Malut.Newsline.Id-Sofifi — Kecelakaan lalu lintas terjadi pada Kamis, 13 Maret 2025, sekira pukul 12:20 WIT, di Jalan Raya Lintas Halmahera, tepatnya di Gunung Batu, Dusun Tuguae, Desa Kusu, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan. Kecelakaan tersebut melibatkan sebuah sepeda motor Yamaha Mio M3 warna abu-abu dengan nomor tanda kendaraan bermotor (TNKB) DB 4302 MZ yang dikendarai oleh Sdri. Surisna, dengan penumpang Sdri. Sulastri Mahmud.
Menurut informasi yang dihimpun, sebelum kecelakaan terjadi, sepeda motor tersebut datang dari arah Desa Beringin Jaya, Kecamatan Oba Tengah, Kota Tidore Kepulauan, dan hendak menuju ke Sofifi, Kecamatan Oba Utara. Namun, saat melintas di jalan turunan dan tikungan di lokasi kejadian, sepeda motor yang dikendarai oleh Sdri. Surisna mengalami rem blong. Akibatnya, pengendara tidak mampu mengendalikan laju motor dan menabrak pagar pembatas jembatan. Kecelakaan tersebut menyebabkan pengendara dan penumpang terjatuh ke bawah jembatan.
Akibat dari kecelakaan tersebut, Sdri. Surisna mengalami luka robek di bagian kepala dan luka lecet pada kedua lututnya. Ia segera dilarikan ke Puskesmas Galala untuk mendapatkan pertolongan pertama, kemudian dirujuk ke RSUD Dr. Chasan Boesoirie untuk penanganan lebih lanjut. Sedangkan, Sdri. Sulastri Mahmud mengalami luka robek di bagian tengah dahi hingga ke bagian atas kepala, serta mengalami pendarahan. Tak hanya itu, ia juga mengalami patah tulang pada tulang kering kaki kanan dan dinyatakan meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kanit Gakkum, IPDA Aswanto Sanaky, mengungkapkan bahwa pihaknya segera menerima laporan mengenai kecelakaan tersebut dan langsung mengirimkan petugas dari pos Kusu untuk menuju ke lokasi kejadian. Setelah sampai di tempat kejadian, anggota lantas melakukan evakuasi terhadap korban, yakni Sdri. Surisna, yang masih hidup, untuk dibawa ke Puskesmas Galala, sementara korban yang meninggal dunia langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat.
“Proses evakuasi berjalan lancar. Kami segera membawa kedua korban ke fasilitas kesehatan terdekat. Korban yang mengalami luka berat langsung dirujuk ke RSUD Dr. Chasan Boesoirie. Sedangkan korban yang meninggal dunia telah dibawa oleh petugas menuju ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelas IPDA Aswanto Sanaky.
Lebih lanjut, Kasubnit 1 Unit Gakkum Aipda Umar menambahkan bahwa kecelakaan ini diduga akibat dari faktor teknis kendaraan, yaitu rem yang mengalami kegagalan.
“Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab pasti kecelakaan ini, namun yang pasti rem motor tidak berfungsi dengan baik, yang menyebabkan pengendara tidak dapat mengontrol kendaraannya,” ujar Aipda Umar.
Kecelakaan ini mengingatkan kita akan pentingnya perawatan kendaraan, terutama sistem pengereman, untuk mencegah terjadinya kecelakaan serupa. Pihak kepolisian mengimbau agar seluruh pengendara selalu memeriksa kondisi kendaraan sebelum digunakan dan berhati-hati saat berkendara, terutama di jalur-jalur yang memiliki tanjakan atau turunan tajam.
Untuk sementara, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kejadian ini. Beberapa saksi mata yang berada di sekitar lokasi kejadian juga telah dimintai keterangan guna melengkapi proses penyelidikan. Sementara itu, pihak keluarga korban yang meninggal dunia menerima kejadian ini dengan penuh keprihatinan, dan pihak kepolisian memberikan bantuan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Satlantas Polresta Tidore mengimbau agar masyarakat tetap berhati-hati dan mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama. Kecelakaan ini juga mengingatkan kita akan pentingnya kesadaran dalam berkendara, terutama dalam menjaga kondisi kendaraan agar tetap prima, sehingga dapat menghindari kecelakaan yang dapat merenggut nyawa.
Reporter : Ilham Saleh











