Wartawan Halsel Boikot Kunjungan Gubernur Malut Sherly Tjoanda Laos akibat Penghalangan dan Intimidasi Oknum TNI

Senin, 30 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUHA, newsline.id– Puluhan wartawan dari berbagai media di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) kompak memboikot peliputan kunjungan Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos, pada Senin, 30 Juni 2025, sebagai respons atas tindakan penghalangan dan intimidasi oleh oknum TNI serta ajudan gubernur.

Insiden bermula saat para jurnalis yang hendak meliput kedatangan orang nomor satu di Malut itu dihadang secara kasar. Dalam rekaman video yang viral, sejumlah wartawan diperintahkan menjauh dan dilarang mengambil gambar, sehingga memicu kemarahan komunitas pers setempat.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Halsel, Nandar Jabid, mengecam keras perlakuan tersebut sebagai bentuk pelecehan terhadap profesi jurnalis.

Kami menjalankan tugas jurnalistik secara profesional dan sesuai undang-undang, tetapi diperlakukan seperti pengganggu. Tindakan ini menciderai kebebasan pers dan demokrasi,” ujar Nandar dengan tegas.

 

Sebagai wujud protes, seluruh wartawan di lokasi sepakat menarik diri dan tidak mempublikasikan berita apa pun terkait agenda gubernur.

Boikot ini adalah peringatan bahwa tugas pers dilindungi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Tidak ada pihak yang boleh mengintervensi kerja kami,” tambah Nandar.

Aksi boikot ini menegaskan sikap teguh insan pers dalam memperjuangkan kebebasan berekspresi dan fungsi kontrol sosial. Hingga berita ini terbit, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara maupun pihak TNI terkait insiden tersebut.

Tim/Red

Berita Terkait

Diduga Petugas Puskesmas Gane Luar Asyik Nobar, Warga Keluhkan Pelayanan Kesehatan dan Minta Dinas Kesehatan Bertindak
Masyarakat Lapar, Kepala Desa Kenyang? LSM-KANe Malut Desak Kejaksaan Usut Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa Loleo
Pemerintah Desa Yamli Serahkan Bantuan Ketahanan Pangan kepada Masyarakat
LSM KANe: Kades Loleo Edi Amus Tinggalkan Tugas 8 Bulan, Pemda Halsel Diminta Jangan Tutup Mata!  
Tiang Listrik atau Batang Pohon? Penampakan di Jalan menuju Desa Suma Tinggi Tuai Perhatian Publik
Klarifikasi Kapus Lelilef Terkait Pemberitaan Operasional Ambulans: Pelayanan Tetap Berjalan, Kendala Utama Keterbatasan Tenaga Sopir
Diduga Terjadi Penyalahgunaan Dana Desa Loleo, LSM-KANe Malut Desak Kejaksaan Proses Hukum Kepala Desa dan Bendahara
Audit Khusus Dana Desa Loleo, Kades dan Sekdes Absen karena Alasan Sakit, LSM-KANe Malut Soroti Kejanggalan
Berita ini 99 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 21:25

Diduga Petugas Puskesmas Gane Luar Asyik Nobar, Warga Keluhkan Pelayanan Kesehatan dan Minta Dinas Kesehatan Bertindak

Senin, 6 Juli 2026 - 19:26

Masyarakat Lapar, Kepala Desa Kenyang? LSM-KANe Malut Desak Kejaksaan Usut Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa Loleo

Senin, 6 Juli 2026 - 12:57

Pemerintah Desa Yamli Serahkan Bantuan Ketahanan Pangan kepada Masyarakat

Kamis, 2 Juli 2026 - 15:40

LSM KANe: Kades Loleo Edi Amus Tinggalkan Tugas 8 Bulan, Pemda Halsel Diminta Jangan Tutup Mata!  

Senin, 29 Juni 2026 - 18:31

Klarifikasi Kapus Lelilef Terkait Pemberitaan Operasional Ambulans: Pelayanan Tetap Berjalan, Kendala Utama Keterbatasan Tenaga Sopir

Berita Terbaru