Perkuat KOMBEL, MKKS Maluku Utara Wujudkan Guru sebagai Fasilitator bagi Siswa Berkebutuhan Khusus*

Kamis, 9 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maluku Utara, newsline.id— Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Maluku Utara terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan inklusif melalui penguatan Komunitas Belajar (KOMBEL). Upaya ini difokuskan pada transformasi peran guru, dari sekadar pengajar menjadi fasilitator yang mampu mendampingi siswa, khususnya siswa berkebutuhan khusus, agar dapat berkembang secara optimal.

Dalam berbagai kegiatan pelatihan dan diskusi yang digelar, para kepala sekolah dan guru didorong untuk memahami pendekatan pembelajaran yang lebih adaptif, humanis, dan berpusat pada kebutuhan siswa.Penguatan KOMBEL menjadi wadah strategis untuk berbagi praktik baik, pengalaman, serta solusi dalam menghadapi tantangan pembelajaran inklusif di lapangan.

Ketua MKKS SeSLB Maluku Utara FANY S.Pd menyampaikan bahwa guru memiliki peran kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang ramah dan inklusif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Guru tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga menjadi fasilitator yang membantu setiap siswa, termasuk yang memiliki kebutuhan khusus, untuk menemukan potensi terbaiknya,” ujarnya.

Melalui KOMBEL, para guru dilatih untuk merancang pembelajaran diferensiasi, menggunakan metode yang fleksibel, serta memanfaatkan berbagai media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa. Hal ini dinilai penting untuk memastikan bahwa tidak ada siswa yang tertinggal dalam proses belajar.

Selain itu, MKKS juga mendorong kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan tenaga ahli guna memberikan dukungan yang komprehensif bagi siswa berkebutuhan khusus. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Dengan penguatan KOMBEL, MKKS Maluku Utara optimistis bahwa kualitas layanan pendidikan bagi siswa berkebutuhan khusus akan semakin meningkat. Transformasi peran guru sebagai fasilitator menjadi langkah penting dalam mewujudkan pendidikan yang adil, merata, dan menghargai keberagaman setiap peserta didik.

Tim/red

Berita Terkait

Kapolri Mutasi Pejabat di Polda Maluku Utara, Wakapolda hingga Dir Reskrimsus Berganti
Masyarakat Desa Lelewi Apresiasi Kinerja Kepala Desa, 14 Rumah Terima Bantuan Rehabilitasi BSPS
PS Mekarsari Juara Dodaga Cup I, Ketua KONI Haltim Tekankan Sportivitas dan Persaudaraan
Sampah Berserakan di Jalan Lintas Provinsi Desa Lelilef Waibulan, Weda Tengah, Halmahera Tengah
Diduga Tak Kantongi Izin Sah, UD Pratama Mebel di Garoju Disorot, Polda Malut Diminta Turun Tangan
TIDORE MEMANGGIL! GENERASI MUDA SULTAN NUKU GUGAT 81 TAHUN PERJALANAN NEGARA — REFERENDUM, FEDERALISME, DAN KEDAULATAN RAKYAT DISERUKAN
Semangat Kemerdekaan, Polda Malut Perkuat Kekompakan Lewat Ajang Lomba
Kapolda Maluku Utara Hadiri Upacara Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 RI di Sofifi
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:09

Kapolri Mutasi Pejabat di Polda Maluku Utara, Wakapolda hingga Dir Reskrimsus Berganti

Senin, 31 Agustus 2026 - 05:40

Masyarakat Desa Lelewi Apresiasi Kinerja Kepala Desa, 14 Rumah Terima Bantuan Rehabilitasi BSPS

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:13

PS Mekarsari Juara Dodaga Cup I, Ketua KONI Haltim Tekankan Sportivitas dan Persaudaraan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:54

Sampah Berserakan di Jalan Lintas Provinsi Desa Lelilef Waibulan, Weda Tengah, Halmahera Tengah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:34

Diduga Tak Kantongi Izin Sah, UD Pratama Mebel di Garoju Disorot, Polda Malut Diminta Turun Tangan

Berita Terbaru