Kades Loleo Pura-Pura Sakit, LSM-KANe Nilai DPRD Komisi I Juga “Sakit”

Minggu, 24 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Labuha, 23 Mei 2026 — Kasus Dana Desa Loleo, Kecamatan Obi Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, kini menjadi perhatian publik. Masyarakat bersama LSM-KANe telah mengajukan permohonan Rapat Dengar Pendapat (RDP) kepada DPRD Kabupaten Halmahera Selatan guna meminta klarifikasi terkait berbagai dugaan persoalan di Desa Loleo.

Pihak DPRD diketahui telah melayangkan surat pemanggilan sebanyak dua kali kepada Kepala Desa Loleo, Edi Amus. Namun, yang bersangkutan disebut tidak menghadiri agenda RDP dengan alasan sakit. Akan tetapi, hasil investigasi LSM-KANe menyebutkan bahwa Kepala Desa Loleo dalam kondisi sehat dan tidak menunjukkan tanda-tanda sedang sakit.

LSM-KANe menilai alasan sakit yang disampaikan tersebut diduga hanya menjadi dalih untuk menghindari forum RDP. Menurut mereka, ketidakhadiran kepala desa menunjukkan adanya ketakutan untuk memberikan penjelasan di hadapan DPRD dan masyarakat terkait dugaan persoalan Dana Desa Loleo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Surat pemanggilan yang telah dilayangkan DPRD juga dinilai seolah diabaikan oleh Kepala Desa Loleo. Bahkan, pihak DPRD disebut sempat menyampaikan bahwa kepala desa sedang sakit, namun hingga kini tidak ada keterangan resmi maupun surat keterangan sakit yang dapat dibuktikan kepada publik.

Ketua LSM-KANe, Risal Sangaji, menilai DPRD Kabupaten Halmahera Selatan, khususnya Komisi I, terkesan tidak memiliki ketegasan dalam menghadirkan Kepala Desa Loleo dalam forum resmi RDP.

“Kalau alasan sakit, harus ada bukti yang jelas berupa surat keterangan dokter. Jangan sampai DPRD juga ikut dikelabui,” tegasnya.

LSM-KANe bahkan menduga adanya indikasi persekongkolan antara oknum DPRD dan Kepala Desa Loleo karena hingga saat ini tidak ada langkah tegas terhadap ketidakhadiran kepala desa dalam agenda RDP tersebut.

Masyarakat berharap DPRD Kabupaten Halmahera Selatan dapat bersikap lebih tegas dan transparan agar persoalan Dana Desa Loleo dapat dibuka secara terang kepada publik.

Berita Terkait

Tiang Listrik atau Batang Pohon? Penampakan di Jalan menuju Desa Suma Tinggi Tuai Perhatian Publik
Klarifikasi Kapus Lelilef Terkait Pemberitaan Operasional Ambulans: Pelayanan Tetap Berjalan, Kendala Utama Keterbatasan Tenaga Sopir
Diduga Terjadi Penyalahgunaan Dana Desa Loleo, LSM-KANe Malut Desak Kejaksaan Proses Hukum Kepala Desa dan Bendahara
Audit Khusus Dana Desa Loleo, Kades dan Sekdes Absen karena Alasan Sakit, LSM-KANe Malut Soroti Kejanggalan
LSM-KANe Malut Desak Inspektorat Segera Serahkan Hasil Audit Dana Desa Loleo ke Kejaksaan
Kepala Desa Nyonyifi Bantah Tuduhan dalam Pemberitaan, Sebut Tidak Pernah Dikonfirmasi Sebelum Dipublikasikan
Kegiatan Pelepasan Siswa-Siswi PAUD Satria Mandiri Desa Balita Angkatan XV
Kantor Desa Kembali Dipalang, Masyarakat Desa Loleo Desak Bupati Copot Kades Edi Amus
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 21:10

Tiang Listrik atau Batang Pohon? Penampakan di Jalan menuju Desa Suma Tinggi Tuai Perhatian Publik

Senin, 29 Juni 2026 - 18:31

Klarifikasi Kapus Lelilef Terkait Pemberitaan Operasional Ambulans: Pelayanan Tetap Berjalan, Kendala Utama Keterbatasan Tenaga Sopir

Senin, 29 Juni 2026 - 18:09

Diduga Terjadi Penyalahgunaan Dana Desa Loleo, LSM-KANe Malut Desak Kejaksaan Proses Hukum Kepala Desa dan Bendahara

Sabtu, 27 Juni 2026 - 20:41

Audit Khusus Dana Desa Loleo, Kades dan Sekdes Absen karena Alasan Sakit, LSM-KANe Malut Soroti Kejanggalan

Sabtu, 27 Juni 2026 - 06:18

LSM-KANe Malut Desak Inspektorat Segera Serahkan Hasil Audit Dana Desa Loleo ke Kejaksaan

Berita Terbaru