara, seperti mengaktifkan dan menonaktifkan mode pesawat pada perangkat untuk menyegarkan koneksi, atau berpindah ke lokasi dengan sinyal yang lebih kuat. Namun, solusi ini sering kali tidak cukup efektif mengingat minimnya cakupan sinyal di wilayah tersebut.
Jika keluhan tidak kunjung ditanggapi, Husain mengusulkan aksi kolektif.

Kami sedang mempertimbangkan untuk membuat petisi atau mengadakan dialog langsung dengan pihak Telkomsel. Kami ingin solusi nyata, bukan janji kosong,” tegasnya.

Buruknya kualitas jaringan di Gane Barat bukan hanya soal ketidaknyamanan, tetapi juga menghambat kemajuan ekonomi dan sosial masyarakat. Akses internet yang andal sangat penting untuk mendukung pendidikan daring, perdagangan elektronik, dan komunikasi dengan dunia luar, terutama di era digital saat ini.
Komunikasi adalah kebutuhan dasar. Kami berharap Telkomsel serius menangani masalah ini dengan investasi infrastruktur yang memadai dan pemeliharaan rutin,” ujar Husain. Ia juga menyerukan komunikasi yang lebih transparan antara Telkomsel dan masyarakat untuk menemukan solusi berkelanjutan.

Hingga berita ini diturunkan, Telkomsel belum memberikan pernyataan resmi terkait keluhan warga Gane Barat. Namun, pihak Telkomsel dikenal memiliki komitmen untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan kualitas layanan di wilayah terpencil. Masyarakat berharap keluhan mereka segera mendapat respons konkret.

Warga Gane Barat berharap masalah jaringan ini menjadi prioritas bagi Telkomsel. Perbaikan layanan komunikasi tidak hanya akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga membuka peluang baru untuk pembangunan daerah.

Kami ingin Saketa tidak lagi tertinggal hanya karena masalah sinyal,” pungkas Husain.

Penulis: Husain Rustam

Berita Terkait

LSM KANe: Kades Loleo Edi Amus Tinggalkan Tugas 8 Bulan, Pemda Halsel Diminta Jangan Tutup Mata!  
Tiang Listrik atau Batang Pohon? Penampakan di Jalan menuju Desa Suma Tinggi Tuai Perhatian Publik
Klarifikasi Kapus Lelilef Terkait Pemberitaan Operasional Ambulans: Pelayanan Tetap Berjalan, Kendala Utama Keterbatasan Tenaga Sopir
Diduga Terjadi Penyalahgunaan Dana Desa Loleo, LSM-KANe Malut Desak Kejaksaan Proses Hukum Kepala Desa dan Bendahara
Audit Khusus Dana Desa Loleo, Kades dan Sekdes Absen karena Alasan Sakit, LSM-KANe Malut Soroti Kejanggalan
LSM-KANe Malut Desak Inspektorat Segera Serahkan Hasil Audit Dana Desa Loleo ke Kejaksaan
Kepala Desa Nyonyifi Bantah Tuduhan dalam Pemberitaan, Sebut Tidak Pernah Dikonfirmasi Sebelum Dipublikasikan
Kegiatan Pelepasan Siswa-Siswi PAUD Satria Mandiri Desa Balita Angkatan XV
Berita ini 81 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 15:40

LSM KANe: Kades Loleo Edi Amus Tinggalkan Tugas 8 Bulan, Pemda Halsel Diminta Jangan Tutup Mata!  

Senin, 29 Juni 2026 - 21:10

Tiang Listrik atau Batang Pohon? Penampakan di Jalan menuju Desa Suma Tinggi Tuai Perhatian Publik

Senin, 29 Juni 2026 - 18:31

Klarifikasi Kapus Lelilef Terkait Pemberitaan Operasional Ambulans: Pelayanan Tetap Berjalan, Kendala Utama Keterbatasan Tenaga Sopir

Senin, 29 Juni 2026 - 18:09

Diduga Terjadi Penyalahgunaan Dana Desa Loleo, LSM-KANe Malut Desak Kejaksaan Proses Hukum Kepala Desa dan Bendahara

Sabtu, 27 Juni 2026 - 06:18

LSM-KANe Malut Desak Inspektorat Segera Serahkan Hasil Audit Dana Desa Loleo ke Kejaksaan

Berita Terbaru