Sofifi, newsline.id 19 November 2025 – Wakil Gubernur Maluku Utara (Malut), H. Sarbin Sehe, memberikan peringatan tegas kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Malut agar menjaga integritas pribadi dan menghindari perilaku yang merusak citra birokrasi. Pernyataan ini disampaikan di tengah maraknya kasus perselingkuhan di kalangan ASN yang belakangan ini menjadi sorotan publik dan berpotensi mengganggu harmoni rumah tangga serta kinerja pemerintahan.
Dalam apel pagi rutin yang digelar di Halaman Kantor Gubernur Provinsi Malut, Sofifi, pada Senin (18/11/2025), Sarbin Sehe menekankan pentingnya ASN menjaga moralitas sebagai teladan masyarakat. “Perselingkuhan bukan hanya masalah pribadi, tapi juga bisa merusak kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah. Saya imbau, jangan ada ASN yang merebut pasangan orang lain. Ini bukan soal gosip, tapi soal tanggung jawab kita sebagai abdi negara,” ujar Sarbin dengan nada tegas, disambut anggukan setuju dari ratusan ASN yang hadir.
Menurut data internal Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Malut yang belum dirilis secara resmi, kasus perselingkuhan di kalangan ASN meningkat 25% sepanjang tahun 2025. Hal ini diduga dipicu oleh tekanan kerja yang tinggi pasca-rotasi jabatan pada awal November lalu, ditambah pengaruh media sosial yang memudahkan interaksi tidak sehat. Beberapa kasus bahkan berujung pada konflik horizontal antar-keluarga ASN, yang berpotensi menimbulkan ketidakstabilan di lingkungan kerja.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sarbin Sehe, yang dikenal dengan gaya kepemimpinannya yang humanis namun disiplin, mengaitkan imbauan ini dengan upaya reformasi birokrasi yang sedang digalakkan Pemerintah Provinsi Malut di bawah kepemimpinan Gubernur Sherly Tjoanda. “Kita sudah membersihkan birokrasi dari pejabat tidak produktif, sekarang saatnya bersihkan juga dari perilaku tidak bermoral. ASN harus jadi contoh, bukan sumber masalah sosial,” tambahnya. Ia juga menjanjikan program konseling pernikahan dan pelatihan etika untuk ASN mulai tahun depan, bekerja sama dengan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat.
Para ASN yang hadir menyambut positif imbauan ini. “Ini pesan yang tepat waktu. Banyak teman yang tergoda karena rutinitas kerja, tapi kita harus ingat keluarga di rumah,” kata Andi, seorang pegawai di Dinas Pendidikan Malut, yang enggan disebut namanya lengkap.
Pemerintah Provinsi Malut berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, di mana disiplin dan moral menjadi prioritas utama. Dengan imbauan ini, diharapkan kasus perselingkuhan bisa ditekan, sehingga fokus pemerintahan tetap pada pelayanan masyarakat yang lebih baik.











