Boki Fatimah: Pelopor Jurnalistik Perempuan yang Menginspirasi Jiwa

Jumat, 27 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opini:

Penulis: Julfan Yon

Ketika kita berbicara tentang pelopor jurnalistik Indonesia, nama Tirto Adhi Soerjo sering kali menjadi sorotan. Namun, di balik gemerlap nama besar itu, ada sosok perempuan luar biasa yang turut menorehkan sejarah dengan tinta keberanian dan intelektualitasnya: Boki Fatimah, yang dikenal sebagai Prinses van Kasiruta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi saya, kisah Boki Fatimah bukan sekadar catatan sejarah, melainkan sumber inspirasi yang membakar semangat untuk terus memperjuangkan kebenaran dan keadilan, terutama sebagai seorang perempuan.Berasal dari Bacan, Maluku Utara, Boki Fatimah adalah putri Sultan Bacan Muhammad Oesman Sadik. Ia bisa saja memilih hidup dalam kemewahan istana, menikmati privilège kebangsawanan. Namun, ia memilih jalan yang tak biasa: dunia jurnalistik, sebuah ranah yang pada awal abad ke-20 didominasi laki-laki dan penuh dengan tantangan.

Bersama suaminya, Tirto Adhi Soerjo, Boki Fatimah mendirikan Medan Prijaji pada 1907, surat kabar pertama di Hindia Belanda yang berani mengangkat isu-isu pribumi. Bagi saya, langkah ini bukan hanya terobosan jurnalistik, tetapi juga simbol emansipasi yang mendahului zamannya.

Sebagai anggota redaksi Medan Prijaji, Boki Fatimah menunjukkan keahlian yang luar biasa. Kefasihannya dalam berbahasa Melayu dan Belanda bukan sekadar keunggulan teknis, tetapi juga cerminan kecerdasannya dalam menjembatani dua dunia—budaya lokal dan pemikiran modern. Tulisan-tulisannya, meskipun terbatas catatan sejarah tentang detailnya, pasti sarat dengan semangat nasionalisme dan kepekaan sosial.

Bayangkan, seorang perempuan Maluku di era kolonial, berani mengambil pena dan bersuara di tengah tekanan budaya patriarki dan dominasi kolonial. Bukankah ini keberanian yang patut kita teladani?

Apa yang membuat saya begitu terkesan adalah bagaimana Boki Fatimah tidak hanya menjadi pendamping Tirto Adhi Soerjo, tetapi juga mitra intelektualnya. Ia bukan sekadar istri yang berdiri di belakang suami, tetapi seorang perempuan yang berjalan sejajar, berbagi visi untuk memperjuangkan keadilan sosial.

Dalam setiap baris yang ditulisnya, saya membayangkan ada semangat yang membara—semangat seorang putri Bacan yang memilih untuk melampaui batasan zaman dan membuktikan bahwa perempuan pun mampu mengukir perubahan.

Boki Fatimah adalah cerminan bahwa keberanian dan intelektualitas tidak mengenal gender. Ia mengajarkan saya bahwa warisan sejati bukanlah gelar atau kekayaan, tetapi jejak perjuangan yang menginspirasi generasi. Sebagai seorang yang percaya pada kekuatan kata-kata, saya melihat Boki Fatimah sebagai mercusuar dalam kegelapan sejarah, mengingatkan kita bahwa setiap suara, terutama suara perempuan, memiliki daya untuk mengubah dunia. Prinses van Kasiruta bukan hanya nama, tetapi simbol perlawanan, keberanian, dan harapan yang akan terus hidup dalam setiap pena yang menulis untuk kebenaran.

 

Berita Terkait

Administrasi SD 173 Terbengkalai, Status Akademik Kepala Sekolah Ikut Disorot Publik
Masyarakat dan LSM-KANe Akan Gelar Aksi Jika Inspektorat Tidak Segera Audit Khusus Dana Desa Loleo
Polemik SDN 173 Halsel Kian Memanas, Surat Bermaterai Kepala Sekolah Tuai Sorotan Tajam Publik
Masyarakat Desa Anggai Apresiasi Kepala Desa Sebagai Pemimpin Idealis.
BADKO HMI Maluku Utara Soroti Proyek SDN 173 Halsel yang Molor Dua Tahun, Bupati Bassam Kasuba Tidak Boleh Diam
Kades Diduga Korupsi Uang Desa, LSM KANe Kecam Keras Dugaan Perlindungan Oknum DPRD  
Kades Loleo Pura-Pura Sakit, LSM-KANe Nilai DPRD Komisi I Juga “Sakit”
LSM-KANe Uji Komitmen DPRD Komisi I, Berani Hadirkan Kades Loleo
Berita ini 87 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:27

Administrasi SD 173 Terbengkalai, Status Akademik Kepala Sekolah Ikut Disorot Publik

Jumat, 29 Mei 2026 - 08:56

Masyarakat dan LSM-KANe Akan Gelar Aksi Jika Inspektorat Tidak Segera Audit Khusus Dana Desa Loleo

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:04

Polemik SDN 173 Halsel Kian Memanas, Surat Bermaterai Kepala Sekolah Tuai Sorotan Tajam Publik

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:40

Masyarakat Desa Anggai Apresiasi Kepala Desa Sebagai Pemimpin Idealis.

Senin, 25 Mei 2026 - 16:22

BADKO HMI Maluku Utara Soroti Proyek SDN 173 Halsel yang Molor Dua Tahun, Bupati Bassam Kasuba Tidak Boleh Diam

Berita Terbaru