Kronologi Rapat Internal RS Pratama Bisui: Ketegangan dan Polemik Pengelolaan Anggaran

Senin, 30 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

HALSEL, newsline.id – Pada Sabtu, 28 Juni 2025, RS Pratama Bisui, Halmahera Selatan, menggelar rapat internal yang dipimpin langsung oleh Direktur RS, dr. Elisabeth Bernadate. Rapat ini digelar sebagai respons atas isu yang beredar di media sosial terkait pengelolaan Dana Pengelolaan Anggaran (DPA) rutin rumah sakit tersebut, yang memicu perhatian publik.

Dalam rapat yang dihadiri seluruh staf RS Pratama Bisui, dr. Elisabeth memaparkan mekanisme pengelolaan anggaran melalui presentasi video infokus. Ia menjelaskan bahwa pencairan anggaran dilakukan melalui bendahara dengan nominal Rp8.000.000 per transaksi. Direktur menegaskan bahwa proses tersebut telah sesuai prosedur, namun suasana rapat memanas ketika ia menyampaikan sikap tegas terhadap staf yang dianggap menentang kebijakannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut sumber internal, dr. Elisabeth menggunakan bahasa yang dianggap kurang pantas dan bernada angkuh selama rapat. Salah satu pernyataan yang mencuri perhatian adalah,

“Saya pe SK masih jadi Direktur RS Pratama Bisui, jadi apapun itu saya masih tetap jadi Direktur di sini. Suka atau tidak suka, kalian harus terima kenyataan!”

Pernyataan ini disampaikan dengan nada tinggi dan tanpa penjelasan yang memadai, sehingga memicu ketidaknyamanan di kalangan staf.Tak hanya itu, Direktur juga mengeluarkan pernyataan bernada ancaman. Ia menyebutkan bahwa pegawai yang tidak patuh terhadap kebijakannya akan dilaporkan ke Pemerintah Daerah (Pemda), Dinas terkait, hingga Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Hal ini semakin memanaskan suasana rapat, yang sejatinya diharapkan menjadi forum klarifikasi dan penyelesaian masalah.

Isu pengelolaan anggaran RS Pratama Bisui yang mencuat di media sosial ini menjadi sorotan karena menyangkut transparansi dan akuntabilitas. Rapat internal yang digelar justru meninggalkan sejumlah pertanyaan, terutama terkait gaya komunikasi pimpinan dan langkah konkret untuk menjawab keresahan publik.Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari pihak RS Pratama Bisui atau Pemda Halmahera Selatan terkait polemik ini. Publik kini menanti tindak lanjut yang lebih transparan dan solutif untuk meredam ketegangan yang ada.

Penulis: Sudirman Jamal

Editor: Tim Redaksi newsline.id

Berita Terkait

Kapolri Mutasi Pejabat di Polda Maluku Utara, Wakapolda hingga Dir Reskrimsus Berganti
Masyarakat Desa Lelewi Apresiasi Kinerja Kepala Desa, 14 Rumah Terima Bantuan Rehabilitasi BSPS
PS Mekarsari Juara Dodaga Cup I, Ketua KONI Haltim Tekankan Sportivitas dan Persaudaraan
Sampah Berserakan di Jalan Lintas Provinsi Desa Lelilef Waibulan, Weda Tengah, Halmahera Tengah
Diduga Tak Kantongi Izin Sah, UD Pratama Mebel di Garoju Disorot, Polda Malut Diminta Turun Tangan
TIDORE MEMANGGIL! GENERASI MUDA SULTAN NUKU GUGAT 81 TAHUN PERJALANAN NEGARA — REFERENDUM, FEDERALISME, DAN KEDAULATAN RAKYAT DISERUKAN
USAHAH TELAH PRES DI RORIBATI DIDUGA AMBIL MATERIAL DI KALI OBA TANPA IZIN — MAS KENTIL DIDUGA TERLIBAT, HARAP TINDAKAN TEGAS*
Puskesmas Wayaua Disorot,Warga Pertanyakan Kesiapsiagaan Petugas Sif Malam Saat Kondisi Darurat
Berita ini 243 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:09

Kapolri Mutasi Pejabat di Polda Maluku Utara, Wakapolda hingga Dir Reskrimsus Berganti

Senin, 31 Agustus 2026 - 05:40

Masyarakat Desa Lelewi Apresiasi Kinerja Kepala Desa, 14 Rumah Terima Bantuan Rehabilitasi BSPS

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:13

PS Mekarsari Juara Dodaga Cup I, Ketua KONI Haltim Tekankan Sportivitas dan Persaudaraan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:54

Sampah Berserakan di Jalan Lintas Provinsi Desa Lelilef Waibulan, Weda Tengah, Halmahera Tengah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:34

Diduga Tak Kantongi Izin Sah, UD Pratama Mebel di Garoju Disorot, Polda Malut Diminta Turun Tangan

Berita Terbaru