Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa Loleo Jadi Atensi Publik, LSM-KANe Menduga Inspektorat Jadi Penonton

Selasa, 19 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halmahera Selatan, 19/05/2026 — Dugaan penyalahgunaan Dana Desa Loleo, Kecamatan Obi Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, kini menjadi perhatian publik di Halmahera Selatan. Namun hingga saat ini, masyarakat menilai belum ada langkah tegas dari pihak Inspektorat Kabupaten Halmahera Selatan selain janji untuk melakukan pemeriksaan.

Kondisi tersebut menimbulkan keresahan di tengah masyarakat Desa Loleo. Warga mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah, khususnya Inspektorat Halmahera Selatan, dalam menangani persoalan dugaan penyalahgunaan dana desa yang dinilai telah merugikan masyarakat.

Ketua LSM-KANe Maluku Utara, Risal Sangaji, menilai bahwa persoalan Dana Desa Loleo telah menjadi atensi publik. Namun, menurutnya, pihak Inspektorat terkesan hanya menjadi penonton dan diduga melakukan pembiaran terhadap persoalan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Masyarakat berharap Inspektorat segera mengambil langkah tegas dan transparan agar persoalan ini tidak terus berlarut-larut,” ujar Risal Sangaji.

Masyarakat juga meminta agar pemerintah daerah segera memberikan kepastian hukum dan administratif terkait dugaan penyalahgunaan Dana Desa Loleo. Selain itu, warga mempertanyakan keberadaan Kepala Desa Loleo, Edi Amus, yang disebut sudah tidak kembali ke desa selama kurang lebih enam hingga tujuh bulan.

Menurut warga, kondisi tersebut semakin memperkuat dugaan adanya persoalan serius dalam pengelolaan Dana Desa Loleo. Mereka berharap DPRD Kabupaten Halmahera Selatan dan pihak terkait segera memanggil seluruh pihak yang diduga mengetahui persoalan tersebut melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) agar masalah dapat dibuka secara terang-benderang di hadapan publik.

Dalam keterangannya, Ketua LSM-KANe juga meminta pihak-pihak yang dianggap membela atau melindungi Kepala Desa Loleo agar bersikap terbuka dan berani hadir dalam forum RDP bersama DPRD Halmahera Selatan demi memberikan penjelasan kepada masyarakat.

LSM-KANe menegaskan bahwa pengelolaan dana desa harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.

Berita Terkait

USAHAH TELAH PRES DI RORIBATI DIDUGA AMBIL MATERIAL DI KALI OBA TANPA IZIN — MAS KENTIL DIDUGA TERLIBAT, HARAP TINDAKAN TEGAS*
Puskesmas Wayaua Disorot,Warga Pertanyakan Kesiapsiagaan Petugas Sif Malam Saat Kondisi Darurat
Puskesmas Wayaua Disorot, Warga Pertanyakan Kesiapsiagaan Petugas Sif Malam Saat Kondisi Darurat
IPTU Sukardi Sain Tegaskan Kasus Kepsek SDN 84 Halsel Segera Naik Penyidikan
LSM-KANe Akan Laporkan Tiga Kepala Desa ke Kejaksaan Negeri Labuha
Masyarakat Desa Loleo Pertanyakan Anggaran Masjid Ratusan Juta, “Uangnya ke Mana
SEKRETARIS LSM KANe PERTANYAKAN TUGAS PENGAWASAN: BERAPA BANYAK ANGGARAN DANA DESA YANG BERHASIL DISELAMATKAN INSPEKTORAT? KADES LOLEO EDI AMUS DIDUGA SALAHGUNAKAN DANA HINGGA RATUSAN JUTA SAMPAI MILIAR, JADI TANTANGAN BESAR
Ketua LSM-KANe Bantah Pemberitaan Sebelumnya Terkait Dugaan Pemajakan Penambang Lokal oleh Sadam Hadi
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 05:50

USAHAH TELAH PRES DI RORIBATI DIDUGA AMBIL MATERIAL DI KALI OBA TANPA IZIN — MAS KENTIL DIDUGA TERLIBAT, HARAP TINDAKAN TEGAS*

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:23

Puskesmas Wayaua Disorot,Warga Pertanyakan Kesiapsiagaan Petugas Sif Malam Saat Kondisi Darurat

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:38

Puskesmas Wayaua Disorot, Warga Pertanyakan Kesiapsiagaan Petugas Sif Malam Saat Kondisi Darurat

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:04

IPTU Sukardi Sain Tegaskan Kasus Kepsek SDN 84 Halsel Segera Naik Penyidikan

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:56

LSM-KANe Akan Laporkan Tiga Kepala Desa ke Kejaksaan Negeri Labuha

Berita Terbaru