Maluku Utara Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Atlas Kerentanan FSVA 2025, IKP Naik ke 61,44

Selasa, 18 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SOFIFI, 18 November 2025 – Kepala Dinas Pangan Provinsi Maluku Utara (Malut), Dheni Tjan SH MSI, menekankan pentingnya pemanfaatan Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) terbaru tahun 2025 untuk mengidentifikasi wilayah rentan ketahanan pangan di daerah kepulauan ini.

“FSVA bukan sekadar peta, tapi alat strategis dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Pangan Nasional untuk mendukung intervensi tepat sasaran, terutama di tengah tantangan geografis Malut,” ujar Dheni Tjan saat dihubungi terkait rilis data terbaru.

FSVA, yang dikembangkan sejak 2005 oleh Badan Ketahanan Pangan (sekarang Badan Pangan Nasional) bekerja sama dengan World Food Programme (WFP) dan BPS, merupakan peta tematik yang memvisualisasikan kerentanan pangan secara geografis. Edisi 2025 yang ditingkatkan ini menggunakan data tingkat desa untuk lebih dari 83.000 desa di Indonesia, dengan indikator baru seperti Pola Pangan Harapan (PPH) untuk keragaman makanan, Koefisien Variasi Harga untuk stabilitas harga, dan Prevalensi Kekurangan Gizi (PoU). Pembaruan ini memungkinkan pemetaan hotspot kerentanan pangan dengan model Small Area Estimation (SAE), mendukung target nasional seperti pengurangan stunting dan swasembada pangan menuju Indonesia Emas 2045.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan data BPS dan Badan Pangan Nasional, Indeks Ketahanan Pangan (IKP) Provinsi Malut pada 2024 mencapai 61,44 poin, masuk kategori “Agak Tahan” (Kelompok IKP 4). Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dari 58,39 pada 2022, meski masih di bawah rata-rata nasional. Prevalensi penduduk dengan kerawanan pangan sedang atau berat di Malut tercatat 10,60 persen pada 2024, lebih tinggi dibandingkan provinsi tetangga seperti Papua Barat (7,58 persen), namun menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya berkat program distribusi pangan lokal.

Indikator Utama Ketahanan Pangan Malut (2024)

Nilai

Kategori

Indeks Ketahanan Pangan (IKP) Provinsi

61,44

Agak Tahan

Prevalensi Kerawanan Pangan Sedang/Berat

10,60%

Rentan Sedang

Produksi Padi (Angka Sementara)

Naik 5% dari 2023

Stabil

Nilai Tukar Petani (NTP) September 2025

Meningkat

Sumber: BPS Provinsi Maluku Utara dan Badan Pangan Nasional.

Dheni Tjan menyoroti bahwa FSVA 2025 akan diintegrasikan ke dalam Dashboard Sistem Pangan Indonesia (DSPI) untuk pemantauan real-time. “Kami prioritaskan UMKM berbasis pangan lokal seperti sagu dan ikan untuk perkuat cadangan pangan daerah. Anggaran ketahanan pangan Malut tahun 2025 mencapai Rp103 miliar lebih, fokus pada Dana Desa dan RPJMDes,” tambahnya. Evaluasi WFP periode 2017-2024 juga merekomendasikan kolaborasi lintas sektor untuk tingkatkan akurasi data BPS di tingkat kabupaten/kota.

Tantangan utama di Malut tetap pada ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah, dengan inflasi pangan dipengaruhi empat indikator utama: beras, cabai, daging ayam, dan minyak goreng. Gubernur Malut, dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) 2025, menegaskan komitmen provinsi untuk capai IKP di atas 65 poin pada 2026 melalui program “Kedai Panganmu”.

Dengan FSVA sebagai panduan, Malut berharap dapat mengurangi kerentanan pangan hingga 20 persen dalam tiga tahun ke depan, sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDG) Target 2.2. Masyarakat diimbau aktif ikut serta dalam pemantauan data BPS untuk masukan kebijakan yang lebih inklusif.

Berita Terkait

Polda Malut Tangkap Tersangka Dugaan Penipuan Umrah, Kerugian Jamaah Capai Rp2,5 Miliar
Polisi Tangkap Tersangka Pelaku Penipuan dan Penggelapan Dana Perjalanan Umroh yang Rugikan Masyarakat Milyaran Rupiah
USAHAH TELAH PRES DI RORIBATI DIDUGA AMBIL MATERIAL DI KALI OBA TANPA IZIN — MAS KENTIL DIDUGA TERLIBAT, HARAP TINDAKAN TEGAS
Kapolda Maluku Utara Temui Esau Sidemo, Nelayan yang Bertahan 26 Hari di Tengah Samudra Pasifik
Wakapolda Malut Buka FGD Kepemimpinan Nasional, Dorong Pengaduan Masyarakat Terintegrasi
Akademisi Soroti Rencana Pinjaman Rp1 Triliun Pemprov Maluku Utara, Minta Transparansi dan Lindungi Hak ASN
Ditlantas Polda Maluku Utara Gelar Operasi Rutin, Pengendara Diminta Lengkapi Surat Kendaraan
Organda Gabungan Desak Polda Maluku Utara Tindak Pelaku Penjualan Solar Subsidi di Atas Harga Normal
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:22

Polda Malut Tangkap Tersangka Dugaan Penipuan Umrah, Kerugian Jamaah Capai Rp2,5 Miliar

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:58

Polisi Tangkap Tersangka Pelaku Penipuan dan Penggelapan Dana Perjalanan Umroh yang Rugikan Masyarakat Milyaran Rupiah

Kamis, 27 Agustus 2026 - 05:59

USAHAH TELAH PRES DI RORIBATI DIDUGA AMBIL MATERIAL DI KALI OBA TANPA IZIN — MAS KENTIL DIDUGA TERLIBAT, HARAP TINDAKAN TEGAS

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:37

Kapolda Maluku Utara Temui Esau Sidemo, Nelayan yang Bertahan 26 Hari di Tengah Samudra Pasifik

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:13

Wakapolda Malut Buka FGD Kepemimpinan Nasional, Dorong Pengaduan Masyarakat Terintegrasi

Berita Terbaru