Pancasila di Tanah Obi: Antara Harapan dan Realitas

Senin, 1 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Asbar Sandiah

Alumni UMMU Ternate

Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila sebagai momentum untuk mengenang sekaligus menghayati nilai-nilai dasar yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Bagi masyarakat Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, peringatan ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan ruang refleksi tentang sejauh mana cita-cita Pancasila telah hadir dalam kehidupan sehari-hari.

 

Pulau Obi merupakan salah satu wilayah yang dianugerahi kekayaan sumber daya alam melimpah. Cadangan nikel yang besar menjadikan daerah ini sebagai kawasan strategis yang menarik perhatian berbagai investasi industri pertambangan. Aktivitas ekonomi tumbuh, kapal-kapal pengangkut hasil tambang hilir mudik, dan roda pembangunan nasional terus bergerak. Namun di tengah geliat tersebut, muncul pertanyaan yang kerap terdengar di tengah masyarakat, sejauh mana manfaat kekayaan alam itu dirasakan oleh warga setempat?

 

Bagi masyarakat Obi yang hidup dalam keberagaman suku, agama, dan budaya, Pancasila bukan hanya simbol negara, melainkan janji tentang persatuan, keadilan, dan kesejahteraan yang harus dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia tanpa membedakan wilayah tempat tinggal.

 

Nilai itu menjadi semakin relevan ketika masyarakat melihat masih adanya berbagai tantangan mendasar yang belum sepenuhnya teratasi.

Di sejumlah wilayah, infrastruktur jalan masih memerlukan perhatian serius.

 

Akses listrik dan layanan dasar lainnya belum sepenuhnya merata. Fasilitas pendidikan dan kesehatan masih menghadapi keterbatasan, sementara biaya transportasi antarpulau dan antarwilayah tetap menjadi beban bagi sebagian masyarakat. Kondisi ini menimbulkan harapan agar pembangunan yang berlangsung dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup warga lokal.

 

Sila kelima Pancasila, “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia”, menjadi ukuran yang paling sering dijadikan rujukan oleh masyarakat. Keadilan sosial tidak hanya berarti pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pemerataan manfaat pembangunan, kesempatan yang setara, serta hadirnya negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat hingga ke wilayah terluar, Kecamatan Yg Paling Jau Yaitu Kecamatan Obi Selatan Seolah Sebagai Anak Tiri.

 

Di sisi lain, perhatian terhadap kelestarian lingkungan juga menjadi isu penting. Aktivitas industri yang berkembang pesat membawa harapan terhadap peningkatan ekonomi, namun sekaligus memunculkan kekhawatiran mengenai keberlanjutan sumber daya alam, kualitas lingkungan, serta keberlangsungan ruang hidup masyarakat. Oleh karena itu, pembangunan yang berorientasi pada keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan kepentingan masyarakat lokal menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan.

 

Masyarakat Obi pada dasarnya tidak menolak pembangunan. Sebaliknya, mereka berharap dapat menjadi bagian dari kemajuan tersebut. Harapan yang tumbuh sederhana namun mendasar: kekayaan alam yang berasal dari tanah mereka juga mampu menghadirkan kesejahteraan yang nyata, infrastruktur yang memadai, layanan publik yang lebih baik, serta lingkungan yang tetap terjaga untuk generasi mendatang.

Hari Lahir Pancasila seharusnya menjadi pengingat bahwa nilai-nilai luhur bangsa tidak cukup hanya diperingati, tetapi juga diwujudkan dalam kebijakan dan tindakan nyata. Persatuan harus berjalan beriringan dengan pemerataan, pembangunan harus sejalan dengan keadilan, dan kemajuan ekonomi harus memberikan manfaat yang dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Bagi masyarakat Pulau Obi, makna menjadi bagian dari Indonesia adalah ketika mereka dapat hidup layak, aman, dan sejahtera di tanah kelahiran sendiri. Di situlah Pancasila menemukan makna paling nyata, bukan hanya sebagai dasar negara, tetapi sebagai janji yang benar-benar hadir dalam kehidupan rakyat Obi secara keseluruhan.

Berita Terkait

Ditlantas Polda Maluku Utara Gelar Operasi Rutin, Pengendara Diminta Lengkapi Surat Kendaraan
KETIMPANGAN SEBAGAI TRADISI: MEMBACA PANCASILA DARI PULAU OBI
Pelayanan Cepat, Tambah Angin Gratis di Bengkel Jalan 40 Sofifi Galala
Sekda Ternate Turun Langsung: Dialog Intensif Warnai Aksi Penutupan Akses TPA Takome
Perkuat KOMBEL, MKKS Maluku Utara Wujudkan Guru sebagai Fasilitator bagi Siswa Berkebutuhan Khusus*
Larangan Medsos untuk Anak di Tengah Darurat Digital
Gaji PPPK dan Honor Daerah Guru di Halmahera Selatan Belum Terbayar, Bendahara Provinsi Sebut Kendala Data dan Rekening
TribunHalsel.com Resmi Meluncur, Siap Sajikan Berita Aktual, Faktual, dan Berimbang di Halmahera Selatan
Berita ini 81 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:24

Ditlantas Polda Maluku Utara Gelar Operasi Rutin, Pengendara Diminta Lengkapi Surat Kendaraan

Senin, 1 Juni 2026 - 16:27

KETIMPANGAN SEBAGAI TRADISI: MEMBACA PANCASILA DARI PULAU OBI

Senin, 1 Juni 2026 - 16:14

Pancasila di Tanah Obi: Antara Harapan dan Realitas

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:29

Pelayanan Cepat, Tambah Angin Gratis di Bengkel Jalan 40 Sofifi Galala

Jumat, 24 April 2026 - 19:03

Sekda Ternate Turun Langsung: Dialog Intensif Warnai Aksi Penutupan Akses TPA Takome

Berita Terbaru