Sofifi, newsline.id– Provinsi Maluku Utara merayakan Hari Ulang Tahun ke-26 dengan semangat baru untuk mempercepat pembangunan daerah melalui pendekatan inovatif dan kolaboratif. Bertemakan “Membangun Malut dengan Hati, Inovasi, dan Kolaborasi”, peringatan HUT kali ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen menjadikan Maluku Utara sebagai provinsi yang tangguh, modern, dan berkeadilan.
Dalam sambutannya di acara puncak peringatan HUT di Sofifi, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan.
“Maluku Utara harus menjadi rumah besar bagi seluruh masyarakatnya. Kami ingin memastikan setiap langkah pembangunan dirasakan manfaatnya oleh rakyat, dengan hati yang tulus, inovasi yang cerdas, dan kolaborasi yang kokoh,” ujar Gubernur Sherly.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemerintah Provinsi Maluku Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur H. Sarbin Sehe menegaskan komitmennya untuk mendorong inovasi di berbagai sektor strategis, seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kreatif. Salah satu langkah konkret adalah peningkatan akses pendidikan berkualitas melalui program beasiswa dan digitalisasi pembelajaran, khususnya di wilayah kepulauan yang selama ini sulit dijangkau.
Di sektor kesehatan, pemerintah tengah memperluas layanan kesehatan berbasis teknologi, termasuk telemedicine, untuk memastikan masyarakat di pelosok mendapatkan akses layanan medis yang memadai. Sementara itu, di bidang ekonomi kreatif, program pelatihan kewirausahaan dan promosi produk lokal diharapkan dapat mengangkat potensi UMKM serta memperkuat identitas budaya Maluku Utara di kancah nasional maupun internasional.
“Kolaborasi adalah kunci. Kami menggandeng sektor swasta, akademisi, dan komunitas lokal untuk menciptakan ekosistem pembangunan yang inklusif,” ungkap Wakil Gubernur H. Sarbin Sehe.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan lintas sektor akan mempercepat transformasi Maluku Utara menjadi provinsi yang mandiri dan berdaya saing.
Peringatan HUT ke-26 ini dirayakan dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat luas, mulai dari pawai budaya, lomba seni tradisional, hingga pameran produk UMKM lokal. Acara ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga wadah untuk memamerkan kekayaan budaya dan potensi ekonomi Maluku Utara, seperti rempah-rempah, hasil laut, dan kerajinan tangan yang telah mendunia.

Selain itu, pemerintah provinsi juga meluncurkan sejumlah program unggulan, termasuk inisiatif Malut Smart Province yang bertujuan mengintegrasikan teknologi dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik. Program ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
Gubernur Sherly menekankan bahwa HUT ke-26 ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga titik tolak untuk mengevaluasi capaian dan merancang langkah strategis ke depan.
“Kami ingin Maluku Utara menjadi provinsi yang tidak hanya kaya akan sumber daya alam, tetapi juga kaya akan sumber daya manusia yang inovatif dan berdaya saing,” tuturnya.
Masyarakat Maluku Utara pun menyambut antusias semangat baru ini.
“Saya bangga melihat perkembangan daerah kami. Semoga ke depan, Maluku Utara semakin maju dan seluruh masyarakat bisa merasakan manfaatnya,” ujar seorang warga Ternate yang turut memeriahkan perayaan HUT.
Dengan semangat kebersamaan dan visi yang jelas, Maluku Utara optimistis melangkah menuju masa depan yang lebih cerah. Dirgahayu Maluku Utara ke-26! Semoga semangat inovasi dan kolaborasi terus membawa kemajuan bagi daerah yang kaya akan budaya dan potensi ini.(***)












